
Sebanyak 401 calon jemaah umrah Indonesia dilaporkan terdampak setelah penerbangan lanjutan dari Dubai menuju Arab Saudi dibatalkan pada 12 Oktober, menyisakan perjalanan ribuan kilometer yang terhenti di tengah perjalanan. Bandara Soekarno-Hatta menyatakan gangguan terjadi pada penerbangan lanjutan ke Riyadh dan Jeddah, bukan pada penerbangan Jakarta–Dubai.
Angka tersebut disampaikan Yudistiawan, Asisten Deputi Komunikasi dan Legal Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Menurut keterangan yang dilansir sejumlah media, lima penerbangan terdampak pembatalan tersebut.
Apa yang Terjadi
Gangguan bermula dari pembatalan penerbangan lanjutan dari Dubai menuju Riyadh maupun Jeddah. Penumpang telah terbang dari Jakarta ke Dubai, tetapi tidak dapat melanjutkan perjalanan ke Arab Saudi sesuai rencana.
Pihak Soekarno-Hatta menegaskan penerbangan langsung Jakarta menuju Jeddah dan Madinah tetap berjalan normal. Bandara juga menyatakan tidak melayani rute langsung ke Riyadh, sehingga penumpang yang terdampak menggunakan Dubai sebagai titik transit.
Siapa yang Terdampak
Berdasarkan keterangan petugas bandara, 401 calon jemaah umrah terdampak pada lima penerbangan. Mereka diketahui sedang melakukan perjalanan melalui Dubai ketika koneksi lanjutan ke Arab Saudi dibatalkan.
Nasib penumpang tidak seragam. Laporan yang mengutip pihak bandara menyebut 41 penumpang kemudian melanjutkan perjalanan ke Riyadh, 14 dialihkan melalui Türkiye, dan 30 membatalkan perjalanan dengan penanganan refund atau reschedule oleh maskapai. Angka-angka tersebut belum mencakup seluruh 401 penumpang.
Angka 401 telah dilaporkan oleh sejumlah media secara konsisten, tetapi masih bersumber pada keterangan pejabat bandara kepada media, bukan publikasi resmi yang dapat diakses secara mandiri. Tidak ditemukan siaran pers dari Soekarno-Hatta, InJourney Airports, Kementerian Perhubungan, maupun maskapai terkait yang memuat rincian lengkap 401 penumpang dan lima penerbangan tersebut.
Dampak bagi Perjalanan Umrah
Kasus ini menunjukkan bahwa gangguan di bandara transit di luar negeri dapat langsung memengaruhi jemaah umrah Indonesia sebelum mereka tiba di Arab Saudi. Penerbangan dari Jakarta yang berjalan normal tidak menjamin kelancaran penerbangan lanjutan dari Dubai.
Calon jemaah yang menggunakan rute transit Dubai perlu memantau informasi maskapai dan bandara secara berkala, terutama saat terjadi ketegangan keamanan regional. Pihak Soekarno-Hatta menegaskan penerbangan langsung Jakarta–Jeddah dan Jakarta–Madinah tidak terdampak.




