Saudi Update

Bandara King Fahd di Dammam Jadi Sasaran Serangan, Pemeriksaan Keamanan Berlanjut

Bandara King Fahd di Dammam Jadi Sasaran Serangan, Pemeriksaan Keamanan Berlanjut

DAMMAM — King Fahd International Airport di Dammam, Arab Saudi, menjadi sasaran serangan pada Minggu malam, 11 Oktober 2026. Otoritas penerbangan sipil Arab Saudi menyatakan penilaian kerusakan dan pemeriksaan keselamatan fasilitas bandara masih berlangsung setelah insiden tersebut.

Menurut laporan Saudi Press Agency (SPA) pada 11 Oktober 2026, General Authority of Civil Aviation (GACA) mengonfirmasi bahwa bandara tersebut menjadi sasaran serangan di tengah berlanjutnya serangan terhadap fasilitas penerbangan sipil di Arab Saudi.

GACA menyatakan penilaian kerusakan dan pemeriksaan keselamatan fasilitas dilakukan bersama otoritas terkait. Dalam pengumuman tersebut, GACA tidak merinci jenis proyektil yang digunakan, tingkat kerusakan, maupun jumlah korban akibat serangan di Dammam.

Saksi Melaporkan Proyektil Menghantam Area Apron Bandara

Dalam laporan yang diterbitkan pada 11 Oktober 2026, Reuters mengutip seorang saksi yang berada di dalam pesawat yang sedang bergerak di Bandara Dammam. Saksi tersebut mengatakan sebuah proyektil terlihat menghantam area apron di dekat sejumlah pesawat yang sedang terparkir sekitar pukul 20.30 waktu setempat.

Menurut kesaksian yang dilaporkan Reuters, benturan tersebut memicu kebakaran. Pesawat yang ditumpangi saksi kemudian kembali ke gerbang, sementara para penumpang turun dan diminta meninggalkan area tersebut.

Keterangan saksi itu memberikan gambaran mengenai situasi di bandara saat kejadian. Namun, rincian mengenai dampak fisik serangan tetap perlu merujuk pada hasil pemeriksaan resmi otoritas Saudi.

Houthi Mengklaim Bertanggung Jawab atas Serangan

Kelompok Houthi di Yaman mengklaim bertanggung jawab atas serangan terhadap Bandara King Fahd di Dammam. Reuters melaporkan bahwa juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, menyampaikan klaim tersebut dalam pernyataan yang disiarkan pada Minggu.

Dalam pernyataan yang sama, Houthi juga mengklaim telah menyerang Bandara Internasional King Khalid di Riyadh serta dua fasilitas perusahaan minyak Saudi Aramco di wilayah timur Arab Saudi.

Klaim Houthi tersebut merupakan pernyataan pihak yang mengaku melakukan serangan. Rincian mengenai sasaran, metode serangan, dan dampaknya tidak seluruhnya dapat dipastikan hanya berdasarkan klaim tersebut.

Penerbangan di Dammam Mengalami Gangguan

Reuters melaporkan bahwa data pelacakan penerbangan Flightradar24 menunjukkan sejumlah keterlambatan dan pembatalan penerbangan kedatangan maupun keberangkatan di Bandara Dammam pada Minggu.

Meski demikian, data tersebut tidak dengan sendirinya memastikan bahwa seluruh operasional bandara dihentikan. GACA, dalam pengumuman yang dikutip SPA, menyatakan pemeriksaan keselamatan fasilitas masih berlangsung, tetapi tidak memberikan keterangan terperinci mengenai status operasional bandara setelah serangan.

Dengan demikian, status penerbangan di Dammam perlu dibedakan dari status Bandara King Khalid di Riyadh. Informasi mengenai penutupan atau pembukaan kembali masing-masing bandara harus merujuk pada pengumuman resmi yang berlaku untuk fasilitas tersebut.

Ancaman terhadap Fasilitas Penerbangan Saudi Meluas

Serangan terhadap Bandara King Fahd di Dammam terjadi ketika fasilitas penerbangan sipil Arab Saudi juga menghadapi serangan di Riyadh.

Pada Minggu, 11 Oktober 2026, otoritas Saudi melaporkan serangan baru terhadap Terminal 4 Bandara Internasional King Khalid di Riyadh. Menurut Reuters, serangan tersebut menewaskan satu orang dan melukai 11 orang lainnya, berdasarkan keterangan otoritas penerbangan sipil Saudi.

Insiden di Riyadh itu berbeda dari serangan terhadap Bandara King Fahd di Dammam. Hingga pengumuman GACA mengenai Dammam yang diterbitkan SPA pada 11 Oktober, otoritas belum merinci jumlah korban maupun besaran kerusakan di bandara tersebut.

Perkembangan ini menambah perhatian terhadap keselamatan penerbangan sipil di Arab Saudi. Kepastian mengenai dampak serangan terhadap operasional bandara dan jadwal penerbangan tetap bergantung pada hasil pemeriksaan otoritas serta pembaruan resmi dari pengelola bandara dan maskapai penerbangan.

Sumber: SPA

Bagikan