Saudi Update

Danantara Jadi Pemilik Asing Pertama Properti di Thakher Makkah

Danantara Jadi Pemilik Asing Pertama Properti di Thakher Makkah

Danantara Indonesia, melalui holding investasinya, PT Danantara Investment Management (DIM), merampungkan akuisisi aset perhotelan dan lahan pengembangan di kawasan Thakher Makkah, Arab Saudi. Transaksi tersebut mencakup hotel Novotel Thakher Makkah dengan 1.461 kamar dan suite serta lahan seluas 4,4 hektare.

Menurut siaran pers resmi Danantara Indonesia pada 19 Oktober 2026, hotel tersebut telah diakuisisi dan diserahterimakan pada 11 Agustus 2026. Sementara itu, penyelesaian akuisisi lahan dilakukan pada 18 Oktober 2026. Rangkaian transaksi ini merupakan tindak lanjut kesepakatan strategis antara Danantara dan Thakher Development Company yang diumumkan pada 14 Desember 2025.

Arab News melaporkan nilai keseluruhan akuisisi mencapai SR2 miliar atau sekitar US$531,4 juta. Setelah transaksi selesai, Danantara memiliki aset perhotelan yang telah beroperasi sekaligus lahan untuk pengembangan fasilitas pendukung jemaah haji dan umrah.

Penyerahan sertifikat kepemilikan di Thakher Makkah

CEO Thakher Development, Faisal Shaker, menyebut penyelesaian transaksi tersebut sebagai tonggak penting bagi pengembangan Thakher Makkah. Menurutnya, proses dari penandatanganan kesepakatan hingga peralihan hak kepemilikan berlangsung selama 10 bulan.

Shaker juga menyatakan bahwa pihaknya akan menyelaraskan rencana investasi Danantara dengan strategi pengembangan kawasan agar lebih banyak jemaah Indonesia dapat menginap di lokasi yang dekat dengan Masjidil Haram.

Sementara itu, CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menyebut akuisisi tersebut sebagai langkah dalam membangun platform investasi perhotelan jangka panjang di Arab Saudi. Danantara berencana mengembangkan aset yang dimiliki dengan memperhatikan kelayakan komersial, ketentuan regulasi, dan tata kelola investasi.

Dalam siaran persnya, Danantara juga menyatakan akan menjajaki peluang kerja sama di Madinah dan sektor strategis lainnya untuk memperluas hubungan ekonomi Indonesia–Arab Saudi.

Danantara siapkan pengembangan hotel dan fasilitas pendukung

Danantara menyebut 14 bidang lahan yang diakuisisi akan menjadi bagian dari rencana induk pengembangan terpadu. Rencana tersebut mencakup fasilitas perhotelan, ritel, dan layanan pendukung lainnya bagi jemaah.

Pengembangan akan dilakukan secara bertahap bersama Al-Khomasiah, mitra pengembang lokal yang mendukung penyelesaian transaksi tersebut. Danantara menyatakan studi kelayakan, persetujuan, dan dokumen perizinan akan dipersiapkan sesuai dengan tahapan pembangunan.

Adapun rincian lebih lanjut mengenai kapasitas akomodasi baru belum dijelaskan dalam siaran pers resmi Danantara tanggal 19 Oktober 2026.

Dalam pemberitaan terpisah, Arab News melaporkan bahwa rencana pengembangan 14 lahan tersebut mencakup sekitar 6.000 kamar tambahan dan pusat perbelanjaan dengan lebih dari 90 gerai ritel. Informasi ini merupakan rincian dari pemberitaan media dan perlu dibedakan dari fasilitas yang sudah beroperasi maupun rencana yang telah dikonfirmasi dalam siaran pers Danantara.

Apa artinya bagi travel dan jemaah Indonesia?

Akuisisi hotel yang telah beroperasi dan lahan pengembangan memberi Danantara dasar untuk memperluas investasi di sektor akomodasi haji dan umrah di Makkah. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem layanan jemaah dalam jangka panjang.

Meski demikian, penyelesaian akuisisi belum dengan sendirinya menjelaskan bagaimana aset tersebut akan dimanfaatkan oleh jemaah Indonesia. Sejumlah hal masih perlu dipantau oleh penyelenggara perjalanan haji dan umrah, antara lain:

  • Skema pemanfaatan hotel: belum ada rincian mengenai alokasi kamar bagi jemaah Indonesia atau mekanisme kerja sama penempatan jemaah dengan penyelenggara perjalanan.
  • Tarif dan layanan: informasi mengenai harga kamar, skema pemesanan, serta ketentuan layanan bagi jemaah belum dijabarkan secara terperinci dalam pengumuman resmi yang diperiksa.
  • Pengembangan lahan: tahapan pembangunan hotel dan fasilitas pendukung akan menentukan kapan kapasitas akomodasi tambahan dapat tersedia.
  • Peluang di Madinah: rencana penjajakan kerja sama yang disampaikan Rosan Roeslani masih perlu diikuti perkembangannya karena belum merupakan pengumuman transaksi baru.

Karena itu, manfaat langsung akuisisi bagi jemaah akan lebih jelas setelah tersedia informasi mengenai operasional aset, pengembangan fasilitas, dan mekanisme pemanfaatannya.

Catatan ASPHIRASI

Akuisisi Novotel Thakher Makkah dan 14 bidang lahan di sekitarnya memperkuat kehadiran investasi Danantara di sektor perhotelan Arab Saudi. Berbeda dari sekadar mengandalkan pengadaan kamar untuk kebutuhan perjalanan tertentu, kepemilikan aset memberikan dasar bagi pengembangan akomodasi dan layanan pendukung dalam jangka panjang.

Namun, kepemilikan aset tidak otomatis berarti hotel tersebut secara eksklusif diperuntukkan bagi jemaah Indonesia atau bahwa biaya akomodasi akan menjadi lebih rendah. Kedua hal tersebut masih memerlukan informasi operasional dan komersial yang lebih terperinci.

Bagi pelaku industri haji dan umrah, perkembangan berikutnya yang penting dicermati adalah tahapan pembangunan lahan, kepastian kapasitas tambahan, serta skema pemanfaatan hotel bagi jemaah. Rencana penjajakan investasi di Madinah juga layak dipantau sebagai bagian dari perkembangan kerja sama ekonomi Indonesia–Arab Saudi.

Sumber: Danantara

Bagikan