Saudi Update

Keamanan Arab Saudi Dipertanyakan, Piala Asia 2027 Terancam Mundur?

Keamanan Arab Saudi Dipertanyakan, Piala Asia 2027 Terancam Mundur?

Jakarta — Jadwal Piala Asia 2027 yang tinggal beberapa bulan lagi kini dibayangi ketidakpastian keamanan di Arab Saudi. Di tengah sejumlah ajang olahraga internasional yang telah dibatalkan atau ditunda, Presiden Federasi Sepak Bola Jepang (JFA) Tsuneyasu Miyamoto menilai penyelenggaraan turnamen sepak bola terbesar di Asia itu sesuai jadwal tidak akan mudah dilakukan.

Dalam laporan Al Jazeera yang diterbitkan pada 23 Oktober 2026, Miyamoto menyampaikan kekhawatiran tersebut kepada wartawan di sela Kongres Luar Biasa Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) di Tokyo.

Miyamoto juga mengungkapkan bahwa pihak Arab Saudi menempatkan keselamatan pemain, suporter, dan seluruh orang yang terlibat sebagai prioritas utama. Menurut Miyamoto, Arab Saudi akan bekerja sama dengan AFC untuk menentukan apakah turnamen dapat tetap diselenggarakan sesuai rencana.

Pernyataan tersebut belum menjadi keputusan resmi untuk memindahkan atau menunda turnamen. Namun, kekhawatiran itu muncul ketika sejumlah penyelenggara olahraga internasional telah mengambil langkah untuk membatalkan atau mengubah jadwal kompetisi di Arab Saudi.

Sejumlah ajang olahraga internasional terdampak

Ketidakpastian penyelenggaraan Piala Asia muncul setelah serangkaian serangan terhadap fasilitas penerbangan di Arab Saudi meningkatkan perhatian terhadap faktor keamanan dan logistik.

Menurut laporan Al Jazeera dan Reuters, serangan pada 10 Oktober 2026 di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, menewaskan sedikitnya 12 orang dan melukai 309 orang. Angka tersebut merujuk pada laporan mengenai insiden tersebut, bukan keseluruhan rangkaian serangan di Arab Saudi.

Dampaknya turut terlihat pada kalender olahraga internasional. Beberapa ajang yang terdampak meliputi:

  • Saudi International: Asian Tour menunda turnamen golf tersebut tanpa batas waktu setelah menilai tantangan organisasi dan logistik penyelenggaraan.
  • Urban Cycling World Championships: Kejuaraan balap sepeda yang dijadwalkan berlangsung pada 3–7 November di Riyadh dibatalkan.
  • Six Kings Slam: Turnamen eksibisi tenis di Riyadh dipindahkan dari Oktober ke Desember.
  • FIFAe Finals 2026: FIFA menunda kompetisi gim elektronik yang dijadwalkan berlangsung di Jeddah hingga waktu yang belum ditentukan.

Keputusan-keputusan tersebut menunjukkan bahwa situasi keamanan dan kendala penyelenggaraan telah memengaruhi sejumlah agenda olahraga. Meski demikian, pembatalan atau penundaan setiap ajang tidak serta-merta membuktikan bahwa Piala Asia akan mengalami nasib yang sama.

AFC belum memastikan penundaan Piala Asia 2027

Piala Asia 2027 dijadwalkan berlangsung pada 7 Januari hingga 5 Februari 2027 di Arab Saudi, dengan pertandingan direncanakan berlangsung di Riyadh, Jeddah, dan Al Khobar.

Presiden AFC Salman bin Ibrahim Al Khalifa sebelumnya menyatakan bahwa penundaan hingga 2028 tetap menjadi kemungkinan jika kondisi mengharuskannya. Dalam pernyataan pada 15 Oktober, Salman mengatakan AFC tidak terburu-buru mengambil keputusan dan masih dapat menunggu hingga akhir November.

Namun, komite penyelenggara lokal atau Local Organising Committee (LOC) menyatakan pada pekan yang sama bahwa persiapan turnamen masih berjalan sesuai jadwal yang telah disetujui.

Menurut LOC, pekerjaan di bidang organisasi dan operasional, termasuk venue, fasilitas, serta layanan pendukung, terus berlangsung sesuai rencana. Penyelenggara juga menyatakan akan memantau perkembangan yang relevan dan memastikan kondisi yang diperlukan untuk menyukseskan turnamen.

Dengan demikian, terdapat dua perkembangan yang perlu dibedakan: kemungkinan penundaan yang diakui Presiden AFC dan komitmen LOC untuk mempertahankan jadwal awal. Hingga laporan Al Jazeera pada 23 Oktober, kedua perkembangan tersebut belum menghasilkan pengumuman resmi bahwa Piala Asia 2027 dipindahkan ke 2028.

Ambisi olahraga Arab Saudi menghadapi ujian

Arab Saudi dalam beberapa tahun terakhir menggelontorkan investasi besar ke sektor olahraga, termasuk melalui Public Investment Fund (PIF). Piala Asia 2027 juga dipandang sebagai salah satu ajang penting sebelum negara tersebut menjadi tuan rumah Piala Dunia FIFA 2034.

Karena itu, ketidakpastian jadwal Piala Asia tidak hanya menyangkut penyelenggaraan satu kompetisi. Turnamen tersebut juga menjadi bagian dari agenda olahraga internasional Arab Saudi yang membutuhkan koordinasi dengan federasi, tim peserta, suporter, dan berbagai penyedia layanan.

Meski demikian, belum tepat menyimpulkan bahwa ketidakpastian Piala Asia otomatis akan mengubah keseluruhan strategi investasi olahraga Arab Saudi. Perkembangan yang dapat dipastikan saat ini adalah adanya sejumlah ajang yang terdampak, pernyataan kehati-hatian dari Presiden JFA, serta belum berubahnya jadwal resmi Piala Asia dalam pernyataan LOC yang dikutip Reuters.

Implikasi bagi industri perjalanan Indonesia

Bagi pelaku perjalanan haji dan umrah Indonesia, perkembangan ini relevan sebagai informasi mengenai situasi keamanan dan operasional di Arab Saudi. Namun, dampaknya terhadap perjalanan ibadah perlu dinilai berdasarkan informasi penerbangan, kebijakan otoritas, serta pemberitahuan resmi yang secara langsung berkaitan dengan perjalanan jemaah.

Penundaan kompetisi olahraga tidak dengan sendirinya menunjukkan bahwa layanan umrah atau haji mengalami gangguan. Demikian pula, keputusan penyelenggara Piala Asia nantinya tidak dapat dijadikan satu-satunya indikator keamanan perjalanan ke Arab Saudi.

Pelaku perjalanan dan calon jemaah sebaiknya mengikuti informasi resmi dari otoritas terkait serta maskapai penerbangan untuk mengetahui perubahan jadwal, rute, atau ketentuan perjalanan yang benar-benar berlaku.

Catatan ASPHIRASI

Pernyataan Presiden JFA Tsuneyasu Miyamoto menambah perhatian terhadap penyelenggaraan Piala Asia 2027 di tengah ketidakpastian keamanan Arab Saudi. Namun, kekhawatiran tersebut masih berbeda dari keputusan resmi untuk menunda turnamen.

Sikap LOC yang tetap mempertahankan jadwal awal juga perlu diperhitungkan. Perkembangan berikutnya akan bergantung pada penilaian AFC dan penyelenggara terhadap kondisi keamanan, kesiapan operasional, serta keselamatan seluruh pihak yang terlibat.

Bagi industri haji dan umrah Indonesia, perkembangan ini layak dipantau tanpa menarik kesimpulan mengenai gangguan perjalanan ibadah yang belum didukung bukti langsung. Keputusan resmi AFC mengenai jadwal Piala Asia 2027 menjadi salah satu perkembangan penting yang perlu diperhatikan dalam beberapa pekan mendatang.

Sumber: Al Jazeera

Bagikan