Saudi Update

Sejauh ini Belum Ada Laporan WNI Korban, Kemlu Minta Hindari Area Ini

Sejauh ini Belum Ada Laporan WNI Korban, Kemlu Minta Hindari Area Ini

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Riyadh belum menerima laporan mengenai warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban dalam serangan di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, Arab Saudi. Meski demikian, verifikasi mengenai kemungkinan WNI di antara korban luka masih diperlukan berdasarkan keterangan yang disampaikan pada 11 Oktober 2026.

Informasi tersebut dilaporkan ANTARA pada Minggu (11/10/2026), dengan mengutip pernyataan KBRI Riyadh yang dikonfirmasi di Jakarta. Keterangan itu merujuk pada serangan yang terjadi sehari sebelumnya, Sabtu (10/10/2026).

KBRI Masih Memantau Kemungkinan Korban WNI

Menurut laporan ANTARA, KBRI Riyadh menyatakan belum terdapat laporan WNI yang menjadi korban meninggal maupun luka dalam peristiwa tersebut ketika pernyataan diterbitkan.

Namun, informasi mengenai kemungkinan warga Indonesia berada di antara korban luka masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut. KBRI menyatakan akan berkoordinasi dengan otoritas Arab Saudi dan melakukan pemantauan untuk memastikan apakah ada WNI yang menjadi korban atau menjalani perawatan di rumah sakit di Riyadh dan sekitarnya.

Dengan demikian, keterangan tersebut menunjukkan status pelaporan pada saat itu. Informasi itu tidak dapat diartikan sebagai kepastian bahwa seluruh WNI di wilayah terdampak telah terverifikasi aman.

Serangan Bandara Riyadh Menimbulkan Korban Jiwa

Dalam laporan yang sama, ANTARA mengutip data Otoritas Penerbangan Sipil Arab Saudi atau General Authority of Civil Aviation (GACA) yang mencatat 12 orang meninggal dunia dan 309 lainnya mengalami luka-luka akibat serangan pada 10 Oktober.

Korban meninggal terdiri atas empat warga Arab Saudi, dua warga Bangladesh, serta masing-masing satu warga Amerika Serikat, Mesir, Yordania, Suriah, Palestina, dan Sudan.

Informasi tersebut merupakan data yang disampaikan dalam laporan pada 11 Oktober. Perkembangan berikutnya perlu diperiksa secara terpisah agar jumlah korban dari insiden berbeda tidak tercampur.

Operasional Bandara dan Imbauan bagi WNI

ANTARA juga melaporkan bahwa operasional Bandara Internasional King Khalid dihentikan sementara untuk pemeriksaan dan penilaian keselamatan fasilitas. KBRI mengimbau WNI yang hendak bepergian dari maupun menuju Arab Saudi agar mengonfirmasi status penerbangan kepada maskapai sebelum berangkat ke bandara.

WNI yang berada di Arab Saudi, khususnya di Riyadh, juga diminta meningkatkan kewaspadaan, menghindari area bandara dan sekitarnya, serta membatasi perjalanan yang tidak mendesak.

Informasi operasional penerbangan dapat berubah mengikuti hasil pemeriksaan dan arahan otoritas setempat. Karena itu, penumpang perlu mengacu pada pengumuman resmi terbaru dan konfirmasi langsung dari maskapai.

Kemlu Masih Memastikan Kondisi WNI

Belum adanya laporan WNI yang menjadi korban meninggal dunia tidak serta-merta menjawab apakah ada warga Indonesia yang mengalami luka dalam serangan tersebut. Kemlu dan perwakilan Indonesia di Arab Saudi masih perlu memastikan informasi mengenai kemungkinan WNI di antara korban luka. Perkembangan verifikasi ini menjadi hal yang perlu dicermati setelah serangan di Bandara Internasional King Khalid.

Bagikan