Saudi Update

Arab Saudi Perpanjang Sekolah Daring di Riyadh dan Diriyah hingga 22 Oktober

Arab Saudi Perpanjang Sekolah Daring di Riyadh dan Diriyah hingga 22 Oktober

Otoritas pendidikan Riyadh, Arab Saudi, memutuskan memperpanjang pembelajaran jarak jauh di seluruh sekolah di Riyadh dan wilayah administratif Diriyah hingga Kamis, 22 Oktober 2026. Dilansir Arab News pada Sabtu, 17 Oktober 2026, keputusan ini diambil sebagai kelanjutan langkah pencegahan di tengah serangan yang masih berlangsung di ibu kota.

Dalam pernyataan melalui akun resmi X, Riyadh Education General Administration menyebut kebijakan tersebut berlaku bagi seluruh murid, guru, dan staf administrasi. Kegiatan belajar akan dilaksanakan melalui platform Madrasati dan platform pendidikan resmi lain yang telah disetujui.

Selain sekolah, Alfaisal University dan Prince Sultan University juga menginformasikan kepada mahasiswa melalui email pada Sabtu malam bahwa perkuliahan akan dilaksanakan secara daring sepanjang pekan ini.

Sekolah di Riyadh kembali menjalani pembelajaran jarak jauh

Dengan perpanjangan terbaru, murid sekolah di Riyadh akan menjalani pembelajaran dari rumah untuk pekan kedua secara berturut-turut. Ini merupakan periode kedua penerapan pembelajaran jarak jauh di Riyadh sejak musim gugur dimulai.

Sekolah di ibu kota pertama kali beralih ke pembelajaran daring pada 11 Oktober, sehari setelah serangan rudal menghantam King Khalid International Airport. Menurut data General Authority of Civil Aviation yang dikutip Arab News, serangan tersebut menewaskan 12 orang dan melukai 309 orang.

Empat korban tewas merupakan warga Saudi, sedangkan delapan lainnya berasal dari negara lain. Jemaah umrah juga termasuk di antara korban. Sehari kemudian, serangan lain menghantam Terminal 4 bandara tersebut, menewaskan seorang warga negara Pakistan dan melukai 11 orang lainnya. Bandara itu sempat menghentikan operasional selama beberapa hari.

Sebelumnya, pembelajaran tatap muka di Riyadh juga dihentikan pada 27 September hingga 1 Oktober setelah otoritas melaporkan pencegatan drone dan rudal balistik Houthi di dekat ibu kota.

Pertahanan udara Arab Saudi mencegat rudal dan drone

Perpanjangan pembelajaran jarak jauh tersebut menyusul sepekan aktivitas pertahanan udara di sejumlah wilayah Arab Saudi.

Pada Jumat, koalisi pimpinan Arab Saudi menyatakan telah mencegat dan menghancurkan tiga drone di wilayah selatan dan Riyadh, dua rudal jelajah di atas Laut Merah, serta satu rudal balistik di atas Yanbu.

Juru bicara koalisi, Mayor Jenderal Turki Al-Maliki, mengumumkan pencegatan tersebut melalui akun X miliknya. Menurut laporan Arab News, koalisi juga menyebut King Khalid International Airport telah menjadi sasaran serangan sedikitnya 20 kali pada bulan ini.

Madrasati digunakan untuk pembelajaran jarak jauh sejak pandemi

Kementerian Pendidikan Arab Saudi memperluas penggunaan platform Madrasati selama pandemi COVID-19. Platform tersebut memungkinkan jutaan murid di negara itu mengikuti pembelajaran dari rumah pada 2020 dan 2021.

Sejak itu, Madrasati terus digunakan ketika kegiatan belajar tatap muka mengalami gangguan, termasuk akibat kondisi cuaca ekstrem yang memaksa sekolah menghentikan pembelajaran di kelas.

Hingga laporan Arab News diterbitkan pada Sabtu, otoritas pendidikan Riyadh belum merinci persyaratan untuk kembali ke pembelajaran tatap muka maupun pengaturan kegiatan belajar setelah Kamis, 22 Oktober.

Apa artinya bagi perjalanan dan jemaah umrah Indonesia?

Laporan Arab News berfokus pada kebijakan pendidikan di Riyadh dan Diriyah. Artikel tersebut tidak menyebut adanya dampak langsung terhadap operasional umrah di Makkah dan Madinah maupun penerbangan jemaah Indonesia.

Meski demikian, laporan mengenai serangan terhadap King Khalid International Airport dan aktivitas pertahanan udara di sejumlah wilayah Arab Saudi merupakan perkembangan keamanan yang perlu dicermati oleh penyelenggara perjalanan ke negara tersebut.

Beberapa hal yang dapat diperhatikan penyelenggara umrah dan haji Indonesia meliputi:

  • Status penerbangan: Memantau informasi resmi maskapai dan otoritas penerbangan mengenai jadwal serta operasional bandara yang digunakan dalam perjalanan ke Arab Saudi.
  • Perkembangan keamanan: Mengikuti pengumuman resmi mengenai situasi di Riyadh dan wilayah lain yang berkaitan dengan rute perjalanan jemaah. Kebijakan pembelajaran jarak jauh di Riyadh tidak dengan sendirinya menunjukkan adanya pembatasan serupa di Makkah atau Madinah.
  • Koordinasi operasional: Menjaga komunikasi dengan maskapai, mitra darat (land arrangement), dan pihak terkait di Arab Saudi untuk memperoleh informasi terbaru jika terjadi perubahan jadwal atau rute perjalanan.

Langkah tersebut merupakan pertimbangan kewaspadaan berdasarkan perkembangan yang dilaporkan, bukan indikasi bahwa penerbangan jemaah umrah Indonesia telah terganggu.

Catatan ASPHIRASI

Otoritas pendidikan Riyadh memperpanjang pembelajaran jarak jauh di Riyadh dan Diriyah hingga 22 Oktober 2026. Keputusan ini diambil di tengah laporan serangan yang berlanjut di ibu kota dan aktivitas pertahanan udara di sejumlah wilayah Arab Saudi.

Perkembangan tersebut relevan untuk dicermati oleh penyelenggara umrah dan haji Indonesia, terutama karena King Khalid International Airport di Riyadh dilaporkan telah menjadi sasaran serangan sedikitnya 20 kali pada bulan ini. Namun, laporan Arab News belum mengonfirmasi adanya dampak langsung terhadap penerbangan jemaah Indonesia atau kegiatan umrah di Makkah dan Madinah.

Penyelenggara perjalanan dapat memprioritaskan pemantauan informasi dari maskapai dan otoritas penerbangan serta menjaga jalur komunikasi dengan mitra operasional di Arab Saudi. Informasi tersebut diperlukan untuk mengantisipasi kemungkinan perubahan jadwal atau rute apabila ada pengumuman resmi terkait operasional penerbangan.

Perkembangan selanjutnya yang perlu dipantau adalah keputusan otoritas pendidikan mengenai kelanjutan pembelajaran tatap muka setelah 22 Oktober, serta pembaruan informasi mengenai keamanan dan operasional King Khalid International Airport. Kedua hal tersebut perlu dipantau secara terpisah, karena perubahan kebijakan pendidikan tidak otomatis menunjukkan perubahan status operasional bandara.

Sumber: Arab News

Bagikan