
Pertahanan udara koalisi pimpinan Arab Saudi mencegat dan menghancurkan dua rudal balistik yang diluncurkan kelompok Houthi dari Yaman ke arah Khamis Mushayt serta sebuah drone di wilayah Riyadh pada Minggu dini hari. Sebelumnya, warga di Riyadh dan Khamis Mushayt menerima peringatan darurat melalui ponsel terkait ancaman udara.
Menurut laporan Arab News pada Minggu, 18 Oktober 2026, Koalisi Pemulihan Legitimasi di Yaman menyatakan dua rudal balistik yang ditembakkan ke arah Khamis Mushayt berhasil dicegat dan dihancurkan. Dalam pernyataan terpisah beberapa menit kemudian, juru bicara koalisi, Mayor Jenderal Turki Al-Maliki, mengatakan sebuah drone juga berhasil dicegat di wilayah Riyadh.
Direktorat Jenderal Pertahanan Sipil mengirimkan peringatan melalui ponsel warga sekitar pukul 01.30 waktu setempat untuk memperingatkan adanya ancaman udara. Peringatan tersebut dicabut beberapa menit kemudian.
Pertahanan sipil selanjutnya mengumumkan bahwa bahaya telah berlalu di Khamis Mushayt dan Abha, kota yang berada di dekatnya. Warga tetap diminta mengikuti instruksi resmi serta tidak berkerumun atau merekam video di lokasi.
Serangan Houthi berlanjut sejak konflik Yaman kembali memanas pada Juli
Pada Sabtu, Al-Maliki menyatakan koalisi telah mencegat dan menghancurkan empat drone dalam beberapa jam sebelumnya di wilayah Riyadh, Provinsi Timur, dan wilayah selatan Arab Saudi. Ia juga mengumumkan penghancuran dua peluncur rudal balistik di Provinsi Saada, Yaman.
Insiden terbaru terjadi di tengah meningkatnya permusuhan setelah konflik Yaman kembali memanas pada Juli, menyusul beberapa tahun situasi yang relatif tenang.
Arab Saudi berulang kali menghadapi serangan rudal dan drone Houthi yang menyasar fasilitas minyak, infrastruktur transportasi, serta lokasi strategis lainnya. Pekan sebelumnya, serangan terhadap bandara Riyadh dilaporkan menewaskan 13 orang.
Sekolah di Riyadh beralih ke pembelajaran jarak jauh, kedutaan keluarkan imbauan perjalanan
Di tengah rangkaian serangan tersebut, Kementerian Pendidikan Arab Saudi memperpanjang pembelajaran jarak jauh di Riyadh dan Diriyah, wilayah yang berdekatan dengan ibu kota. Sejumlah kedutaan asing juga mengimbau warga negaranya untuk menghindari bandara di Arab Saudi atau menunda perjalanan.
Dukungan terhadap pertahanan Arab Saudi juga datang dari sejumlah negara. Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi pada Sabtu menyatakan Kairo siap mengambil langkah yang diperlukan untuk membantu melindungi Arab Saudi jika diminta, sembari menegaskan bahwa peran Mesir akan berfokus pada pertahanan.
Sementara itu, Menteri Pertahanan Yunani Nikos Dendias mengunggah foto kunjungannya ke baterai rudal Patriot Yunani yang ditempatkan di Yanbu, kota pelabuhan dan pusat industri minyak di pesisir barat Arab Saudi. Ia menyatakan kontingen Yunani tersebut membantu melindungi fasilitas energi dan infrastruktur strategis kerajaan.
Kunjungan itu menjadi pengakuan publik mengenai keterlibatan kontingen Yunani dalam mendukung perlindungan Yanbu dari ancaman udara.
Arab Saudi menuding Iran, pemerintah Yaman menolak tawaran mediasi Teheran
Arab Saudi menuduh Iran mendorong eskalasi serangan Houthi, tetapi Teheran membantah tuduhan tersebut.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi pada Sabtu kembali menyatakan dukungan terhadap penyelesaian politik konflik dan menawarkan mediasi. Namun, pemerintah Yaman menolak tawaran itu dengan alasan Iran merupakan pihak dalam konflik, bukan mediator yang netral.
Di tengah serangan Houthi, serangan udara koalisi pimpinan Arab Saudi terus menyasar fasilitas dan instalasi kelompok tersebut. Menurut laporan Arab News, operasi itu bertujuan mencegah Houthi mengancam wilayah Yaman yang dikuasai pemerintah, Arab Saudi, serta jalur pelayaran internasional.
Apa artinya bagi perjalanan dan jemaah umrah Indonesia?
Laporan Arab News menyebut adanya peringatan ancaman udara di Riyadh dan Khamis Mushayt, serta pencegatan rudal dan drone di sejumlah wilayah Arab Saudi. Namun, laporan tersebut tidak mengonfirmasi dampak langsung terhadap penerbangan jemaah umrah Indonesia maupun aktivitas di Makkah dan Madinah.
Bagi penyelenggara perjalanan umrah dan haji Indonesia, perkembangan ini perlu dicermati sebagai bagian dari pemantauan situasi keamanan regional. Peringatan udara dan serangan terhadap infrastruktur strategis tidak dengan sendirinya berarti seluruh bandara atau rute penerbangan ke Arab Saudi mengalami gangguan.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan penyelenggara meliputi:
- Memantau status penerbangan: Memeriksa informasi terbaru dari maskapai dan otoritas penerbangan mengenai jadwal, rute, serta operasional bandara yang digunakan jemaah.
- Menjaga komunikasi dengan jemaah: Memastikan jemaah mengetahui saluran komunikasi resmi yang dapat digunakan apabila muncul peringatan keamanan atau perubahan perjalanan.
- Mengikuti perkembangan keamanan: Memantau pengumuman resmi mengenai situasi di Arab Saudi dan Yaman, termasuk kemungkinan perubahan kebijakan perjalanan yang secara langsung memengaruhi rute jemaah.
Langkah-langkah tersebut merupakan tindakan kewaspadaan, bukan indikasi bahwa perjalanan umrah dari Indonesia telah terganggu.
Catatan ASPHIRASI
Koalisi pimpinan Arab Saudi melaporkan telah mencegat dua rudal balistik yang mengarah ke Khamis Mushayt dan sebuah drone di wilayah Riyadh pada Minggu dini hari. Peristiwa ini menyusul laporan pencegatan empat drone dan penghancuran dua peluncur rudal balistik di Yaman pada Sabtu.
Rangkaian kejadian tersebut menunjukkan berlanjutnya aktivitas serangan dan pertahanan udara di tengah meningkatnya permusuhan dalam konflik Yaman. Namun, laporan Arab News belum mengonfirmasi adanya dampak langsung terhadap penerbangan jemaah umrah Indonesia atau kegiatan ibadah di Makkah dan Madinah.
Penyelenggara umrah dan haji Indonesia perlu mengutamakan informasi operasional dari maskapai dan otoritas penerbangan serta menjaga komunikasi dengan mitra perjalanan di Arab Saudi. Apabila terjadi perubahan jadwal atau rute, informasi yang terverifikasi diperlukan agar penyelenggara dapat menyampaikan perkembangan secara tepat kepada jemaah.
Perkembangan selanjutnya yang perlu dipantau mencakup laporan baru mengenai serangan dan pencegatan rudal atau drone, kebijakan perjalanan dari otoritas terkait, serta perkembangan konflik Yaman dan upaya diplomatik untuk menyelesaikannya.
Sumber: Arab News




