Saudi Update

Koalisi Militer Cegat 2 Rudal Balistik dan 4 Drone Houthi ke Arab Saudi Selatan

Koalisi Militer Cegat 2 Rudal Balistik dan 4 Drone Houthi ke Arab Saudi Selatan

Koalisi untuk Mendukung Legitimasi di Yaman (Coalition to Restore Legitimacy in Yemen) menyatakan telah mencegat dan menghancurkan 2 rudal balistik serta 4 drone yang diluncurkan kelompok Houthi dari Yaman ke wilayah selatan Arab Saudi pada Kamis, 1 Oktober 2026, dilansir Arab News, Jumat (2/10/2026).

Juru bicara koalisi, Mayor Jenderal Turki Al-Maliki, menyebut 1 rudal balistik dicegat dan dihancurkan di atas Khamis Mushait, sementara 1 rudal lainnya dicegat di atas Jazan. Empat drone juga dicegat dan dihancurkan di atas Khamis Mushait.

Pertahanan Sipil Saudi menyatakan puing dari salah satu rudal jatuh di kawasan permukiman Khamis Mushait. Puing tersebut menyebabkan kerusakan material terbatas pada sejumlah bangunan dan kendaraan. Tim pertahanan sipil merespons kejadian itu dan menjalankan prosedur keselamatan yang diperlukan. Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.

Investigasi menyatakan Houthi terlibat dalam serangan stasiun listrik Madinah

Penangkalan rudal dan drone pada Kamis itu terjadi beberapa jam setelah koalisi mengumumkan hasil investigasi yang menyatakan Houthi terlibat dalam serangan drone terhadap stasiun distribusi listrik Taiba di Madinah pada Selasa pagi, 29 September.

Juru bicara koalisi mengatakan investigasi dilakukan melalui peninjauan operasional dan pemeriksaan puing drone yang digunakan dalam serangan. Menurut koalisi, serangan tersebut menyebabkan 1 transformer tidak berfungsi, tetapi tidak memengaruhi jaringan listrik Madinah secara keseluruhan.

Stasiun Taiba memasok listrik untuk Masjid Nabawi dan fasilitas sipil lain di Madinah. Uni Emirat Arab, Bahrain, Kuwait, dan Yordania pada Kamis mengecam serangan tersebut. Dewan Kerja Sama Teluk atau GCC juga menegaskan solidaritasnya dengan Arab Saudi serta menyatakan keamanan Kerajaan dan situs-situs sucinya merupakan bagian dari keamanan kolektif negara-negara anggota GCC.

Serangkaian serangan dilaporkan terjadi dalam beberapa pekan terakhir

Penangkalan pada Kamis menambah rangkaian insiden serupa yang dilaporkan terjadi dalam beberapa pekan terakhir.

Pada Sabtu, 26 September, pertahanan udara Saudi mencegat dan menghancurkan 2 drone yang mengarah ke Riyadh serta 2 rudal balistik yang diarahkan ke Khamis Mushait. Koalisi sebelumnya juga melaporkan pada Kamis, 24 September, bahwa 6 rudal balistik yang diarahkan ke Yanbu dan Taif berhasil dicegat.

Rangkaian laporan tersebut menunjukkan bahwa ancaman rudal dan drone dari Yaman masih menjadi bagian dari situasi keamanan yang dihadapi Arab Saudi. Namun, masing-masing insiden memiliki lokasi, jenis persenjataan, dan waktu kejadian yang berbeda.

Apa artinya bagi travel dan jemaah Indonesia?

Laporan mengenai rangkaian penangkalan tersebut belum menyebut adanya dampak langsung terhadap jalur penerbangan, layanan bandara, atau pergerakan jemaah umrah dan haji asal Indonesia.

Bagi penyelenggara perjalanan, perkembangan tersebut lebih relevan sebagai bagian dari pemantauan situasi keamanan di Arab Saudi. Langkah yang dapat dilakukan antara lain:

  • Memantau pembaruan resmi otoritas Arab Saudi dan maskapai terkait status operasional bandara serta rute penerbangan ke Jeddah dan Madinah.
  • Menjaga jalur komunikasi dengan jemaah yang sedang berada di Arab Saudi apabila terdapat perkembangan keamanan baru.
  • Mengikuti informasi resmi otoritas setempat dan Kementerian Agama RI sebelum mengambil keputusan terkait jadwal keberangkatan atau penyesuaian perjalanan.

Catatan ASPHIRASI

Rangkaian penangkalan rudal dan drone yang dilaporkan pada September hingga awal Oktober menunjukkan adanya sejumlah insiden keamanan yang melibatkan wilayah Arab Saudi. Pada insiden 1 Oktober, 2 rudal balistik dan 4 drone dilaporkan dicegat dan dihancurkan di wilayah Khamis Mushait dan Jazan. Puing salah satu rudal juga menyebabkan kerusakan material terbatas pada sejumlah bangunan dan kendaraan di Khamis Mushait.

Bagi penyelenggara perjalanan haji dan umrah, perkembangan tersebut belum menunjukkan adanya gangguan langsung terhadap operasional perjalanan jemaah Indonesia berdasarkan laporan yang tersedia. Namun, informasi keamanan tetap perlu diperbarui secara berkala melalui kanal resmi, terutama bagi penyelenggara yang memiliki jemaah yang sedang berada di Arab Saudi maupun yang akan berangkat dalam waktu dekat.

Perkembangan berikutnya yang perlu dipantau adalah pernyataan resmi otoritas Arab Saudi mengenai insiden keamanan, kondisi fasilitas sipil dan energi yang terdampak, serta apakah terdapat perubahan pada operasional penerbangan atau layanan di kota-kota tujuan jemaah.

Sumber: Arab News

Bagikan