Saudi Update

Prakiraan Cuaca Mekkah dan Madinah November 2026: Hujan di Atas Normal

Prakiraan Cuaca Mekkah dan Madinah November 2026: Hujan di Atas Normal

JEDDAH — Arab Saudi diprakirakan mengalami curah hujan di atas rata-rata di sejumlah wilayah selama musim gugur 2026, yang berlangsung pada September hingga November. Oktober diperkirakan menjadi bulan dengan curah hujan tertinggi pada periode tersebut.

Prakiraan itu tercantum dalam laporan prospek iklim musim gugur yang diterbitkan National Center for Meteorology (NCM) Arab Saudi pada 27 Agustus 2026.

Laporan tersebut mencakup proyeksi curah hujan dan suhu permukaan rata-rata di berbagai wilayah Arab Saudi. Menurut NCM, prospek itu disusun untuk mendukung kesiapsiagaan dini dan membantu otoritas terkait menghadapi kemungkinan kondisi cuaca dan iklim dalam beberapa bulan mendatang.

September Diprakirakan Lebih Basah di Sejumlah Wilayah

Pada September, curah hujan di atas rata-rata diprakirakan terjadi di beberapa wilayah bagian utara dan tengah Arab Saudi.

Wilayah yang disebut NCM antara lain:

  • Madinah;
  • Tabuk;
  • Al-Jouf;
  • Hail;
  • sebagian Mekkah;
  • sebagian Riyadh;
  • Qassim;
  • Northern Borders;
  • sebagian wilayah Timur.

Sebaliknya, Jazan diprakirakan menerima curah hujan di bawah rata-rata. Sementara itu, sebagian besar wilayah Arab Saudi lainnya diperkirakan mengalami curah hujan mendekati rata-rata.

Oktober Diprediksi Menjadi Puncak Curah Hujan

Perubahan yang lebih luas diprakirakan terjadi pada Oktober. NCM memperkirakan curah hujan di atas rata-rata di sebagian besar wilayah Arab Saudi.

Wilayah yang masuk dalam proyeksi tersebut mencakup Jazan, Asir, Al-Baha, Mekkah, Madinah, Tabuk, Al-Jouf, Hail, Qassim, dan Northern Borders. Kondisi serupa juga diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Riyadh, wilayah Timur, dan Najran.

NCM menyebut Oktober diperkirakan menjadi puncak curah hujan selama musim gugur.

Intensitas hujan pada periode tersebut berpotensi berada pada tingkat:

  • lebat;
  • sangat lebat;
  • hingga mencapai tingkat ekstrem atau sangat deras di beberapa wilayah.

Namun, prospek tersebut merupakan prakiraan iklim dalam skala beberapa bulan dan bukan prediksi bahwa hujan dengan intensitas tertentu akan terjadi pada lokasi dan tanggal tertentu.

Curah Hujan di Atas Normal Berlanjut hingga November

Pada November, peluang curah hujan di atas rata-rata diprakirakan masih bertahan di sejumlah wilayah.

NCM mencantumkan Jazan, Asir, Al-Baha, Mekkah, Al-Jouf, Hail, Qassim, dan Riyadh sebagai wilayah yang berpotensi mengalami kondisi tersebut. Sebagian wilayah Timur, Madinah, Tabuk, dan Northern Borders juga termasuk dalam proyeksi.

Menurut NCM, probabilitas terjadinya curah hujan di atas rata-rata di sejumlah wilayah tersebut berada pada kisaran 40% hingga 70%, dengan intensitas yang dapat berkisar dari lebat hingga sangat lebat.

Mekkah Termasuk dalam Prospek Hujan di Atas Normal

Mekkah muncul dalam proyeksi NCM untuk beberapa bulan pada musim gugur.

Wilayah tersebut termasuk dalam daftar daerah yang diprakirakan menerima curah hujan di atas rata-rata pada Oktober dan November. Sebagian wilayah Mekkah juga masuk dalam proyeksi untuk September.

Meski demikian, laporan prospek iklim tidak berarti seluruh wilayah Mekkah akan mengalami hujan lebat secara terus-menerus. Prakiraan tersebut menggambarkan kecenderungan kondisi curah hujan secara regional dalam periode yang lebih panjang.

NCM Tekankan Pentingnya Prakiraan Jangka Pendek

NCM mengingatkan bahwa kejadian hujan yang tidak biasa belum tentu dapat terlihat dalam model iklim jangka panjang.

Karena itu, perkembangan cuaca harian tetap perlu dipantau melalui prakiraan jangka pendek dan sistem peringatan dini NCM. Informasi tersebut lebih relevan untuk mengetahui kemungkinan terjadinya hujan deras atau kejadian cuaca berbahaya pada waktu dan lokasi tertentu.

Prospek September-November ini dengan demikian memberikan gambaran kecenderungan iklim, bukan kepastian mengenai kejadian cuaca tertentu.

Masyarakat diminta mengikuti prakiraan dan peringatan cuaca resmi melalui sistem peringatan dini NCM seiring berlangsungnya musim gugur 2026.

Catatan ASPHIRASI: Cuaca Musim Gugur dan Persiapan Rombongan

Prakiraan iklim musim gugur bukan alasan menunda keberangkatan, tetapi cukup menjadi dasar menyiapkan rombongan. Hujan lebat di kota yang jarang menerimanya berdampak pada waktu tempuh dan kenyamanan, terutama bagi jemaah lanjut usia. Persiapan sederhana seperti alas kaki yang tidak licin dan pelindung hujan ringan sudah banyak membantu.

ASPHIRASI mengingatkan bahwa laporan itu berbentuk kecenderungan musiman, bukan kepastian hujan pada waktu dan lokasi tertentu. Karena itu pembimbing dan petugas rombongan sebaiknya tetap memantau prakiraan harian serta peringatan dini menjelang pergerakan. Menyampaikan informasi cuaca kepada jemaah sejak manasik membuat penyesuaian jadwal di lapangan lebih mudah diterima.

Bagi penyelenggara, cuaca yang berubah menyentuh hal yang sangat praktis, yaitu jadwal ziarah dan perpindahan antarkota. Menyiapkan rencana cadangan untuk agenda luar ruang lebih baik daripada membatalkannya mendadak di depan jemaah. Asosiasi menyarankan agar kemungkinan penyesuaian ini disebutkan sejak awal dalam penjelasan paket, supaya tidak dianggap sebagai janji yang diingkari.

Sumber: SPA

Bagikan