Berita

Viral: Sejumlah Jemaah Umrah Indonesia Terlantar di KLIA 1 Malasyia

Viral: Sejumlah Jemaah Umrah Indonesia Terlantar di KLIA 1 Malasyia

Sebuah unggahan di Threads yang mengklaim sekelompok jemaah umrah Indonesia terlantar di Kuala Lumpur International Airport (KLIA) Terminal 1 selama lebih dari 24 jam menjadi viral pada 26–27 Juli 2026.

Viral

Informasi mengenai dugaan insiden ini pertama kali beredar melalui unggahan akun Threads @_julizzz789 sekitar 26–27 Juli 2026.

Dalam unggahan tersebut, pemilik akun meminta masyarakat, khususnya warga Indonesia, untuk membantu menyebarkan informasi tersebut agar mendapat perhatian pemerintah Indonesia.

Menurut unggahan tersebut, sekelompok jemaah umrah Indonesia disebut telah berada di KLIA Terminal 1 sejak malam sebelumnya setelah kembali dari umrah karena belum memperoleh tiket penerbangan menuju Jakarta.

"Mereka semua skrg stuck di KLIA 1 dari smlam lepas pulang umrah... masa pulang ngak ada tiketnya... jemaah tambah duit sma travel agent lagi 100 juta, tapi agent beli tiket pulang turunnya di Mlysia. Dia bilang transit 2 jam aja tapi ngak ada tiketnya."

Dalam unggahan lanjutan sekitar pukul 11.30 waktu Malaysia, pemilik akun kembali menyatakan bahwa agen perjalanan disebut masih belum membeli tiket penerbangan pulang menuju Jakarta dan meminta agar agen tersebut segera membeli tiket secara langsung (on the spot).

Beberapa jam kemudian, akun yang sama mengunggah pembaruan yang menyatakan bahwa para jemaah akhirnya telah memperoleh tiket.

"Update: Alhamdulilah dh dapat tix... krn post ni blow up TA dh beli... Terima kasih semua yg repost/yg ctc."

Pernyataan tersebut merupakan klaim dari pemilik akun Threads dan belum dikonfirmasi secara resmi oleh pihak berwenang maupun pihak agen perjalanan yang disebut dalam unggahan.

Berdasarkan unggahan tersebut, diklaim bahwa:

  • Sekelompok jemaah umrah Indonesia terlantar di KLIA Terminal 1 selama lebih dari 24 jam.
  • Jemaah belum memperoleh tiket penerbangan pulang ke Jakarta.
  • Jemaah disebut telah membayar tambahan dana sebesar Rp100 juta kepada agen perjalanan.
  • Agen perjalanan diduga hanya menyediakan penerbangan hingga Malaysia dengan alasan transit sekitar dua jam, namun tiket lanjutan menuju Jakarta disebut tidak tersedia.
  • Perjalanan umrah yang dimulai pada 5 Juli 2026 diklaim telah mengalami berbagai kendala sehingga berlangsung lebih dari tiga minggu dibanding jadwal semula.

Seluruh poin di atas berasal dari unggahan media sosial dan belum memperoleh konfirmasi resmi.

Status Verifikasi

Status: Belum terverifikasi.

Hingga 27 Juli 2026 saat artikel ini dipublikasikan:

  • Belum ada pernyataan resmi dari KBRI Kuala Lumpur maupun Kemlu RI.
  • Belum ada pernyataan resmi dari Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia.
  • Belum ada pernyataan resmi dari Royal Malaysia Police (PDRM), Malaysian Immigration Department, maupun MOTAC Malaysia.
  • Belum ditemukan pernyataan resmi dari agen perjalanan yang disebut dalam unggahan.
  • Pemeriksaan terhadap kanal resmi pihak-pihak tersebut hingga waktu publikasi tidak menemukan siaran pers, advis, ataupun konfirmasi terkait insiden ini.

Dengan demikian, belum terdapat konfirmasi independen dari otoritas yang dapat memverifikasi kebenaran klaim tersebut.

Kesimpulan

Berdasarkan informasi yang tersedia hingga 27 Juli 2026, dugaan jemaah umrah Indonesia yang terlantar di KLIA Terminal 1 masih merupakan klaim yang berasal dari unggahan media sosial.

Meskipun pemilik akun Threads kemudian mengunggah pembaruan yang menyatakan para jemaah telah memperoleh tiket, informasi tersebut juga belum disertai konfirmasi resmi dari otoritas Indonesia, otoritas Malaysia, maupun pihak agen perjalanan yang disebut.