Saudi Update

Militer Yaman Perkuat Serangan Dekat Bab Al-Mandab Jelang Ofensif Darat

Militer Yaman Perkuat Serangan Dekat Bab Al-Mandab Jelang Ofensif Darat

Militer Yaman meningkatkan serangan udara terhadap posisi kelompok Houthi yang didukung Iran di sekitar Taiz, Mokha, Khokha, dan sejumlah wilayah Laut Merah lainnya. Dilansir Arab News edisi 15 September 2026, pejabat militer setempat menyebut serangan ini sebagai tahap persiapan sebelum ofensif darat untuk merebut kembali wilayah di sekitar Bab Al-Mandab.

Militer Yaman menyatakan telah menyasar pejuang Houthi, peralatan militer, dan bangunan yang digunakan kelompok tersebut di Dhubab, Mokha, dan Khokha. Di Provinsi Taiz, jet tempur juga menghantam sasaran yang disebut militer sebagai peluncur rudal balistik Houthi di bandara kota tersebut.

Pejabat militer menyebut sebagian besar kampanye udara terfokus di sekitar Mokha, wilayah yang jatuh ke tangan Houthi pekan lalu, seiring upaya pasukan pemerintah melemahkan posisi Houthi sebelum melancarkan gerak maju pasukan darat.

Serangan udara disebut sebagai tahap persiapan sebelum ofensif darat digelar

Abdul Basit Al-Baher, wakil kepala Divisi Bimbingan Moral militer Yaman di Taiz, mengatakan kepada Arab News bahwa jet tempur mempertahankan kehadiran hampir tanpa henti di atas wilayah yang dikuasai Houthi di sepanjang pesisir Laut Merah.

"Suara pesawat terus terdengar, berlangsung sepanjang waktu dan menyasar apa pun yang bergerak, bahkan pejuang yang menaiki sepeda motor," kata Al-Baher. Ia menambahkan lebih dari 200 pejuang Houthi tewas dalam serangan beberapa hari terakhir, meski angka tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.

Al-Baher menyebut pengeboman itu sebagai "tahap persiapan udara dan artileri" yang ditujukan untuk membuka jalan bagi pasukan pemerintah maju.

"Persiapan sedang dilakukan untuk ofensif darat besar dan operasi militer, yang akan dimulai dalam beberapa hari ke depan, guna merebut kembali kendali atas wilayah vital ini, termasuk Mokha, Dhubab, dan Bab Al-Mandab, hingga meluas ke Al-Jarrahi," ujarnya.

Juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman, Kolonel Majed Al-Nuzaili, menyatakan pasukan pemerintah telah menghancurkan peralatan Houthi serta menyasar pejuang dan posisi kelompok itu di Dhubab, Provinsi Taiz, dan Khokha, Provinsi Hodeidah.

Krisis pengungsian meluas di enam provinsi yang dikuasai pemerintah

Eskalasi militer turut memicu krisis kemanusiaan yang meluas. Otoritas di Aden membentuk unit tanggap kemanusiaan untuk menangani gelombang pengungsi akibat pertempuran dan mengoordinasikan bantuan dengan lembaga kemanusiaan.

Unit Eksekutif Pengelolaan Kamp Pengungsian Yaman mencatat lebih dari 95.000 orang mengungsi di enam provinsi yang dikuasai pemerintah hingga 13 September.

Menurut unit tersebut, 13.980 keluarga atau sekitar 95.324 orang terdaftar sebagai pengungsi di Provinsi Taiz, Lahj, Hodeidah, Aden, Abyan, dan Shabwa. Provinsi Taiz mencatat jumlah terbesar dengan 7.782 keluarga atau sekitar 54.643 orang, disusul Lahj, Hodeidah, dan Aden.

Unit itu menyebut ribuan keluarga terpaksa mengungsi mendadak tanpa tempat tinggal, makanan, air bersih, layanan kesehatan, atau perlindungan yang memadai, dan meminta bantuan kemanusiaan serta finansial dari badan PBB, organisasi internasional, dan donor.

Serangan lintas batas ke sejumlah kota Saudi turut dikecam Yaman

Kementerian Luar Negeri Yaman mengecam serangan rudal balistik dan drone Houthi ke kota Khamis Mushait, Abha, dan Taif di Arab Saudi pada Senin, yang disebut melukai 13 warga sipil serta merusak rumah dan kendaraan.

Kementerian itu menyebut serangan tersebut sebagai pelanggaran kedaulatan Arab Saudi dan ancaman bagi keamanan serta stabilitas Kerajaan, sekaligus menegaskan dukungan Yaman terhadap hak Arab Saudi melindungi warga, penduduk, wilayah, dan infrastrukturnya.

Kementerian juga menolak penggunaan wilayah Yaman sebagai landasan serangan terhadap negara tetangga dan menyerukan tindakan lebih tegas dari komunitas internasional untuk menghentikan serangan Houthi serta memutus jalur pendanaan dan pasokan senjata kelompok tersebut.

Apa artinya bagi travel dan jemaah Indonesia?

Bab Al-Mandab merupakan jalur maritim strategis yang menghubungkan kawasan Laut Merah dengan jalur pelayaran internasional. Rencana ofensif darat pemerintah Yaman di sekitar selat tersebut menunjukkan bahwa eskalasi di pesisir Laut Merah dapat memasuki fase baru, meski ofensif tersebut belum berlangsung saat laporan Arab News diterbitkan.

Laporan ini belum menyebut dampak langsung terhadap Jeddah, Makkah, atau Madinah. Namun, serangan lintas batas Houthi yang telah menjangkau sejumlah kota Saudi menunjukkan bahwa eskalasi konflik juga dapat berdampak di luar wilayah Yaman.

Bagi penyelenggara umrah, perkembangan tersebut menjadi alasan untuk terus memantau situasi keamanan kawasan dan informasi resmi dari otoritas terkait.

  • Memantau perkembangan ofensif darat di sekitar Bab Al-Mandab dan dampaknya terhadap keamanan pelayaran Laut Merah.
  • Mencermati informasi resmi otoritas penerbangan dan maskapai apabila terjadi perubahan operasional akibat perkembangan keamanan kawasan.
  • Mengikuti perkembangan keamanan di kota-kota Saudi yang pernah menjadi sasaran serangan lintas batas, seperti Khamis Mushait, Abha, dan Taif.
  • Menyiapkan jalur komunikasi darurat dengan jemaah dan mitra di lapangan apabila situasi keamanan kawasan berubah.

Catatan ASPHIRASI

Intensifikasi serangan udara Yaman di dekat Bab Al-Mandab dan rencana ofensif darat menunjukkan bahwa konflik di kawasan tersebut masih berlangsung. Pejabat militer Yaman memperkirakan ofensif darat dapat dimulai dalam beberapa hari, tetapi pelaksanaan operasi tersebut belum terjadi ketika laporan Arab News diterbitkan.

Serangan lintas batas Houthi yang menjangkau kota Khamis Mushait, Abha, dan Taif juga menunjukkan bahwa eskalasi konflik telah berdampak di luar wilayah Yaman.

Penyelenggara umrah dapat mempertimbangkan untuk memantau perkembangan situasi melalui sumber resmi, menjaga komunikasi dengan otoritas penerbangan dan mitra perjalanan di Arab Saudi, serta menyiapkan rencana kontingensi apabila muncul pembatasan atau perubahan jadwal akibat kondisi keamanan kawasan.

Perkembangan yang perlu terus diikuti meliputi kelanjutan ofensif darat menuju Mokha, Dhubab, dan Bab Al-Mandab, perkembangan jumlah korban dan pengungsi, respons komunitas internasional terhadap kebutuhan bantuan kemanusiaan, serta kemungkinan eskalasi lanjutan serangan lintas batas ke wilayah Arab Saudi.

Sumber: Arab News

Bagikan