Saudi Update

Hadapi Houthi, Mufti Besar Saudi Minta Pasukan Perbatasan Siap Berkorban

Hadapi Houthi, Mufti Besar Saudi Minta Pasukan Perbatasan Siap Berkorban

Mufti Besar Arab Saudi, Sheikh Saleh bin Fawzan Al-Fawzan, menyerukan kepada pasukan yang bertugas di wilayah perbatasan negara itu untuk siap mengorbankan nyawa dalam melawan kelompok Houthi. Seruan ini disampaikan melalui pernyataan resmi yang diterbitkan Saudi Press Agency (SPA) pada 25 September 2026.

Dalam pernyataan itu, Al-Fawzan mengatakan, "Melindungi negara besar ini dan menghukum siapa pun yang berupaya menjamah meski hanya sejengkal wilayahnya termasuk kewajiban terbesar dan bentuk pengabdian paling mulia, yang untuknya nyawa dan jiwa boleh dikorbankan demi mencari ridha Allah."

Pesan yang disebut jarang disampaikan dan bernada tegas ini banyak mengutip ayat Al-Qur'an serta hadis Nabi Muhammad terkait pengorbanan dan perjuangan membela agama. Pernyataan tersebut secara khusus ditujukan kepada personel yang ditempatkan di garis perbatasan Arab Saudi serta pasukan koalisi, menyusul berminggu-minggu eskalasi kekerasan antara Arab Saudi dan Houthi.

Serangan rudal dan drone Houthi meningkat setelah kelompok itu menguasai jalur Bab al-Mandab

Belakangan ini, Houthi menyerang Arab Saudi dengan rentetan rudal dan drone, sementara Arab Saudi membalas dengan serangan udara. Dua pekan sebelum pernyataan Al-Fawzan terbit, pasukan Houthi merebut kendali jalur pelayaran Bab al-Mandab, yang berpotensi memperburuk krisis minyak dunia di tengah gangguan arus komoditas tersebut di Selat Hormuz.

Eskalasi ini merupakan babak terbaru dari perang saudara Yaman yang telah berlangsung 12 tahun. Konflik itu sempat relatif mereda sejak gencatan senjata pada 2022, namun kembali memanas dan kini disebut terkait dengan konflik Iran yang lebih luas. Pernyataan Al-Fawzan turut menyebut penegakan otoritas pemerintah Yaman yang diakui secara internasional atas seluruh wilayah negara itu sebagai "salah satu kewajiban paling mendesak."

Otoritas Saudi soroti sejumlah dugaan serangan Houthi terhadap wilayah dalam negeri Arab Saudi

Televisi pemerintah Arab Saudi dalam beberapa pekan terakhir menayangkan rekaman yang diklaim sebagai serangan Houthi terhadap sebuah masjid di wilayah selatan Kerajaan.

Otoritas Saudi juga menuduh Houthi melancarkan serangan ke arah Makkah, kota suci umat Islam. Arab News tidak merinci lebih lanjut kronologi maupun dampak dari tuduhan tersebut.

Dalam pernyataan yang sama, Al-Fawzan berdoa, "Kami memohon kepada Allah Yang Maha Kuasa untuk memberikan pertolongan bagi kalian semua, dan melindungi negeri-negeri kami serta Yaman tercinta dari segala bahaya. Kami juga memohon kepada-Nya untuk mewujudkan kekalahan total kelompok Houthi beserta pihak-pihak yang membantu dan mendukung mereka." Ia menegaskan pasukan di garis depan wajib senantiasa siaga menjalankan tugas, taat kepada pemimpin dan komandan lapangan, serta menjalankan perintah dengan presisi sebagaimana diperintahkan Allah kepada para sahabat Nabi.

Apa artinya bagi travel dan jemaah haji serta umrah Indonesia?

Seruan Mufti Besar ini menunjukkan bahwa ketegangan keamanan di kawasan perbatasan Arab Saudi dengan Yaman belum mereda, seiring rangkaian serangan rudal dan drone Houthi serta balasan serangan udara Arab Saudi. Bagi penyelenggara perjalanan haji dan umrah Indonesia, perkembangan ini perlu dicermati sebagai bagian dari pemantauan risiko keamanan perjalanan jemaah, meski sumber tidak menyebutkan adanya gangguan langsung terhadap operasional haji dan umrah.

  • Memantau perkembangan situasi keamanan di perbatasan Arab Saudi-Yaman melalui sumber resmi sebelum keberangkatan jemaah.
  • Menyiapkan jalur komunikasi darurat dengan otoritas dan maskapai bila terjadi perubahan status keamanan penerbangan.
  • Mencermati potensi dampak gangguan di Bab al-Mandab dan Selat Hormuz terhadap jalur logistik dan biaya operasional penerbangan.

Catatan ASPHIRASI

Seruan dari otoritas keagamaan utama Arab Saudi kepada pasukan di perbatasan menjadi penanda bahwa ketegangan dengan Houthi dipandang serius oleh Kerajaan. Bagi industri haji dan umrah, hal ini menegaskan pentingnya memasukkan faktor keamanan kawasan perbatasan sebagai bagian dari penilaian risiko perjalanan, meskipun lokasi konflik yang disebutkan berada di wilayah perbatasan, bukan di kota-kota tujuan ibadah.

Langkah praktis yang dapat ditempuh penyelenggara antara lain memperbarui informasi resmi mengenai situasi keamanan Arab Saudi-Yaman secara berkala, menjaga komunikasi dengan mitra di lapangan, serta menyiapkan skema alternatif jadwal maupun rute perjalanan jika otoritas setempat mengeluarkan pembatasan baru.

Perkembangan yang perlu terus dipantau meliputi kelanjutan serangan Houthi dan balasan Arab Saudi, dampak penguasaan Bab al-Mandab terhadap arus minyak dan logistik kawasan, serta ada tidaknya pernyataan resmi lanjutan dari otoritas Saudi maupun Yaman terkait keamanan wilayah sekitar tujuan ibadah.

Sumber: SPA

Bagikan