
RIYADH — Status operasional Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, belum sepenuhnya jelas setelah berakhirnya masa penutupan yang dijadwalkan hingga 17 Oktober 2026. Sejumlah laporan media pada Minggu (18/10/2026) memberikan informasi berbeda mengenai pembukaan kembali bandara dan kelanjutan penerbangan komersial.
Media Inggris, The National, melaporkan pada 18 Oktober bahwa bandara Riyadh telah dibuka kembali. Namun, sejumlah maskapai internasional masih menangguhkan atau membatalkan penerbangan ke ibu kota Arab Saudi tersebut maupun ke destinasi lain di negara itu.
Sementara itu, laporan Inside Aviation pada tanggal yang sama menyebut Bandara King Khalid telah dibuka kembali, tetapi belum menerima lalu lintas penerbangan terjadwal secara normal. Laporan tersebut mengacu pada pemberitahuan penerbangan atau Notice to Airmen (NOTAM) yang mensyaratkan izin terlebih dahulu dari otoritas penerbangan sipil Arab Saudi.
Hingga penelusuran sumber yang dilakukan pada Senin (19/10/2026), belum ditemukan pengumuman resmi terbaru dari General Authority of Civil Aviation (GACA) atau Saudi Press Agency (SPA) setelah 17 Oktober yang mengonfirmasi pemulihan penuh penerbangan komersial reguler di bandara tersebut.
Laporan Pembukaan Kembali Bandara Riyadh Berbeda
The National menyebut Bandara Internasional King Khalid telah kembali dibuka pada 18 Oktober. Meski demikian, pemulihan operasional bandara belum diikuti oleh penghentian pembatalan penerbangan oleh seluruh maskapai.
Di sisi lain, Inside Aviation menerbitkan laporan berjudul Saudi Arabia: Riyadh Airport Reopens but Not to Scheduled Traffic pada 18 Oktober. Media penerbangan tersebut menyatakan bandara telah dibuka kembali, tetapi belum melayani lalu lintas penerbangan terjadwal.
Laporan itu juga menyebut NOTAM A3651/26 membatasi penggunaan bandara untuk pesawat yang merencanakan pengalihan rute atau pendaratan alternatif (diversion).
Sebelumnya, detikTravel dalam laporan pada 18 Oktober pukul menyatakan belum ada pengumuman pembukaan kembali yang terkonfirmasi saat artikel diterbitkan. Dengan mengutip data Flightradar24, laporan itu juga menyebut mayoritas penerbangan di Bandara Riyadh masih berstatus dibatalkan pada pemantauan pagi hingga siang hari.
Perbedaan laporan tersebut perlu dibaca berdasarkan waktu penerbitan dan jenis informasi yang digunakan. Pembukaan kembali bandara tidak selalu berarti seluruh penerbangan komersial terjadwal telah kembali beroperasi.
Sejumlah Maskapai Masih Menangguhkan Penerbangan
Laporan The National pada 18 Oktober mencatat sejumlah maskapai masih memberlakukan pembatalan atau penangguhan layanan ke Riyadh dan beberapa destinasi lain di Arab Saudi. Jadwal pemulihan yang diumumkan berbeda-beda menurut maskapai dan rute.
Beberapa contoh yang dicantumkan dalam laporan tersebut meliputi:
- Etihad Airways: penerbangan Abu Dhabi–Riyadh dibatalkan hingga 19 Oktober.
- Oman Air: penerbangan menuju dan dari Riyadh ditangguhkan hingga 22 Oktober.
- Air India dan Air India Express: layanan ke Riyadh, Jeddah, dan Dammam ditangguhkan hingga 24 Oktober.
- IndiGo: penerbangan ke Riyadh, Jeddah, Dammam, dan Madinah dibatalkan hingga 24 Oktober.
- KLM: pembatalan penerbangan ke Riyadh dan Dammam diperpanjang hingga 31 Oktober.
Jadwal tersebut merupakan informasi yang dilaporkan pada 18 Oktober, bukan konfirmasi bahwa semua penerbangan terkait tetap dibatalkan pada 19 Oktober. Status terbaru perlu diperiksa melalui pemberitahuan masing-masing maskapai.
CNBC Indonesia juga menerbitkan pembaruan mengenai pembatalan penerbangan ke Arab Saudi pada 18 Oktober. Namun, daftar lengkap dalam laporan tersebut belum dapat diverifikasi secara independen dalam penelusuran ini.
Belum Ada Konfirmasi Resmi tentang Pemulihan Penerbangan Reguler
Penelusuran terhadap Saudi Press Agency dan situs resmi GACA belum menemukan pengumuman setelah 17 Oktober yang secara tegas menyatakan penerbangan komersial terjadwal di Bandara Riyadh telah kembali normal.
Dengan demikian, informasi mengenai pembukaan kembali bandara masih perlu dibedakan dari kepastian pemulihan layanan penerbangan komersial. Laporan media menyebut bandara telah dibuka dengan pembatasan, sementara sejumlah maskapai masih menerapkan penangguhan atau pembatalan pada rute tertentu.
Bagi penumpang yang memiliki jadwal perjalanan menuju atau dari Riyadh, status penerbangan sebaiknya dikonfirmasi langsung kepada maskapai sebelum berangkat ke bandara. Jadwal pemulihan layanan juga dapat berbeda antara satu maskapai dan maskapai lainnya.
Catatan ASPHIRASI: Bandara Dibuka Belum Tentu Jadwal Normal
Laporan yang saling berbeda soal Bandara King Khalid menunjukkan pentingnya membaca kabar penerbangan dengan cermat. Bandara yang disebut dibuka kembali belum tentu melayani penerbangan terjadwal seperti biasa. Dalam penelusuran artikel ini, belum ditemukan pengumuman resmi GACA yang menegaskan pemulihan penuh.
Bagi anggota asosiasi, situasi ini menuntut komunikasi aktif kepada jemaah. Travel yang memakai rute transit sebaiknya memeriksa status tiap penerbangan langsung kepada maskapai, lalu menyampaikan perkembangannya kepada jemaah secara berkala. Kabar yang beredar di media sosial tidak bisa dijadikan dasar keputusan berangkat.
Jemaah juga perlu tahu bahwa jadwal pemulihan berbeda antarmaskapai dan antarrute. Bila penerbangan berubah, tanyakan kepada travel rencana pengganti yang disiapkan dan bagaimana ketentuan biayanya. Kejelasan sejak awal mencegah perselisihan di kemudian hari.




