
Sejumlah maskapai internasional menangguhkan atau membatalkan penerbangan ke sejumlah kota di Arab Saudi hingga akhir Oktober dan November 2026. Kebijakan tersebut berbeda-beda, mulai dari penghentian sementara rute tertentu hingga pembatalan penerbangan pada periode terbatas.
Laporan Reuters pada 20 Oktober dan The National pada 25 Oktober 2026 mencatat sejumlah maskapai masih menerapkan pembatasan layanan ke Riyadh, Jeddah, Dammam, dan kota lainnya. Namun, tidak semua penerbangan menuju Arab Saudi dihentikan, dan jadwal pemulihan berbeda menurut maskapai serta rute yang dilayani.
Daftar Maskapai dan Jadwal Penangguhan
Berdasarkan laporan tersebut, sejumlah maskapai yang memiliki jadwal penangguhan atau pembatalan melewati 26 Oktober 2026 antara lain:
- Air India dan Air India Express: penangguhan layanan ke Riyadh, Jeddah, dan Dammam dilaporkan berlangsung hingga 7 November.
- Akasa Air: penerbangan Riyadh ditangguhkan hingga 30 November, sedangkan layanan Jeddah hingga 10 November.
- Etihad Airways: sejumlah penerbangan ke Riyadh, Dammam, dan Jeddah dibatalkan pada periode yang dilaporkan hingga awal November.
- Emirates: layanan ke Riyadh dan Dammam dijadwalkan pulih pada 8 November, sementara penerbangan ke Jeddah dijadwalkan kembali pada 30 Oktober.
- IndiGo: pembatalan penerbangan ke Riyadh, Jeddah, Dammam, dan Madinah dilaporkan berlangsung hingga 31 Oktober.
- Lufthansa Group: layanan Riyadh ditangguhkan hingga 18 November, sementara penangguhan rute Dammam dilaporkan berlangsung hingga 30 November.
- KLM: pembatalan penerbangan ke Riyadh dan Dammam dilaporkan berlangsung hingga 31 Oktober.
- Oman Air dan SalamAir: penangguhan penerbangan ke Riyadh dilaporkan berlangsung hingga 31 Oktober; SalamAir juga membatalkan layanan Dammam pada periode tersebut.
- Philippine Airlines: penangguhan penerbangan Riyadh dilaporkan berlangsung hingga 29 November.
- Scoot: penerbangan Singapura–Jeddah dibatalkan hingga 2 Desember.
- Cathay Pacific: pengoperasian kembali rute Hong Kong–Riyadh ditunda hingga 31 Januari 2027.
Daftar tersebut merujuk pada laporan yang diterbitkan pada 20–25 Oktober 2026. Tanggal pemulihan merupakan jadwal yang dilaporkan dan bukan jaminan bahwa seluruh layanan akan kembali normal pada tanggal tersebut.
Sumber: Reuters, 20 Oktober 2026 dan The National, 25 Oktober 2026.
Bagaimana Dampaknya bagi Jemaah Umrah Indonesia?
Pembatalan penerbangan internasional berpotensi memengaruhi perjalanan umrah yang menggunakan rute transit. Namun, dampaknya bergantung pada maskapai, rute, tanggal perjalanan, serta pengaturan tiket masing-masing jemaah.
Kementerian Perhubungan (Kemenhub), dalam pemantauan pada 12 Oktober 2026, menyatakan sejumlah penerbangan transit mengalami pembatalan, perubahan rute, atau pengaturan ulang perjalanan. Pada saat itu, penerbangan langsung Indonesia–Arab Saudi yang tercakup dalam pemantauan, termasuk layanan Garuda Indonesia dan Saudia, masih beroperasi.
Kemenhaj Imbau Jemaah Memilih Penerbangan Langsung
Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak pada 14 Oktober 2026 mengimbau jemaah umrah Indonesia memilih penerbangan langsung menuju Jeddah atau Madinah. Imbauan tersebut disampaikan sebagai langkah antisipasi terhadap gangguan penerbangan transit di tengah perkembangan situasi keamanan di Timur Tengah.
Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf kembali menyampaikan imbauan serupa pada 17 Oktober. Berdasarkan pemantauan pemerintah saat itu, penerbangan langsung menuju Arab Saudi relatif aman, sedangkan sejumlah penerbangan transit mengalami penundaan lebih panjang.
Kemenhaj juga berkoordinasi dengan Kemlu, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Riyadh, dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah untuk memantau perkembangan situasi.
Bagi jemaah yang telah memiliki tiket, status penerbangan tetap perlu dikonfirmasi kepada maskapai atau penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU), terutama jika perjalanan menggunakan penerbangan transit. Imbauan memilih penerbangan langsung tersebut merupakan langkah antisipasi, bukan pernyataan bahwa seluruh penerbangan transit dibatalkan atau semua jemaah umrah Indonesia terdampak.




