Saudi Update

AS Tegaskan Komitmen Pertahanan untuk Arab Saudi di Tengah Serangan Houthi

AS Tegaskan Komitmen Pertahanan untuk Arab Saudi di Tengah Serangan Houthi

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio menegaskan bahwa Washington akan memenuhi komitmen pertahanannya kepada Arab Saudi. Pernyataan itu disampaikan di New York pada Rabu, 23 September 2026, di tengah meningkatnya ketegangan kawasan dan serangkaian serangan Houthi terhadap Arab Saudi.

Ketika ditanya wartawan apakah Presiden Donald Trump siap mengambil langkah lebih jauh terhadap Houthi, Rubio mengatakan Amerika Serikat memiliki perjanjian pertahanan yang kuat dengan Arab Saudi dan akan memenuhi komitmennya berdasarkan perjanjian tersebut.

Rubio tidak menjelaskan opsi militer yang tersedia bagi Trump. Ia mengatakan presiden memiliki “banyak opsi” yang tersedia, sekaligus kembali menyebut Arab Saudi sebagai mitra pertahanan strategis Amerika Serikat.

Rubio Tegaskan Komitmen Pertahanan Tetap Berjalan

“Kami telah membuat komitmen kepada mereka. Kami akan memenuhi komitmen itu. Kami sedang memenuhi komitmen itu sekarang,” kata Rubio, sebagaimana dilaporkan Arab News.

Pernyataan tersebut disampaikan ketika Rubio ditanya mengenai kemungkinan langkah Amerika Serikat menghadapi Houthi. Rubio tidak menjelaskan lebih lanjut bentuk respons militer yang mungkin dipilih pemerintahan Trump.

Arab Saudi memang menghadapi serangkaian serangan Houthi dalam beberapa pekan terakhir. Pada 19 September, Saudi Press Agency (SPA) melaporkan bahwa pertahanan udara Saudi mencegat rudal balistik yang diluncurkan Houthi menuju Riyadh. SPA juga melaporkan adanya upaya serangan terhadap sejumlah kota lain yang berhasil digagalkan.

Dalam pernyataan bersama pada 22 September, menteri luar negeri Arab Saudi, Mesir, Pakistan, dan Turki juga mengecam serangan terhadap Arab Saudi, termasuk serangan Houthi, serta menyatakan dukungan terhadap keamanan dan kedaulatan Kerajaan.

Perjanjian Pertahanan AS-Saudi Diteken pada November 2025

Arab Saudi dan Amerika Serikat menandatangani U.S.-Saudi Strategic Defense Agreement pada 18 November 2025, saat Putra Mahkota Mohammed bin Salman berkunjung ke Washington.

Gedung Putih menyebut perjanjian tersebut memperkuat kemitraan pertahanan yang telah berlangsung selama lebih dari 80 tahun dan ditujukan untuk memperkuat daya tangkal di Timur Tengah serta memperdalam kerja sama pertahanan kedua negara.

Pada kunjungan yang sama, Trump juga menetapkan Arab Saudi sebagai major non-NATO ally, menurut Gedung Putih.

Serangan Infrastruktur Energi Merupakan Insiden Berbeda

Rubio juga mengatakan Washington memantau serangan terbaru terhadap Arab Saudi dan menyebut serangan terhadap infrastruktur energi di kawasan sebagai hal yang “sangat mengkhawatirkan”. Ia menyambut beroperasinya kembali sebuah jalur pipa minyak Saudi yang sebelumnya ditutup sementara setelah serangan pada awal September. Menurut Rubio, infrastruktur tersebut penting bagi ekonomi Saudi dan perdagangan global.

Namun, insiden terhadap pipa tersebut tidak sebaiknya disatukan dengan serangan Houthi.

Laporan mengenai serangan pada East-West pipeline menyebut sejumlah drone diluncurkan dari wilayah Irak. Pemerintah Saudi menyatakan serangan tersebut menargetkan pipa minyak, sementara pemerintah Irak kemudian menyatakan bahwa penyelidikan menemukan drone diluncurkan dari wilayah Provinsi Maysan.

Rubio juga menuduh Iran mendukung kelompok-kelompok di kawasan yang menyerang infrastruktur energi dan warga sipil. Ia mengatakan milisi Syiah di Irak yang didukung Teheran kemungkinan terlibat dalam serangan terhadap infrastruktur energi baru-baru ini. Pernyataan mengenai keterlibatan tersebut merupakan penilaian Rubio dan belum seharusnya ditulis sebagai fakta independen.

Belum Ada Dampak Langsung yang Dilaporkan terhadap Layanan Umrah

Pernyataan Rubio memperlihatkan bahwa keamanan Arab Saudi masih menjadi bagian dari pembahasan Amerika Serikat di tengah eskalasi regional.

Namun, laporan mengenai pernyataan Rubio dan serangan yang dibahas dalam pemberitaan tersebut tidak menyebut adanya gangguan langsung terhadap layanan haji atau umrah.

Karena itu, informasi mengenai dampak terhadap perjalanan jemaah sebaiknya tidak ditarik sebagai kesimpulan dari perkembangan keamanan tersebut. Penyelenggara dan jemaah dapat merujuk pada informasi resmi otoritas Saudi dan pemerintah Indonesia apabila terjadi perubahan pada jalur perjalanan, penerbangan, atau layanan yang berkaitan dengan ibadah.

Catatan ASPHIRASI

Pernyataan Rubio menempatkan hubungan pertahanan Amerika Serikat-Arab Saudi kembali dalam sorotan ketika Kerajaan menghadapi serangkaian ancaman keamanan.

Di satu sisi, otoritas Saudi melaporkan serangan Houthi terhadap wilayah Kerajaan. Di sisi lain, serangan terhadap infrastruktur energi yang dibahas Rubio merupakan insiden berbeda yang dalam laporan sebelumnya dikaitkan dengan drone yang diluncurkan dari Irak.

Bagi industri haji dan umrah, perkembangan tersebut relevan sebagai bagian dari pemantauan kondisi keamanan kawasan. Namun, sejauh informasi yang tersedia dalam pemberitaan ini, belum terdapat data yang menunjukkan gangguan langsung terhadap penyelenggaraan ibadah haji atau umrah.

Perkembangan berikutnya yang relevan untuk dipantau adalah respons Amerika Serikat terhadap serangan Houthi, perkembangan keamanan di Arab Saudi, serta kondisi infrastruktur dan transportasi yang berkaitan dengan mobilitas jemaah.

Sumber: Arab News

Bagikan