
Dammam Airports Co. menandatangani kontrak desain dengan perusahaan konsultan WSP untuk mengembangkan Bandara Internasional King Fahd di Dammam sesuai rencana induk yang telah disetujui. Dilansir Saudi Press Agency (SPA) dan dikutip Arab News pada 14 September 2026, kesepakatan ini membuka jalan bagi pengembangan kapasitas bandara hingga 32 juta penumpang per tahun.
Proyek desain tersebut mencakup perluasan terminal penumpang, peningkatan fasilitas bandara, pembenahan pintu masuk dan jalan akses, sistem penanganan bagasi, layanan digital, serta papan petunjuk di dalam terminal. Penandatanganan dilakukan oleh Chief Executive Officer Dammam Airports, Mohammed Al-Hassany, bersama Presiden WSP untuk kawasan Timur Tengah dan Asia, Dean McGrail.
Rencana induk bandara yang diumumkan pada Juli 2025 menargetkan lebih dari 19,3 juta penumpang per tahun pada 2030, atau lebih dari dua kali lipat jumlah penumpang yang dilayani pada 2022. Dalam jangka panjang, kapasitas penumpang bandara ini diproyeksikan mencapai 32 juta per tahun.
Desain baru menyasar kapasitas kargo 600.000 ton dan 77 pergerakan pesawat per jam
Selain menambah kapasitas penumpang, proyek ini menargetkan kapasitas kargo udara lebih dari 600.000 ton per tahun serta kemampuan menangani 77 pergerakan pesawat per jam. Al-Hassany menyebut penandatanganan ini sebagai langkah penting dalam perjalanan pengembangan Bandara Internasional King Fahd.
Ia menambahkan bahwa proyek ini bertujuan memberikan pengalaman perjalanan yang lebih lancar dan berkualitas melalui solusi desain modern dan teknologi cerdas yang menjawab kebutuhan penumpang serta mendukung pertumbuhan transportasi udara dan kargo ke depan. Menurut keterangan resmi, langkah ini juga diarahkan untuk memperkuat posisi bandara sebagai pintu gerbang internasional yang menghubungkan Provinsi Timur dengan dunia. Desain proyek turut memasukkan aspek keberlanjutan, termasuk efisiensi energi dan sumber daya, pengurangan dampak lingkungan, serta penguatan ketahanan infrastruktur.
Kontrak ini melanjutkan investasi transportasi senilai lebih dari SR3 miliar
Kontrak desain terbaru ini menyusul kesepakatan senilai lebih dari SR1,2 miliar (320 juta dolar AS) yang diteken Dammam Airports pada Juni 2026, bagian dari paket kesepakatan sektor transportasi yang nilainya lebih dari SR3 miliar. Kesepakatan terkait bandara pada paket tersebut mencakup pembangunan stasiun pembangkit listrik baru dan jaringan distribusi tegangan menengah di Bandara Internasional King Fahd, peningkatan jaringan listrik yang sudah ada, serta rehabilitasi jalan utara yang menghubungkan bandara dengan Jembatan Safwa.
Pengembangan bandara ini merupakan bagian dari upaya Dammam Airports memperkuat infrastruktur transportasi udara Provinsi Timur, sejalan dengan sasaran Visi Saudi 2030 dan Strategi Transportasi dan Logistik Nasional. Proyek ini berlangsung di tengah target Arab Saudi menarik 150 juta kunjungan wisatawan per tahun pada 2030, termasuk 70 juta wisatawan internasional.
Berdasarkan data General Authority for Statistics, bandara ini melayani 13,7 juta penumpang pada 2025, menempati posisi ketiga di antara bandara-bandara Arab Saudi berdasarkan lalu lintas penumpang, di bawah Bandara Internasional King Abdulaziz di Jeddah dengan 53,5 juta penumpang dan Bandara Internasional King Khalid di Riyadh dengan 40,8 juta penumpang. Dammam Airports juga baru menerima enam akreditasi internasional dari Airports Council International dalam ajang ACI World Airport Experience Summit 2026 di Istanbul. Bandara Internasional King Fahd meraih akreditasi aksesibilitas Level 1 dan akreditasi kesehatan serta keselamatan, sementara Bandara Al-Ahsa dan Al-Qaisumah masing-masing meraih akreditasi aksesibilitas Level 1 dan akreditasi pengalaman pelanggan.
Apa artinya bagi travel dan jemaah Indonesia?
Data yang dirilis SPA tidak menyebutkan kaitan langsung proyek ini dengan penerbangan haji atau umrah asal Indonesia. Bandara Internasional King Fahd berada di Dammam, Provinsi Timur, sementara Jeddah dan Madinah merupakan dua bandara utama dalam mobilitas jemaah. Namun, King Fahd juga termasuk bandara yang ditetapkan Arab Saudi untuk melayani jemaah haji.
Dalam konteks industri, pengembangan kapasitas dan investasi berkelanjutan pada infrastruktur penerbangan Arab Saudi, termasuk di luar dua bandara utama jemaah, dapat menjadi salah satu indikator yang perlu dicermati penyelenggara perjalanan ibadah. Dampaknya terhadap rute atau kapasitas penerbangan jemaah Indonesia belum dapat dipastikan dari proyek ini saja.
- Memantau apakah ekspansi kapasitas bandara di Provinsi Timur turut memengaruhi rute penerbangan atau slot yang tersedia bagi maskapai yang melayani jemaah Indonesia.
- Mencermati perkembangan investasi infrastruktur penerbangan Arab Saudi sebagai salah satu indikator kesiapan negara tersebut menghadapi target 150 juta kunjungan wisatawan pada 2030.
- Mengikuti informasi resmi terkait jadwal penyelesaian proyek desain dan konstruksi lanjutan, karena Arab News tidak mencantumkan tenggat penyelesaian spesifik dalam kesepakatan ini.
Catatan ASPHIRASI
Kontrak desain antara Dammam Airports dan WSP menunjukkan bahwa pengembangan kapasitas bandara Arab Saudi juga berlangsung di luar Jeddah dan Riyadh, dengan kapasitas penumpang Bandara Internasional King Fahd ditargetkan mencapai 32 juta per tahun dalam jangka panjang, setelah melayani 13,7 juta penumpang pada 2025.
Bagi industri haji dan umrah Indonesia, belum ada dampak operasional langsung yang diumumkan dari kontrak desain ini. Namun, penyelenggara perjalanan ibadah dapat memantau perkembangan kapasitas bandara-bandara Arab Saudi secara menyeluruh, termasuk kemungkinan perubahan rute atau kerja sama maskapai di masa depan.
Ke depan, perlu dipantau perkembangan realisasi proyek desain ini, termasuk tahap konstruksi lanjutan, serta apakah investasi serupa turut menyasar bandara-bandara yang menjadi pintu masuk utama jemaah seperti Jeddah dan Madinah.
Sumber: Arab News




