
MAKKAH — Tiga anak terseret aliran banjir di Makkah, Arab Saudi, pada Selasa, 20 Oktober 2026. Operasi penyelamatan yang dilakukan tim Pertahanan Sipil atau Civil Defense menemukan dua anak meninggal dunia, sementara satu anak lainnya berhasil diselamatkan.
Menurut laporan Saudi Gazette pada 20 Oktober, tim Pertahanan Sipil merespons laporan mengenai tiga anak yang terseret arus banjir. Pada tahap awal, satu anak berhasil diselamatkan dan satu lainnya ditemukan meninggal dunia. Pencarian terhadap anak ketiga masih berlangsung saat laporan pertama diterbitkan.
Perkembangan berikutnya dilaporkan oleh media Saudi, Sabq. Dalam laporan yang diterbitkan pada malam 20 Oktober, Sabq menyebut tim Pertahanan Sipil menemukan anak ketiga dalam keadaan meninggal dunia. Dengan penemuan tersebut, pencarian terhadap ketiga anak dinyatakan selesai.
Media Saudi Al-Madinah juga melaporkan bahwa tim penyelamat menyisir sepanjang aliran banjir untuk mencari anak-anak yang terseret arus.
Pertahanan Sipil Imbau Warga Menjauhi Aliran Banjir
Setelah kejadian tersebut, Pertahanan Sipil mengimbau warga negara Saudi, penduduk, dan pengunjung agar menjauhi lembah serta lokasi yang menjadi tempat berkumpulnya air ketika hujan turun.
Peringatan itu disampaikan di tengah kondisi cuaca yang berpotensi memicu banjir di Makkah. Pada 20 Oktober, Pusat Meteorologi Nasional Saudi mengeluarkan peringatan merah untuk wilayah Makkah terkait potensi hujan lebat, angin kencang, hujan es, petir, dan aliran banjir.
Dalam panduan keselamatan yang diterbitkan pada hari yang sama, Pemerintah Kota Suci Makkah juga mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati saluran banjir dan lembah, serta tidak mencoba menyeberangi aliran air.
Otoritas setempat turut meminta masyarakat mengikuti informasi cuaca dan arahan keselamatan yang dikeluarkan instansi berwenang.
Sumber: Saudi Gazzeette




