Saudi Update

Dewan Keamanan PBB Kecam Serangan Houthi ke Arab Saudi, Dukung Hak Bela Diri Riyadh

Dewan Keamanan PBB Kecam Serangan Houthi ke Arab Saudi, Dukung Hak Bela Diri Riyadh

Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengecam dengan “istilah paling keras” serangkaian serangan Houthi terhadap Arab Saudi. Dalam pernyataan pers yang disampaikan pada Jumat, 18 September 2026, anggota Dewan Keamanan juga menegaskan dukungan terhadap hak Arab Saudi untuk membela diri sesuai hukum internasional.

Dalam pernyataannya, anggota Dewan Keamanan mengecam “serangan-serangan Houthi yang terus berlanjut terhadap Kerajaan Arab Saudi”, termasuk serangan yang berdampak pada infrastruktur sipil dan energi serta mengakibatkan warga sipil terluka, termasuk perempuan dan anak-anak. Mereka juga menyampaikan solidaritas kepada Arab Saudi atas serangan yang berdampak pada warga sipil dan objek sipil di wilayah negara tersebut.

Anggota Dewan Keamanan turut mengecam serangan dan ancaman terhadap kapal-kapal komersial di Laut Merah dan Selat Bab al-Mandab. Mereka menekankan kewajiban untuk bertindak sesuai hukum internasional, khususnya Konvensi PBB tentang Hukum Laut (UNCLOS), serta menghormati hak dan kebebasan navigasi.

Dewan Keamanan juga menyerukan kerja sama praktis dengan pemerintah Yaman untuk mencegah Houthi memperoleh senjata, bantuan teknis, pelatihan, dan pendanaan bagi aktivitas militernya. Anggota Dewan Keamanan kembali menekankan pentingnya pelaksanaan penuh Resolusi Dewan Keamanan PBB 2216 (2015) dan resolusi terkait lainnya.

PBB mencatat 125 ribu orang mengungsi di Yaman sejak awal September

Anggota Dewan Keamanan menyoroti memburuknya situasi kemanusiaan di Yaman. Menurut Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan atau Office for the Coordination of Humanitarian Affairs (OCHA), sedikitnya 125 ribu orang telah mengungsi di seluruh Yaman sejak awal September. Anggota Dewan Keamanan memperingatkan bahwa eskalasi lebih lanjut dapat memperburuk situasi kemanusiaan dan memicu perpindahan penduduk tambahan.

Dewan Keamanan juga kembali menuntut pembebasan para tahanan secara tanpa syarat, aman, dan segera, termasuk 73 personel PBB serta staf organisasi nonpemerintah dan kelompok masyarakat sipil yang ditahan Houthi.

Anggota Dewan Keamanan menilai eskalasi militer Houthi di Yaman, serangan terhadap Arab Saudi, serta serangan dan ancaman terhadap pelayaran internasional di Laut Merah berisiko memperluas konflik, mengancam keamanan maritim dan perdagangan internasional, serta mengganggu upaya regional dan internasional untuk mencapai perdamaian di Yaman.

Anggota Dewan Keamanan juga menegaskan kembali dukungan terhadap Utusan Khusus PBB untuk Yaman Hans Grundberg dalam upayanya mendorong penyelesaian politik yang inklusif, melalui negosiasi, serta dipimpin dan dimiliki oleh pihak-pihak Yaman.

Rentetan serangan Houthi disebut terberat sejak gencatan senjata runtuh pada Juli

Menurut Arab News, pernyataan Dewan Keamanan tersebut disampaikan di tengah rentetan serangan Houthi ke Arab Saudi yang disebut sebagai yang terberat sejak gencatan senjata dalam perang saudara Yaman runtuh pada Juli.

Arab News melaporkan bahwa koalisi militer pimpinan Arab Saudi menyebut serangkaian serangan pada 8 September telah melukai 73 orang dan mengenai infrastruktur energi Aramco di dekat perbatasan Yaman. Laporan tersebut juga menyebut serangan hampir setiap hari ke Khamis Mushait, Abha, Jazan, dan Najran hingga pertengahan September.

Untuk serangan pada 14 September, Arab News melaporkan bahwa 13 warga sipil lainnya terluka dan sejumlah rumah serta kendaraan mengalami kerusakan. Rincian mengenai serangan dan korban tersebut berasal dari laporan pihak Saudi yang dikutip dalam pemberitaan.

Dalam pernyataan terpisah yang disampaikan kepada Dewan Keamanan, Asisten Sekretaris Jenderal PBB untuk Urusan Timur Tengah Khaled Khiari menyebut bahwa Houthi pada 14 September mengklaim menargetkan Pangkalan Udara King Khaled di Khamis Mushait dengan sejumlah rudal balistik dan drone. Ia juga menyebut serangan pada 8 September terhadap sasaran sipil dan ekonomi di Abha, Khamis Mushait, Jizan, dan Najran dilaporkan melukai 73 warga sipil.

Apa artinya bagi travel dan jemaah Indonesia?

Pernyataan Dewan Keamanan PBB merupakan perkembangan diplomatik terkait eskalasi konflik Yaman dan serangan Houthi terhadap Arab Saudi. Pernyataan tersebut sendiri tidak memuat perubahan operasional terhadap penyelenggaraan haji atau umrah Indonesia.

Bagi penyelenggara perjalanan ibadah di Indonesia, perkembangan ini dapat dipantau bersama arahan resmi dari otoritas terkait. Beberapa hal yang relevan untuk diperhatikan antara lain:

  • Perkembangan pemberitahuan keamanan dan penerbangan dari otoritas Arab Saudi.
  • Informasi resmi mengenai kondisi keamanan di wilayah yang menjadi jalur perjalanan jemaah.
  • Perkembangan situasi di Laut Merah dan Selat Bab al-Mandab yang menjadi perhatian Dewan Keamanan terkait keselamatan pelayaran.
  • Perkembangan upaya diplomatik PBB yang dipimpin Utusan Khusus Hans Grundberg untuk mendorong penyelesaian politik di Yaman.

Catatan ASPHIRASI

Pernyataan anggota Dewan Keamanan PBB menempatkan serangan Houthi terhadap Arab Saudi dalam konteks eskalasi yang juga berdampak pada warga sipil, infrastruktur sipil dan energi, serta pelayaran di Laut Merah dan Selat Bab al-Mandab. Dewan Keamanan menegaskan solidaritas kepada Arab Saudi dan hak inheren negara tersebut untuk membela diri sesuai hukum internasional.

Bagi penyelenggara perjalanan ibadah, perkembangan keamanan kawasan perlu diikuti melalui saluran resmi dan informasi yang dapat diverifikasi. Informasi mengenai kondisi penerbangan, keamanan wilayah, serta arahan bagi jemaah sebaiknya merujuk pada pemberitahuan otoritas terkait, bukan hanya laporan atau spekulasi di media sosial.

Ke depan, perkembangan yang relevan untuk dipantau mencakup implementasi Resolusi 2216 dan embargo senjata yang disebut Dewan Keamanan, kondisi para tahanan termasuk 73 personel PBB yang disebut masih ditahan, perkembangan perpindahan penduduk di Yaman, serta proses diplomatik yang difasilitasi Utusan Khusus PBB Hans Grundberg.

Sumber: Arab News

Bagikan