Berita

Indonesia dan Yordania Lanjutkan Pembahasan MoU Wisata Jemaah Haji-Umrah

Indonesia dan Yordania Lanjutkan Pembahasan MoU Wisata Jemaah Haji-Umrah

Jakarta – Pemerintah Indonesia dan Yordania melanjutkan pembahasan usulan nota kesepahaman (MoU) mengenai kunjungan wisata jemaah haji dan umrah Indonesia ke Yordania. Pembahasan itu dibahas dalam pertemuan antara Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf dengan Duta Besar Yordania untuk Indonesia, Sudqi Atallah Al Omoush, di kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), Selasa (6/10) pagi.

Pertemuan tersebut merupakan lanjutan atas usulan kerja sama yang sebelumnya telah disampaikan pihak Yordania kepada Kemenhaj. Dalam pertemuan itu, pembahasan difokuskan pada peluang menjadikan Yordania sebagai destinasi wisata alternatif bagi jemaah Indonesia, baik sebelum maupun setelah melaksanakan rangkaian ibadah haji dan umrah.

Menhaj mengatakan bahwa nota kesepahaman ini dirancang untuk memfasilitasi jemaah Indonesia yang ingin singgah dan berwisata di Yordania dalam perjalanan ibadah mereka.

“Perjanjian MoU ini berkaitan dengan perjalanan wisata bagi jemaah, baik sebelum maupun sesudah melaksanakan ibadah haji dan umrah. Pihak Yordania telah mengajukan usulan kerja sama ini sejak beberapa waktu lalu, dan pertemuan tadi merupakan kelanjutan pembahasannya untuk menyediakan destinasi wisata bagi jemaah kita yang berangkat atau pulang dari Tanah Suci,” ujar Menhaj di Kantor Kemenhaj, Jakarta.

Selain membahas kunjungan jemaah Indonesia ke Yordania, Menhaj juga menekankan pentingnya kerja sama yang berimbang. Ia menyebut harapan agar sinergi ini juga dapat menarik warga negara Yordania untuk berwisata ke Indonesia.

“Selain itu, kami berharap wisatawan dari Jordania pun tertarik berkunjung ke Indonesia. Jadi ada kerja sama timbal balik: jemaah kita singgah berwisata di Jordania setelah umrah, sementara warga Jordania juga kita ajak menikmati berbagai destinasi wisata di Indonesia,” imbuhnya.

Pertemuan itu disebut sebagai langkah tindak lanjut pembahasan usulan MoU agar rencana kerja sama antarkedua negara dapat dirumuskan secara komprehensif, matang, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Indonesia maupun Yordania. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Puji Raharjo, Staf Ahli Bidang Hubungan Antar Lembaga Hasan Afandi, serta Direktur Bina Haji Khusus dan Umrah Akhmad Fauzin.

Yordania selama ini dikenal memiliki sejumlah situs bersejarah yang terkait dengan sejarah Islam, termasuk makam Nabi Harun di dekat Petra dan lokasi-lokasi lain yang disebut dalam Al-Qur’an. Beberapa paket perjalanan umrah dari Indonesia selama ini sudah menawarkan kunjungan ke Yordania sebagai bagian dari “umrah plus”, namun usulan MoU ini menandai adanya wacana kerja sama resmi antarpemerintah terkait wisata jemaah haji dan umrah.

Sumber: Kemenhaj RI

Bagikan