
Jemaah yang ingin kembali berziarah ke Raudhah di Masjid Nabawi, Madinah, perlu memperhatikan ketentuan pemesanan izin melalui aplikasi Nusuk. Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi menyatakan bahwa izin kunjungan reguler baru dapat diajukan setelah 365 hari, dengan penerbitan tetap bergantung pada kelayakan dan jadwal yang tersedia.
Ketentuan tersebut disampaikan melalui unggahan akun resmi Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi di platform X pada 10 Oktober 2026. Pengumuman itu menjawab pertanyaan mengenai kapan pengunjung dapat mengajukan izin baru untuk memasuki Raudhah.
Izin Baru Diajukan Setelah 365 Hari
Dalam infografik yang menyertai pengumuman, kementerian mencantumkan masa 365 hari sebagai syarat penerbitan izin kunjungan Raudhah berikutnya.
Artinya, jemaah yang telah menggunakan izin kunjungan reguler perlu menunggu hingga periode tersebut berakhir sebelum mengajukan izin baru melalui Nusuk. Berakhirnya masa tunggu tidak menjamin jemaah langsung memperoleh jadwal kunjungan karena pemesanan tetap mengikuti kelayakan dan ketersediaan waktu yang ditampilkan dalam aplikasi.
Ketentuan tersebut juga pernah diberitakan Saudi Press Agency (SPA) pada 5 Desember 2025. Dalam laporan mengenai jam kunjungan Raudhah, SPA menyebut izin melalui Nusuk berlaku sekali setiap 365 hari, dengan opsi akses instan bagi pengunjung yang berada di dekat masjid.
Sementara itu, AJEL Indonesia melaporkan penjelasan kementerian mengenai waktu pengajuan izin baru tersebut dalam pemberitaan yang merujuk pada pengumuman resmi di platform X.
Instant Track Memungkinkan Kunjungan Berulang
Selain pemesanan reguler, aplikasi Nusuk menyediakan layanan Instant Track atau al-masar al-fawri sebagai pengecualian terhadap ketentuan kunjungan reguler satu kali dalam 365 hari. Melalui layanan ini, pengunjung dapat mengajukan kunjungan berulang ke Raudhah tanpa harus menunggu berakhirnya periode 365 hari.
Menurut FAQ resmi Nusuk, layanan ini ditujukan bagi pengunjung yang berada di sekitar Masjid Nabawi, Madinah. Pengunjung dapat membuka bagian Raudhah di aplikasi Nusuk, memilih layanan Instant Track, lalu memeriksa jadwal yang tersedia untuk mengajukan izin kunjungan.
Layanan Instant Track menjadi pengecualian dari ketentuan pemesanan reguler ke Raudhah satu kali dalam 365 hari. Nusuk menyebut jadwal baru melalui Instant Track tersedia setiap 20 menit, tetapi pengunjung tetap harus memperoleh slot yang tersedia untuk mendapatkan izin masuk.
Jemaah Perlu Memeriksa Jadwal Melalui Nusuk
Raudhah merupakan area di dalam Masjid Nabawi yang menjadi tujuan ziarah jemaah. Dengan adanya pembatasan pemesanan reguler, pemahaman terhadap masa tunggu dan mekanisme pengajuan menjadi penting, terutama bagi jemaah yang berharap mengunjunginya lebih dari satu kali selama berada di Madinah.
Jemaah dapat memeriksa informasi dan jadwal kunjungan melalui aplikasi Nusuk. Perlu diperhatikan bahwa ketentuan izin tersebut berlaku untuk kunjungan ke Raudhah, bukan untuk memasuki Masjid Nabawi secara keseluruhan.
Catatan ASPHIRASI: Kelola Harapan Jemaah soal Raudhah
Ketentuan masa tunggu izin Raudhah perlu dipahami jemaah sebelum berangkat, terutama mereka yang pernah berkunjung belum lama ini. Tanpa penjelasan sejak awal, jemaah bisa kecewa ketika izin reguler tidak dapat dipesan, padahal ketentuannya sudah diumumkan otoritas resmi.
Travel anggota asosiasi sebaiknya tidak menjanjikan kunjungan ke Raudhah sebagai bagian pasti dari paket. Sampaikan bahwa izin bergantung pada kelayakan dan slot yang tersedia di Nusuk, lalu bantu jemaah memahami pilihan Instant Track bila mereka berada di sekitar Masjid Nabawi.
Bagi jemaah, kunjungan ke Raudhah memang dinantikan, tetapi bukan bagian dari rukun umrah. Hati akan lebih tenang bila ketentuannya dipahami sejak manasik dan akun Nusuk disiapkan dengan benar sebelum tiba di Madinah.
Sumber: X/@HajMinistry وزارة الحج والعمرة




