
Raudhah menjadi salah satu tempat yang paling dinantikan jemaah ketika berkunjung ke Masjid Nabawi, Madinah. Area yang terletak di antara rumah Rasulullah SAW dan mimbar beliau itu memiliki keutamaan sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, bahwa tempat di antara rumah dan mimbar Rasulullah merupakan salah satu taman dari taman-taman surga.
Namun, jemaah tidak bisa lagi sekadar datang dan mengantre untuk memasuki Raudhah. Kunjungan harus melalui pemesanan jadwal menggunakan aplikasi resmi Nusuk. Sistem tersebut diterapkan untuk mengatur jumlah pengunjung, memisahkan waktu kunjungan laki-laki dan perempuan, serta menjaga ketertiban selama ibadah berlangsung.
Berdasarkan panduan resmi Nusuk yang diperbarui pada 22 April 2026, pemesanan reguler kunjungan Raudhah tersedia satu kali dalam setahun. Jemaah masih memiliki kesempatan untuk berkunjung kembali melalui layanan Instant Track apabila berada di sekitar kawasan Masjid Nabawi dan jadwal tersedia.
Mengapa Masuk Raudhah Perlu Izin?
Raudhah memiliki kapasitas terbatas, sementara jemaah yang ingin beribadah di dalamnya datang dari berbagai negara. Karena itu, otoritas Arab Saudi menerapkan sistem pemesanan untuk mengatur arus pengunjung dan memberikan kesempatan beribadah secara lebih tertib.
Izin kunjungan diperoleh melalui layanan Raudhah di aplikasi Nusuk. Jemaah harus memiliki pemesanan yang sudah dikonfirmasi dan menunjukkan QR code khusus ketika memasuki area tersebut.
Ketentuan ini berlaku untuk kunjungan ke Raudhah, bukan untuk keseluruhan Masjid Nabawi. Jemaah tetap dapat memasuki Masjid Nabawi tanpa izin khusus.
Lima Langkah Mendapatkan Izin Masuk Raudhah
Pengajuan izin dilakukan secara daring melalui aplikasi Nusuk. Berikut tahapan yang perlu diperhatikan:
- Siapkan akun Nusuk. Unduh aplikasi resmi Nusuk dan masuk menggunakan akun yang telah terdaftar. Pastikan informasi identitas pengunjung sudah benar.
- Pilih layanan Raudhah. Buka bagian Raudhah, kemudian pilih layanan izin salat untuk laki-laki atau perempuan sesuai identitas pengunjung.
- Tentukan jadwal kunjungan. Pilih tanggal dan waktu yang tersedia. Jemaah juga dapat menambahkan pendamping melalui fitur pengelolaan kelompok pengunjung.
- Konfirmasi kehadiran. Konfirmasi dapat dilakukan mulai 48 jam sebelum jadwal dan ditutup dua jam sebelum waktu kunjungan. Setelah konfirmasi berhasil, sistem akan menerbitkan QR code masuk.
- Datang sesuai jadwal. Hadir sekitar 30 menit sebelum waktu kunjungan dengan membawa QR code untuk diperiksa petugas.
QR code hanya dapat digunakan satu kali untuk satu kali masuk. Pemesanan yang sudah dikonfirmasi juga tidak dapat sekadar diubah jadwalnya. Jika berhalangan hadir, jemaah perlu membatalkan pemesanan melalui aplikasi sebelum jadwal kunjungan agar dapat mengajukan pemesanan kembali.
Nusuk juga menyediakan fitur pengelolaan kelompok. Satu penanggung jawab dapat menambahkan maksimal empat pengunjung lain, dengan persetujuan masing-masing melalui akun Nusuk. Konfirmasi pemesanan kelompok dilakukan oleh penanggung jawab tersebut.
Informasi mengenai fungsi dan cara penggunaan aplikasi dapat dibaca dalam ulasan Aplikasi Nusuk: Fungsi dan Cara Pemakaiannya bagi Jemaah.
Berapa Kali Jemaah Boleh Masuk Raudhah?
Nusuk menetapkan kesempatan pemesanan reguler Raudhah sebanyak satu kali dalam setahun. Ketentuan tersebut bukan berarti jemaah sama sekali tidak dapat kembali memasuki Raudhah selama periode tersebut.
Otoritas Saudi menyediakan layanan Instant Track atau jalur langsung bagi pengunjung yang berada dekat kawasan Masjid Nabawi. Melalui layanan ini, jemaah dapat mencari jadwal kunjungan tambahan berdasarkan ketersediaan waktu yang ditampilkan aplikasi.
Nusuk menyebutkan jadwal melalui layanan tersebut dapat tersedia setiap 20 menit. Namun, ketersediaan jadwal tetap bergantung pada kondisi dan kapasitas kunjungan.
Jika jadwal reguler yang diinginkan tidak tersedia, jemaah juga dapat memanfaatkan fitur daftar tunggu apabila ditawarkan dalam aplikasi.
Jadwal Kunjungan Raudhah Laki-Laki dan Perempuan
Waktu kunjungan Raudhah dipisahkan antara jemaah laki-laki dan perempuan. Berdasarkan pengumuman Saudi Press Agency (SPA) pada 20 Oktober 2026, jadwal kunjungan terbaru dibagi menjadi dua periode setiap hari, dengan pengaturan berbeda pada hari Jumat.
Hari biasa:
- Laki-laki: pukul 02.00 hingga waktu Subuh dan pukul 11.20 hingga waktu Isya.
- Perempuan: setelah waktu Subuh hingga pukul 11.00 dan setelah waktu Isya hingga pukul 02.00.
Hari Jumat:
- Laki-laki: pukul 02.00 hingga waktu Subuh dan pukul 09.00 hingga waktu Isya.
- Perempuan: setelah waktu Subuh hingga pukul 09.00 dan setelah waktu Isya hingga pukul 02.00.
Seluruh jadwal mengikuti waktu setempat Madinah. Periode tersebut merupakan jam operasional kunjungan, bukan jaminan bahwa setiap waktu tersedia untuk pemesanan. Jemaah tetap perlu memeriksa ketersediaan jadwal melalui aplikasi Nusuk sebelum berangkat menuju Masjid Nabawi.
Adab dan Ketentuan Selama Berada di Raudhah
Nusuk menetapkan durasi kunjungan selama 20 menit. Setelah waktu kunjungan selesai, jemaah diminta segera meninggalkan area agar pengunjung berikutnya dapat masuk sesuai jadwal.
Karena waktu beribadah terbatas, jemaah sebaiknya mempersiapkan kegiatan sebelum memasuki Raudhah.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan:
- Datang dalam keadaan suci, berpakaian sopan, dan sudah berwudu.
- Siapkan doa yang ingin dipanjatkan sebelum memasuki area.
- Manfaatkan waktu untuk salat, berdoa, dan berzikir.
- Tidak saling mendorong atau menyerobot antrean.
- Berikan ruang kepada jemaah lain, terutama pengunjung lanjut usia dan penyandang disabilitas.
- Patuhi arahan petugas dan segera keluar setelah waktu kunjungan berakhir.
- Hindari aktivitas swafoto atau siaran langsung yang mengganggu kekhusyukan dan kenyamanan pengunjung lain.
Nusuk memperbolehkan pengunjung mengambil foto di dalam Raudhah. Namun, otoritas Saudi menyarankan agar waktu kunjungan lebih dimanfaatkan untuk beribadah.
Ketentuan bagi Jemaah Lansia dan Penyandang Disabilitas
Jemaah lanjut usia dan penyandang disabilitas perlu memperhitungkan kondisi fisik ketika memilih jadwal kunjungan. Antrean dan kepadatan pengunjung dapat menjadi tantangan, terutama bagi jemaah yang memiliki keterbatasan mobilitas.
Nusuk menyebutkan tersedianya kursi roda manual dan kendaraan golf untuk membantu pengunjung lanjut usia, penyandang disabilitas, serta orang yang membutuhkan bantuan mobilitas. Fasilitas tersebut disediakan secara gratis.
Jemaah yang membutuhkan bantuan sebaiknya berkoordinasi dengan keluarga, pendamping, atau petugas rombongan sebelum menuju lokasi. Pengaturan waktu kunjungan juga perlu disesuaikan dengan kondisi fisik dan agenda perjalanan di Madinah.
Selain itu, Nusuk menyatakan anak-anak tidak diperbolehkan memasuki Raudhah demi menghindari risiko kepadatan dan desak-desakan. Namun, anak-anak tetap diperbolehkan memasuki Masjid Nabawi.
Catatan ASPHIRASI
ASPHIRASI memandang kunjungan ke Raudhah sebagai bagian dari pengalaman ibadah yang harus dijelaskan secara transparan oleh penyelenggara perjalanan. Kesempatan memasuki Raudhah bergantung pada sistem pemesanan, ketersediaan jadwal, dan ketentuan otoritas Arab Saudi. Karena itu, travel tidak sepatutnya menjanjikan kunjungan sebagai fasilitas yang pasti diperoleh setiap jemaah.
Bagi anggota asosiasi, pengurusan izin Raudhah perlu dimasukkan ke dalam materi manasik. Penjelasan sebaiknya mencakup praktik penggunaan aplikasi Nusuk, mekanisme konfirmasi kehadiran, pemisahan jadwal laki-laki dan perempuan, serta prosedur pembatalan apabila jemaah berhalangan hadir.
Jika travel membantu pengurusan pemesanan kelompok, jemaah perlu memperoleh informasi mengenai penanggung jawab pemesanan, status jadwal, dan prosedur mendapatkan QR code. Transparansi tersebut penting agar jemaah tidak baru mengetahui kendala teknis ketika sudah berada di Madinah.
Jemaah juga perlu berhati-hati terhadap tawaran jasa pengurusan izin berbayar dari pihak yang tidak jelas. Pemesanan resmi dilakukan melalui layanan Nusuk. Jika menggunakan bantuan pihak lain, pastikan pemesanan dan QR code benar-benar tercatat dalam sistem resmi.
Periksa Ketentuan Terbaru Sebelum Berkunjung
Tata cara pemesanan, jadwal kunjungan, dan ketersediaan layanan dapat berubah mengikuti kebijakan otoritas Arab Saudi. Jemaah sebaiknya memeriksa informasi terbaru melalui aplikasi Nusuk sebelum menuju Masjid Nabawi.
Panduan resmi dapat diakses melalui Nusuk – Al-Rawdah Al-Sharifah dan National Platform Saudi Arabia – Permit to Visit Al-Rawdah Al-Sharifiyah.




