
Ramadan 1448 Hijriah diperkirakan dimulai pada 8 Februari 2027. Perkiraan itu disampaikan peneliti BRIN Thomas Djamaluddin berdasarkan kriteria MABIMS yang dipakai pemerintah, dan sama dengan kalender Ummul Qura Arab Saudi. Pemerintah Indonesia sendiri baru menetapkan awal Ramadan melalui keputusan Menteri Agama.
Bagi calon jemaah umrah (umroh) Ramadan, tanggal yang tidak kalah penting adalah batas administrasi dari Arab Saudi. Dalam kalender operasional umrah 1448 H, 1 Syawal 1448 H atau 9 Maret 2027 menjadi hari terakhir penerbitan visa umrah. Artinya, umrah Ramadan 2027 jatuh di ujung musim umrah, sehingga ruang untuk memperbaiki dokumen yang bermasalah sangat sempit.
Kapan jemaah bisa berangkat umrah Ramadan 2027?
Jemaah bisa berangkat kapan saja sepanjang Ramadan, selama visanya terbit sebelum batas yang ditetapkan Arab Saudi. Libur Idulfitri di Indonesia dalam SKB tiga menteri ditetapkan pada 10 dan 11 Maret 2027, sehingga banyak rombongan merencanakan pulang di sekitar akhir Ramadan.
Tiga batas waktu yang wajib dicatat
- 9 Maret 2027 (1 Syawal 1448 H): batas terakhir penerbitan visa umrah.
- 23 Maret 2027 (15 Syawal 1448 H): batas terakhir jemaah umrah memasuki Arab Saudi.
- 7 April 2027 (30 Syawal 1448 H): batas terakhir jemaah umrah meninggalkan Arab Saudi.
Seluruh tahapan kalender itu dirangkum dalam kalender operasional umrah 1448 H.
Mengapa umrah Ramadan istimewa?
Rasulullah menyebut umrah pada bulan Ramadan setara pahalanya dengan haji, sebagaimana diriwayatkan Bukhari dan Muslim. Keutamaan itu menyangkut pahala, tidak menggantikan kewajiban haji bagi orang yang mampu. Karena keutamaannya, Ramadan dikenal sebagai salah satu waktu yang ramai di Makkah dan Madinah.
Enam persiapan sebelum berangkat
- Pilih travel berizin dan pastikan izinnya masih aktif. Musim ramai sering dipakai untuk menawarkan paket yang tidak jelas.
- Daftar lebih awal. Kursi pesawat dan kamar hotel pada musim ramai cepat terisi, dan visa harus terbit sebelum 9 Maret 2027.
- Siapkan aplikasi Nusuk untuk izin umrah dan izin masuk Raudhah. Izin terbit atas nama perorangan sesuai jadwal yang tersedia.
- Urus vaksin jauh hari. Pada ketentuan Arab Saudi 2026, vaksin meningitis wajib diberikan paling lambat 10 hari sebelum tiba, dan pendatang dari Indonesia juga dikenai syarat vaksin polio.
- Atur kondisi tubuh selama berpuasa. Jemaah lanjut usia dan yang punya penyakit bawaan sebaiknya berkonsultasi dengan dokter tentang jadwal ibadah dan obat.
- Minta jadwal kepulangan tertulis yang memperhitungkan batas masuk dan keluar Arab Saudi.
Panduan memakai aplikasinya ada di aplikasi Nusuk: 6 langkah memakainya.
Catatan ASPHIRASI
Umrah Ramadan 2027 memberi tekanan waktu yang berbeda dari musim biasa, karena jatuh di ujung siklus umrah 1448 H. Penyelenggara yang menjadwalkan keberangkatan mendekati batas penerbitan visa menyisakan ruang perbaikan yang sempit bila ada dokumen yang tertahan.
ASPHIRASI menyarankan anggota menuliskan ketiga batas waktu Arab Saudi di dalam perjanjian dengan jemaah, bukan hanya menyebutnya lisan saat penjualan. Kejelasan sejak awal mencegah perdebatan yang biasanya muncul ketika rombongan sudah berada di Tanah Suci.
Bagi jemaah, keutamaan Ramadan tidak boleh membuat keputusan pembayaran tergesa-gesa. Pastikan izin travel, jadwal penerbangan, dan nama hotel tertulis sebelum menyetor, terutama untuk paket yang menjanjikan keberangkatan di sepuluh hari terakhir.
Catatan mengenai kemutakhiran data
Tanggal 8 Februari 2027 adalah perkiraan awal Ramadan 1448 H, bukan penetapan resmi. Batas penerbitan visa, masuk, dan keluar Arab Saudi mengacu pada kalender operasional umrah 1448 H yang diumumkan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, dan persyaratan vaksin mengacu pada ketentuan 2026. Ketentuan tersebut dapat berubah, sehingga konfirmasikan kepada Kementerian Haji dan Umrah RI dan travel berizin sebelum berangkat.




