
Nusuk adalah aplikasi resmi yang dikelola otoritas haji dan umrah Arab Saudi. Fungsinya sebagai pintu layanan digital bagi jemaah, terutama untuk mengajukan izin ibadah yang kuotanya diatur, seperti izin masuk Raudhah di Masjid Nabawi. Aplikasi ini menggantikan peran aplikasi izin yang dipakai jemaah pada masa pandemi.
Bagi jemaah Indonesia, cara memakainya pada dasarnya sederhana: unduh dari toko aplikasi resmi, daftar dengan data paspor dan visa, lalu pilih layanan serta jadwal yang tersedia. Yang perlu dipahami, izin terbit atas nama perorangan dan hanya berlaku pada waktu yang tertera. Karena itu, jemaah sebaiknya mengenal aplikasinya sebelum berangkat, bukan baru mencoba ketika sudah berada di Madinah.
Apa saja fungsi Nusuk bagi jemaah?
Layanan di dalam Nusuk terus dikembangkan, sehingga menunya bisa berbeda dari waktu ke waktu. Secara umum, jemaah memakainya untuk keperluan berikut.
- Mengajukan izin masuk Raudhah di Masjid Nabawi sesuai jadwal dan kuota yang tersedia.
- Mengajukan izin umrah pada periode ketika otoritas Saudi mewajibkannya.
- Menyimpan dan menunjukkan bukti izin dalam bentuk digital kepada petugas.
- Memperoleh informasi layanan dan panduan selama berada di Makkah dan Madinah.
Izin semacam ini berkaitan dengan konsep tasreh. Penjelasannya dapat dibaca pada ulasan apa itu tasreh dan kapan jemaah membutuhkannya.
Enam langkah memakai Nusuk
- Unduh aplikasi dari toko aplikasi resmi di ponsel. Periksa nama pengembangnya dan hindari tautan unduhan yang dikirim lewat pesan berantai.
- Buat akun dengan data yang sama persis dengan paspor dan visa. Perbedaan ejaan nama atau nomor dokumen dapat membuat pendaftaran gagal.
- Lakukan verifikasi sesuai petunjuk di layar. Pastikan nomor ponsel atau alamat surel yang didaftarkan masih aktif dan bisa menerima kode.
- Pilih layanan yang dibutuhkan, lalu pilih tanggal dan jam yang masih tersedia. Jadwal yang penuh tidak dapat dipaksakan.
- Simpan bukti izin yang terbit. Ambil tangkapan layar sebagai cadangan bila sinyal di lokasi lemah.
- Datang sesuai waktu yang tertera dan ikuti arahan petugas. Bila berhalangan, batalkan izin di aplikasi agar jadwalnya bisa dipakai jemaah lain.
Kendala yang perlu diantisipasi
Kendala teknis bisa terjadi pada siapa saja. Pendaftaran dapat tertahan karena data visa belum terbaca sistem, kode verifikasi tidak masuk, atau jadwal yang diincar sudah habis. Jemaah lanjut usia dan jemaah yang tidak terbiasa memakai ponsel pintar juga memerlukan pendampingan dari keluarga atau petugas rombongan.
Untuk mengurangi risiko itu, siapkan akun sejak di Tanah Air bila sistem sudah mengizinkan, pastikan paket data atau layanan jelajah aktif, dan catat data akun di tempat yang aman. Jangan menyerahkan kata sandi kepada orang yang tidak dikenal.
Waspadai jasa pengurusan izin tidak resmi
Tingginya minat masuk Raudhah membuka celah bagi tawaran jasa pengurusan izin berbayar dari pihak yang tidak jelas. Jemaah perlu berhati-hati. Izin diterbitkan melalui kanal resmi atas nama pemilik akun, dan bukti izin yang tidak sah berisiko ditolak petugas di lokasi.
Bila travel membantu mengurus izin secara rombongan, mintalah penjelasan mengenai jadwal, nama yang terdaftar, serta apa yang terjadi bila izin tidak terbit.
Catatan ASPHIRASI
ASPHIRASI memandang digitalisasi layanan di Arab Saudi sebagai kenyataan yang harus dihadapi bersama oleh travel dan jemaah. Aplikasi seperti Nusuk membantu mengatur kepadatan, tetapi juga memindahkan sebagian urusan ke tangan jemaah. Di sinilah peran pendampingan penyelenggara menjadi penting.
Bagi anggota asosiasi, pengenalan aplikasi sebaiknya masuk ke materi manasik, lengkap dengan praktik langsung di ponsel jemaah. Travel juga perlu jujur dalam promosi. Kunjungan ke Raudhah bergantung pada izin dan kuota yang diatur otoritas Saudi, sehingga tidak sepatutnya dijanjikan sebagai hal yang pasti tanpa penjelasan.
Bagi jemaah, pegangannya sederhana: kenali aplikasinya sebelum berangkat, jaga data akun sendiri, dan tanyakan kepada travel siapa yang akan mendampingi bila terjadi kendala di lapangan.
Catatan mengenai kemutakhiran data
Fitur Nusuk, jenis izin yang diwajibkan, batas frekuensi pengajuan, dan tata cara pendaftarannya dapat berubah mengikuti kebijakan otoritas Arab Saudi. Artikel ini sengaja tidak mencantumkan angka atau jadwal. Sebelum berangkat, konfirmasikan ketentuan terbaru melalui kanal resmi Nusuk, Kementerian Haji dan Umrah, serta penyelenggara perjalanan yang berizin.




