Saudi Update

Jemaah Umrah Bangladesh Tewas Saat Transit di Bandara Riyadh Akibat Serangan Houthi

Jemaah Umrah Bangladesh Tewas Saat Transit di Bandara Riyadh Akibat Serangan Houthi

Dilansir Arab News pada 12 Oktober 2026, seorang guru dan imam asal Bangladesh, Nasrullah Badar, 37 tahun, meninggal dunia setelah serangan rudal Houthi menghantam Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, saat ia dan rombongan jemaah umrah sedang transit menuju Jeddah.

Badar memimpin rombongan 44 jemaah umrah asal Bangladesh yang berangkat dari Dhaka pada Sabtu pagi. Rombongan transit di Bandara Internasional King Khalid dan menunggu 2 jam untuk penerbangan lanjutan ke Jeddah. Serangan rudal terjadi pada siang hari itu, tepat ketika rombongan hendak naik ke pesawat.

Kakak Badar, Mohammad Ahsan Ullah Badar, mengatakan kepada Arab News bahwa ledakan terjadi tepat di samping adiknya, berdasarkan keterangan jemaah lain yang berada di lokasi.

Panggilan terakhir yang tak terdengar jelas

Setelah ledakan, Badar sempat menelepon keluarganya di Dhaka dua kali, namun tak bisa mengucapkan sepatah kata pun, diduga akibat luka parah. Panggilan susulan dari keluarga tak pernah terjawab. "Untuk sehari penuh, kami tidak menemukan jejaknya. Kami mencari ke berbagai rumah sakit, ke mana-mana, tetapi tidak menemukan apa pun," kata sang kakak.

Kepastian baru diperoleh keluarga pada Minggu pukul 4 sore, melalui pemberitahuan dari Kedutaan Besar Bangladesh di Arab Saudi. Sebelum kejadian, Badar sempat berpesan kepada ayahnya bahwa ia ingin menjalankan umrah atas nama sang ayah, serta meminta ibunya mendoakannya.

13 orang tewas dan lebih dari 300 orang terluka dalam serangan di Riyadh

Badar merupakan satu dari dua warga Bangladesh yang menjadi korban tewas dalam serangan rudal Houthi tersebut, dari total 13 orang yang tewas pada Sabtu itu. Serangan itu juga melukai lebih dari 300 orang lainnya.

Menurut Kedutaan Besar Bangladesh di Riyadh, sebanyak 24 warga Bangladesh ikut terluka, terdiri atas 11 pekerja migran dan 13 jemaah umrah. Seluruh korban luka asal Bangladesh itu dilaporkan masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Apa artinya bagi travel dan jemaah Indonesia?

Kisah Badar menunjukkan bahwa risiko di jalur transit penerbangan jemaah umrah maupun haji bukan sekadar kemungkinan teoretis. Insiden ini terjadi di Bandara Internasional King Khalid, titik transit yang selama ini rutin dilalui jemaah dari berbagai negara, termasuk kemungkinan rute jemaah Indonesia yang menuju Jeddah atau Madinah.

Bagi penyelenggara perjalanan umrah dan haji asal Indonesia, kejadian ini perlu dicermati sebagai dasar untuk mengevaluasi ulang pemilihan rute dan titik transit jemaah, khususnya penerbangan yang melintasi wilayah udara dekat zona konflik.

  • Memantau informasi keamanan penerbangan dan bandara transit sebelum memberangkatkan jemaah.
  • Mengevaluasi pilihan rute dan titik transit, termasuk kemungkinan opsi penerbangan langsung.
  • Menyiapkan jalur komunikasi darurat yang cepat antara penyelenggara, keluarga jemaah, dan otoritas setempat jika terjadi insiden.
  • Mengecek cakupan asuransi perjalanan jemaah terhadap risiko gangguan keamanan di titik transit.

Catatan ASPHIRASI

Kematian Nasrullah Badar menjadi pengingat nyata bahwa jemaah umrah dan haji yang transit di bandara-bandara Arab Saudi, termasuk Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, berada dalam situasi yang tidak selalu bebas dari risiko gangguan keamanan, menyusul serangan rudal yang menewaskan 13 orang dan melukai lebih dari 300 orang lainnya.

Travel dan penyelenggara umrah maupun haji di Indonesia perlu mencermati kembali jadwal dan rute transit jemaah, berkoordinasi dengan pihak penerbangan, serta memastikan tersedianya jalur informasi yang cepat kepada keluarga jemaah apabila terjadi insiden keamanan selama perjalanan.

Perkembangan lebih lanjut terkait kondisi para korban luka asal Bangladesh yang masih dirawat, termasuk langkah keamanan tambahan di Bandara Internasional King Khalid, perlu terus dipantau sebagai referensi bagi penyelenggara perjalanan ibadah dari Indonesia.

Sumber: Arab News

Bagikan