
Jumlah korban meninggal akibat serangan terhadap King Khalid International Airport di Riyadh, Arab Saudi, pada 10 Oktober 2026 meningkat menjadi 14 orang. Kenaikan tersebut terjadi setelah seorang warga negara India bernama Shaikh Sayeed meninggal dunia akibat luka berat yang diderita dalam insiden tersebut.
Kedutaan Besar India di Arab Saudi mengonfirmasi kematian Sayeed pada Rabu, 4 November 2026. Sayeed meninggal di ruang perawatan intensif (ICU) sebuah rumah sakit di Riyadh setelah berjuang melawan luka yang dialami selama lebih dari tiga minggu.
Duta Besar India untuk Arab Saudi, Shri Vipul, menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Sayeed. Dalam keterangannya kepada Arab News, Vipul mengatakan Sayeed mengalami luka parah dalam serangan pada 10 Oktober dan sempat menjalani perawatan intensif selama lebih dari tiga minggu.
Sayeed berasal dari Distrik Nizamabad, Telangana, India. Korban meninggalkan seorang istri dan tiga anak. Dua saudara laki-laki Sayeed diketahui bekerja di Riyadh.
Vipul mengatakan petugas kedutaan dan komunitas India di Arab Saudi terus berkomunikasi dengan keluarga korban serta otoritas setempat selama masa perawatan.
Kedutaan India juga sedang menyelesaikan administrasi pemakaman Sayeed di Riyadh sesuai permintaan keluarga. Perwakilan diplomatik India menyatakan akan memberikan bantuan yang diperlukan selama proses tersebut.
Dua warga India meninggal akibat serangan 10 Oktober
Sayeed merupakan warga negara India kedua yang meninggal akibat luka dari serangan terhadap King Khalid International Airport pada 10 Oktober 2026.
Sebelumnya, Mohammed Yusuf, warga India berusia 46 tahun asal Hyderabad, meninggal dunia setelah mengalami luka dalam insiden yang sama.
Dengan kematian kedua warga India tersebut, jumlah korban meninggal meningkat dari 12 menjadi 14 orang.
Berdasarkan laporan Arab News, korban meninggal terdiri atas empat warga negara Saudi dan 10 warga negara asing. Korban asing meliputi dua warga Bangladesh, dua warga India, serta masing-masing satu warga Amerika Serikat, Mesir, Yordania, Suriah, Palestina, dan Sudan.
Sebelumnya, General Authority of Civil Aviation (GACA) Arab Saudi melaporkan bahwa serangan pada 10 Oktober menyebabkan 12 orang meninggal dunia dan 309 lainnya mengalami luka-luka.
Angka awal tersebut diumumkan sebelum dua warga India yang mengalami luka dalam serangan meninggal dunia akibat kondisi medis yang diderita setelah kejadian.
Dua warga India lainnya masih menjalani perawatan
Selain dua warga India yang meninggal, masih terdapat warga India lain yang mengalami luka akibat serangan tersebut.
Duta Besar India Shri Vipul menyampaikan bahwa seorang warga India asal Kerala masih menjalani perawatan di ICU. Kondisinya dilaporkan stabil meskipun masih membutuhkan penanganan medis.
Seorang warga India lainnya juga masih menjalani perawatan di ruang rawat biasa.
Kedutaan India menyatakan terus memantau perkembangan kondisi kedua korban tersebut.
Vipul turut menyampaikan apresiasi kepada otoritas rumah sakit dan pemerintah Arab Saudi atas dukungan medis yang diberikan kepada warga India yang terluka.
Dalam pernyataan yang sama, Vipul kembali mengecam serangan terhadap kawasan dan infrastruktur sipil, termasuk bandara di Arab Saudi, yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dan luka-luka dari kalangan masyarakat sipil.
Duta Besar India berharap perdamaian dan kondisi normal dapat kembali terwujud di kawasan tersebut.
Dampak serangan melampaui hari kejadian
Perkembangan jumlah korban meninggal menunjukkan bahwa dampak serangan terhadap fasilitas penerbangan sipil tidak selalu berhenti ketika insiden berakhir. Kondisi korban yang mengalami luka kritis dapat terus berkembang selama masa perawatan, sebagaimana terlihat dari meninggalnya dua warga India beberapa pekan setelah kejadian.
Bagi sektor penerbangan internasional, insiden ini kembali menyoroti konsekuensi keamanan ketika infrastruktur sipil menjadi sasaran serangan dalam konflik bersenjata.
Dalam laporan awal pada 11 Oktober, GACA menyebut serangan terhadap King Khalid International Airport mengakibatkan kerusakan fasilitas dan 309 orang mengalami luka-luka. Sementara itu, perkembangan terbaru hingga 4 November menunjukkan jumlah korban meninggal telah mencapai 14 orang.
Informasi mengenai perkembangan kondisi korban dan dampak terhadap infrastruktur penerbangan tetap menjadi bagian penting dalam pemantauan keselamatan penerbangan di tengah meningkatnya ketegangan kawasan.
Sumber: Arab News




