
Mohammad Yousuf Ali, seorang insinyur teknologi informasi asal Hyderabad, India, meninggal dunia setelah terluka parah dalam serangan di dekat Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, pada 10 Oktober 2026. Ia sedang menjalani perjalanan umrah bersama keluarganya ketika insiden tersebut terjadi.
Dalam laporan Arab News pada 15 Oktober, sepupu sekaligus tetangga Yousuf, Mohammad Akbar Hashmi, mengatakan bahwa Yousuf dan anak sulungnya sedang membeli jus ketika sebuah proyektil menghantam area tidak jauh dari tempat keluarga mereka menunggu penerbangan menuju Madinah.
Keduanya mengalami luka parah dan dibawa ke rumah sakit. Menurut Hashmi, Yousuf meninggal dunia pada hari kedua perawatan setelah mengalami cedera yang menyebabkan salah satu kakinya terputus.
Perjalanan umrah pertama bersama keluarga
Yousuf berprofesi sebagai insinyur IT dan bekerja bergantian di Arab Saudi dan India. Perjalanan umrah tersebut menjadi pengalaman pertama bagi seluruh keluarganya untuk beribadah bersama.
Menurut Hashmi, perjalanan itu direncanakan sebagai ungkapan syukur setelah anak sulung Yousuf diterima untuk menempuh pendidikan teknik.
Keluarga tersebut terdiri atas Yousuf, istri, dua anak laki-laki, seorang anak perempuan, dan seorang bibi. Insiden tersebut menyebabkan sejumlah anggota keluarga mengalami luka dengan tingkat keparahan berbeda.
Dua anak laki-laki masih menjalani perawatan
Hashmi mengatakan kedua anak laki-laki Yousuf masih dirawat di rumah sakit. Anak perempuan dan bibi mereka mengalami luka lebih ringan dan telah diperbolehkan pulang, sedangkan istri Yousuf tidak memerlukan perawatan inap.
Anak sulung Yousuf menjalani operasi pada kedua tempurung lutut serta operasi perut setelah pecahan kaca melukai bagian perutnya hingga mencapai hati. Menurut Hashmi, anak tersebut diperkirakan masih membutuhkan sekitar tiga minggu perawatan di rumah sakit.
Hashmi mengatakan anak-anak telah diberi tahu mengenai kematian ayah mereka. Ia menggambarkan keluarga tersebut mengalami syok berat setelah kehilangan Yousuf dalam perjalanan yang semula direncanakan sebagai momen syukur keluarga.
Keluarga mengecam serangan terhadap fasilitas sipil
Dalam wawancara dengan Arab News, Hashmi mengecam serangan terhadap Arab Saudi, terutama karena menyasar fasilitas yang digunakan masyarakat sipil.
Ia mengatakan tidak ada pembenaran untuk menyerang bandara sipil maupun pusat perbelanjaan.
Arab News melaporkan bahwa serangan pada 10 Oktober 2026 menewaskan 13 orang dan melukai 300 lainnya. Namun, angka tersebut berbeda dari keterangan sebelumnya yang disampaikan Otoritas Umum Penerbangan Sipil Arab Saudi (GACA). Dalam pernyataan lanjutan yang dimuat Saudi Press Agency (SPA) pada 11 Oktober, GACA menyebut 12 orang meninggal dan 309 lainnya terluka. Sumber yang ditelaah belum menjelaskan perbedaan kedua angka tersebut.
Dampak terhadap perjalanan umrah Indonesia
Kisah keluarga Yousuf menunjukkan dampak kemanusiaan dari serangan terhadap area yang digunakan penumpang sipil. Namun, kasus ini tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa jemaah Indonesia mengalami dampak yang sama.
Bagi penyelenggara perjalanan umrah, langkah yang relevan adalah memastikan tersedianya kontak darurat, prosedur pendampingan jika jemaah dirawat di rumah sakit, serta komunikasi dengan maskapai dan mitra lokal apabila perjalanan terganggu.
Jemaah juga perlu memahami ketentuan asuransi perjalanan masing-masing, terutama pengecualian yang berkaitan dengan konflik bersenjata, serangan, atau risiko keamanan. Perlindungan tidak boleh diasumsikan tersedia tanpa memeriksa isi polis.
Catatan ASPHIRASI
Laporan Arab News menggambarkan dampak serangan di Riyadh terhadap sebuah keluarga asal India yang sedang melakukan perjalanan umrah. Informasi mengenai kondisi keluarga berasal dari keterangan Mohammad Akbar Hashmi, sedangkan angka korban serangan berbeda antara laporan Arab News dan pengumuman awal GACA.
Hingga terdapat informasi tambahan yang dapat diverifikasi, dampak langsung terhadap jemaah Indonesia perlu dibedakan dari risiko umum yang ditunjukkan oleh insiden tersebut. Penyelenggara perjalanan dapat memeriksa informasi operasional dari maskapai dan otoritas terkait serta memastikan jemaah mengetahui jalur komunikasi darurat yang tersedia.
Sumber: Arab News




