Saudi Update

Jumlah Hotel di Arab Saudi Naik 31,6 Persen Jadi 2.847 Unit pada 2025

Jumlah Hotel di Arab Saudi Naik 31,6 Persen Jadi 2.847 Unit pada 2025

Jumlah hotel yang beroperasi di Arab Saudi tercatat naik 31,6 persen menjadi 2.847 unit pada 2025, menurut laporan Arab News yang mengutip data resmi General Authority for Statistics (GASTAT). Pertumbuhan ini menjadi salah satu indikator ekspansi kapasitas perhotelan di Kerajaan sepanjang tahun lalu.

Selain jumlah hotel, GASTAT juga mencatat jumlah kamar hotel di seluruh Arab Saudi melampaui 491.000 unit pada akhir 2025. Jumlah agen perjalanan dan pariwisata turut bertambah lebih dari 400 unit, sehingga totalnya mencapai 3.177 agen.

Data yang dilaporkan Arab News juga menunjukkan jumlah bandara tidak berubah, yakni tetap 29 bandara hingga akhir 2025. Sementara itu, jumlah penerbangan domestik dan internasional melampaui 979.000 penerbangan, dengan total penumpang hampir mencapai 141 juta orang.

Pertumbuhan hotel sejalan dengan target 150 juta wisatawan di bawah Visi 2030

Pertumbuhan jumlah hotel ini berlangsung di tengah upaya Arab Saudi mendiversifikasi ekonominya melalui program Visi 2030. Kerajaan menargetkan 150 juta kunjungan wisatawan per tahun pada akhir dekade ini, sekaligus mendorong peningkatan kontribusi sektor industri terhadap produk domestik bruto (PDB).

Nicholas Nahas, partner di Arthur D. Little, menyebut perluasan pasokan hotel sebagai capaian penting dalam perjalanan Arab Saudi menuju target pariwisatanya.

"Peningkatan jumlah hotel dan kapasitas kamar tambahan ini menunjukkan bahwa proyek pengembangan perhotelan tersebut menarik investasi dan terus berjalan melalui tahap konstruksi hingga penyerahan ke operator," ujar Nahas, seperti dikutip Arab News.

Nahas juga menyebut Arab Saudi memimpin kawasan Timur Tengah dalam ekspansi hotel. Menurutnya, pengembangan infrastruktur perhotelan menjadi salah satu unsur pendukung pertumbuhan kunjungan wisata dan pencapaian target kontribusi sektor pariwisata sebesar 10 persen terhadap PDB.

Arab Saudi memimpin pipeline hotel di Timur Tengah dengan 110.000 kamar dalam pengembangan

Analisis konsultan perhotelan global HVS pada September, sebagaimana dikutip Arab News, menyebut Arab Saudi mendorong ekspansi hotel di kawasan Timur Tengah. Negara tersebut memiliki sekitar 110.000 kamar dalam pipeline pengembangan, atau sekitar separuh dari total pipeline hotel di kawasan tersebut.

Di sektor industri, GASTAT juga mencatat jumlah pabrik yang beroperasi di kota-kota industri Arab Saudi naik 18,9 persen pada 2025. Jumlahnya bertambah hampir 800 pabrik sehingga mencapai 4.938 unit yang tersebar di 36 kota industri.

Apa artinya bagi travel dan jemaah Indonesia?

Bertambahnya jumlah hotel dan kamar di Arab Saudi berpotensi memperluas pilihan akomodasi yang dapat dipertimbangkan oleh penyelenggara perjalanan umrah dan haji Indonesia dalam menyusun paket perjalanan. Namun, data yang dilaporkan belum merinci lokasi hotel yang bertambah, apakah terkonsentrasi di kota tertentu atau tersebar di berbagai wilayah Arab Saudi.

Sejumlah aspek masih perlu dicermati oleh penyelenggara perjalanan, antara lain:

  • Ketersediaan kamar: Perlu dipantau apakah pertumbuhan kapasitas hotel turut memengaruhi ketersediaan kamar selama musim umrah dan haji mendatang.
  • Kategori dan kelas hotel: Data yang tersedia belum merinci kategori maupun kelas hotel yang bertambah, sehingga belum cukup untuk menilai kesesuaiannya dengan kebutuhan jemaah Indonesia.
  • Kemitraan bisnis: Bertambahnya jumlah agen perjalanan dan pariwisata dapat menjadi perkembangan yang relevan bagi lanskap kemitraan bisnis di Arab Saudi. Namun, data tersebut belum menunjukkan dampaknya terhadap peluang kemitraan tertentu.

Catatan ASPHIRASI

Jumlah hotel yang mencapai 2.847 unit dengan kapasitas lebih dari 491.000 kamar menunjukkan besarnya pasokan akomodasi di Arab Saudi pada akhir 2025. Perkembangan ini relevan bagi industri perjalanan ibadah, meski data yang tersedia belum merinci sebaran geografis dan segmentasi kelas hotel secara spesifik.

Penyelenggara perjalanan umrah dan haji Indonesia dapat menjadikan perkembangan tersebut sebagai bahan pemantauan dalam menyusun paket perjalanan. Namun, keputusan mengenai akomodasi tetap perlu didasarkan pada pemeriksaan langsung terhadap lokasi, ketersediaan kamar, standar layanan, dan kesesuaian hotel dengan kebutuhan jemaah melalui mitra atau operator di Arab Saudi.

Informasi mengenai sebaran geografis hotel, pengaruh pertumbuhan pasokan terhadap harga akomodasi selama musim haji dan umrah, serta realisasi proyek perhotelan yang masih dalam tahap pengembangan perlu dicermati lebih lanjut. Data yang tersedia saat ini belum cukup untuk menyimpulkan bahwa pertumbuhan jumlah hotel akan secara langsung menurunkan biaya akomodasi bagi jemaah.

Sumber: Arab News

Bagikan