
Dewan Menteri atau Kabinet Arab Saudi memberikan dukungan resmi terhadap operasi militer Koalisi Pendukung Legitimasi di Yaman melawan kelompok Houthi, sekaligus memperingatkan kelompok tersebut akan menghadapi konsekuensi atas serangan berulang ke wilayah Kerajaan. Dilansir Arab News edisi 14 Oktober 2026, pernyataan ini disampaikan dalam sidang Kabinet di Riyadh yang dipimpin oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman.
Dalam sidang itu, Putra Mahkota memuji Angkatan Bersenjata Saudi atas upaya mempertahankan Kerajaan, menjaga keselamatan warga negara dan penduduk, melindungi sumber daya, serta menangkal ancaman terhadap kedaulatan negara. Kabinet juga menegaskan komitmen melindungi kebebasan navigasi di Laut Merah dan Selat Bab Al-Mandab.
Para menteri mengecam serangan Houthi yang menyasar bandara-bandara Saudi, kota suci Makkah dan Madinah, jemaah yang berkunjung ke Dua Masjid Suci, serta fasilitas dan infrastruktur sipil maupun ekonomi. Kabinet menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban yang meninggal dan mendoakan kesembuhan bagi korban luka.
Operasi koalisi disebut bertujuan menetralisir ancaman Houthi terhadap jalur dagang global
Kabinet menjelaskan bahwa operasi militer yang dijalankan koalisi internasional di Yaman bertujuan menetralisir ancaman Houthi terhadap rakyat Yaman, perdamaian dan keamanan internasional, perdagangan global, serta rantai pasok internasional. Kabinet turut berterima kasih kepada negara dan organisasi internasional yang telah mengecam serangan milisi tersebut.
Pipa minyak Timur-Barat Saudi kembali pulih usai serangan drone 11 September
Anggota Kabinet memuji langkah pemulihan aliran minyak melalui jalur pipa Timur-Barat Arab Saudi setelah sempat terhenti sementara akibat serangan drone pada 11 September. Pulihnya pasokan secara cepat dinilai menunjukkan fleksibilitas sistem energi Kerajaan dan kemampuannya menjaga keandalan pasokan ke pasar internasional.
Apa artinya bagi travel dan jemaah Indonesia?
Dukungan resmi Kabinet terhadap operasi militer koalisi beserta peringatan tegas kepada Houthi mengindikasikan bahwa dinamika konflik di Yaman belum berada pada fase mereda. Bagi biro travel haji dan umrah, sinyal ini perlu dicermati sebagai dasar untuk menyiapkan skenario perjalanan jangka lebih panjang, bukan sekadar menganggap situasi sebagai gangguan sesaat.
Beberapa hal berikut perlu mendapat perhatian penyelenggara perjalanan maupun jemaah:
- Memantau informasi resmi terkait kondisi rute penerbangan menuju dan dari Arab Saudi.
- Meninjau ulang polis asuransi perjalanan agar mencakup kemungkinan gangguan akibat situasi kawasan.
- Menjalin komunikasi berkala dengan jemaah mengenai kondisi keamanan di titik transit maupun selama beribadah.
- Menyiapkan skema kontinjensi jika sewaktu-waktu terjadi penyesuaian jadwal penerbangan atau prosedur keamanan tambahan.
Catatan ASPHIRASI
Dukungan resmi Kabinet terhadap operasi koalisi dan peringatan tegas kepada Houthi menegaskan bahwa pemerintah Arab Saudi memandang eskalasi dengan kelompok tersebut sebagai isu yang masih berlangsung. Bagi industri perjalanan religi, hal ini berarti faktor keamanan kawasan tetap relevan dalam perhitungan operasional, khususnya terkait rute penerbangan dan logistik yang bersinggungan dengan wilayah rawan konflik.
Penyelenggara haji dan umrah disarankan memperbarui rencana kontinjensi, menjaga komunikasi aktif dengan otoritas penerbangan dan mitra di Arab Saudi, serta memastikan jemaah memperoleh informasi terkini sebelum keberangkatan. Peninjauan skema pembatalan atau penjadwalan ulang juga perlu dilakukan agar jemaah tidak dirugikan apabila terjadi perubahan mendadak.
Perkembangan lanjutan operasi koalisi, potensi serangan balasan Houthi, serta kondisi keamanan navigasi di Laut Merah dan Selat Bab Al-Mandab menjadi hal yang perlu terus dipantau oleh pelaku industri. Jalur tersebut berkaitan dengan stabilitas logistik dan energi regional yang dapat memengaruhi operasional penerbangan ke Arab Saudi pada periode mendatang.
Sumber: Arab News




