
Otoritas Pertahanan Sipil Arab Saudi (Saudi Civil Defense) mencabut peringatan bahaya yang sebelumnya dikeluarkan untuk Kota Riyadh dan wilayah administratif Al-Kharj. Pencabutan ini disampaikan pada Rabu, 14 Oktober 2026, melalui platform peringatan dini nasional (National Early Warning Platform), dilansir Arab News.
Dalam pernyataan di platform X, Pertahanan Sipil menulis, "Bahaya telah berlalu di Kota Riyadh" (The danger has passed in Riyadh City). Otoritas yang sama juga mengeluarkan pengumuman serupa untuk wilayah administratif Al-Kharj.
Peringatan dicabut untuk dua wilayah sekaligus, Riyadh dan Al-Kharj
Pencabutan peringatan tidak hanya berlaku untuk Kota Riyadh, tetapi juga wilayah administratif Al-Kharj yang berada di bawah National Early Warning Platform yang sama. Dengan pencabutan ini, status bahaya yang sebelumnya aktif di kedua wilayah dinyatakan telah berakhir oleh otoritas resmi.
Saudi Cabut Peringatan Bahaya di Riyadh dan Al-Kharj, Warga Diminta Tetap Waspada
Otoritas Pertahanan Sipil Arab Saudi (Saudi Civil Defense) mencabut peringatan bahaya yang sebelumnya dikeluarkan untuk Kota Riyadh dan wilayah administratif Al-Kharj. Pencabutan ini disampaikan pada Rabu, 14 Oktober 2026, melalui platform peringatan dini nasional (National Early Warning Platform), dilansir Arab News.
Dalam pernyataan di platform X, Pertahanan Sipil menulis, “Bahaya telah berlalu di Kota Riyadh” (The danger has passed in Riyadh City). Otoritas yang sama juga mengeluarkan pengumuman serupa untuk wilayah administratif Al-Kharj.
Peringatan Dicabut untuk Riyadh dan Al-Kharj
Pencabutan peringatan berlaku untuk Kota Riyadh dan wilayah administratif Al-Kharj. Melalui pengumuman tersebut, Pertahanan Sipil menyatakan bahwa status peringatan bahaya yang sebelumnya dikeluarkan untuk kedua wilayah telah berakhir.
Meski demikian, pencabutan peringatan tidak dengan sendirinya memastikan seluruh situasi keamanan di kedua wilayah telah kembali normal.
Warga Diminta Mengikuti Instruksi Keselamatan
Meski status peringatan bahaya telah dicabut, Pertahanan Sipil tetap mengimbau warga untuk mengikuti instruksi keselamatan, menghindari kerumunan, dan tidak melakukan perekaman.
Pertahanan Sipil juga membagikan peringatan dari Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi mengenai konsekuensi hukum atas perekaman, publikasi, atau penyebaran informasi terkait upaya penanggulangan rudal dan drone serta lokasi dampaknya.
Warga yang menghadapi situasi darurat diminta menghubungi nomor 911.
Apa Artinya bagi Travel dan Jemaah Umrah Indonesia?
Pencabutan peringatan bahaya menandai berakhirnya status peringatan yang sebelumnya dikeluarkan untuk Riyadh dan Al-Kharj. Namun, informasi tersebut tidak secara langsung memastikan kondisi keamanan secara menyeluruh maupun memastikan tidak adanya gangguan terhadap jadwal penerbangan dan transportasi darat.
Bagi travel dan jemaah umrah Indonesia yang memiliki rencana perjalanan melalui atau di sekitar kedua wilayah tersebut, perkembangan ini dapat menjadi salah satu informasi yang perlu dipantau. Keputusan terkait perjalanan tetap perlu mempertimbangkan pembaruan resmi dari otoritas terkait dan informasi operasional dari maskapai.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh penyelenggara perjalanan ibadah dan jemaah meliputi:
- Memantau kanal resmi Pertahanan Sipil Arab Saudi untuk mengetahui pembaruan status keamanan di Riyadh dan Al-Kharj.
- Memeriksa informasi operasional penerbangan dan transportasi darat apabila perjalanan melewati wilayah terkait.
- Menghindari perekaman atau penyebaran informasi mengenai aktivitas penanggulangan rudal dan drone serta lokasi dampaknya, sesuai imbauan otoritas Saudi.
- Memastikan jemaah yang sedang berada di Arab Saudi mengetahui nomor darurat 911.
Catatan ASPHIRASI
Pencabutan peringatan bahaya di Riyadh dan wilayah administratif Al-Kharj menunjukkan bahwa status peringatan yang sebelumnya dikeluarkan untuk kedua wilayah telah berakhir. Meski demikian, Pertahanan Sipil Arab Saudi tetap meminta masyarakat mengikuti instruksi keselamatan.
Travel dan jemaah umrah yang memiliki rencana perjalanan melalui atau di sekitar Riyadh perlu memantau informasi resmi sebelum mengambil keputusan terkait perjalanan. Laporan Arab News tidak merinci dampak pencabutan peringatan terhadap jadwal penerbangan maupun transportasi darat, sehingga informasi operasional terkait tetap perlu diverifikasi melalui sumber yang relevan.
Sumber: Arab News




