
Menteri Media Arab Saudi Salman Al-Dossary, pada Senin (12/10/2026), meminta masyarakat untuk hanya mengandalkan sumber informasi resmi dan tidak menyebarkan foto, video, atau informasi terkait operasi keamanan dan militer yang berasal dari sumber yang tidak dikenal atau tidak dapat dipertanggungjawabkan. Pernyataan itu disampaikan dalam konferensi pers pemerintah, dilansir Arab News.
Imbauan tersebut muncul menyusul serangan kelompok Houthi yang didukung Iran terhadap bandara di Riyadh pada akhir pekan. Serangan pada Sabtu menyasar terminal penumpang di King Khalid International Airport dan menewaskan sekurangnya 13 orang serta melukai lebih dari 300 orang, menurut laporan Saudi Press Agency (SPA).
Sehari berikutnya, Minggu, seorang warga negara Pakistan tewas dan 11 orang lainnya terluka setelah proyektil tak dikenal menghantam Terminal 4 dan memicu kebakaran di lokasi tersebut.
Al-Dossary: informasi yang akurat adalah bagian dari menjaga keamanan
Dalam konferensi pers tersebut, Al-Dossary menegaskan bahwa ketepatan informasi memiliki peran penting di tengah situasi keamanan yang berkembang. "Informasi yang akurat adalah bagian dari menjaga keamanan," ujarnya.
Ia meminta publik tidak menyebarkan materi terkait operasi keamanan dan militer yang bersumber dari pihak yang tidak jelas identitas maupun kredibilitasnya, agar informasi yang beredar di masyarakat tetap dapat diverifikasi dan tidak menimbulkan simpang siur.
Arab Saudi menyatakan siap menghadapi ancaman dan kehidupan tetap berjalan normal
Al-Dossary menyatakan Arab Saudi siap mempertahankan wilayahnya serta melindungi warga negara dan penduduknya dari ancaman dari sumber mana pun. Ia menambahkan bahwa "kehidupan di Kerajaan terus berjalan normal".
"Kesiapan yang ditingkatkan bukan berarti ada alasan untuk cemas, melainkan mencerminkan kesiapan negara menghadapi berbagai skenario, terlepas dari seberapa besar kemungkinan skenario itu terjadi," katanya.
Al-Dossary menyebut Houthi sebagai "milisi teroris yang berulang kali menunjukkan pengabaian terhadap hukum internasional serta prinsip moral dan agama". Ia menyatakan bahwa rekam jejak kelompok itu dalam menyasar dua masjid tersuci bagi umat Islam, warga sipil, dan fasilitas vital masyarakat menegaskan perlunya kewaspadaan dan kesiapan bersama.
Apa artinya bagi travel dan jemaah Indonesia?
Imbauan menteri media Saudi ini relevan bagi penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU) dan jemaah Indonesia yang perlu memastikan informasi keamanan yang mereka terima berasal dari kanal resmi, bukan dari media sosial atau pesan berantai yang belum terverifikasi, sebelum mengambil keputusan terkait rencana keberangkatan.
Meski serangan terjadi di area bandara Riyadh dan bukan di Masjidil Haram maupun Masjid Nabawi, dinamika keamanan di sekitar fasilitas transportasi utama Arab Saudi tetap menjadi hal yang perlu dicermati oleh pelaku industri haji dan umrah di Indonesia.
- Memverifikasi kabar keamanan melalui sumber resmi seperti Saudi Press Agency (SPA) atau pernyataan Kementerian Media Arab Saudi sebelum menyebarkannya ke jemaah.
- Memantau komunikasi resmi dari maskapai terkait operasional penerbangan menuju dan dari Riyadh, mengingat dua insiden terjadi berturut-turut di bandara tersebut.
- Menghindari penyebaran foto atau video terkait insiden keamanan dari sumber yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kepada calon jemaah.
Catatan ASPHIRASI
Serangan Houthi yang menyasar terminal bandara di Riyadh pada akhir pekan menimbulkan dampak konkret berupa korban jiwa dan luka-luka dalam jumlah besar, serta mendorong otoritas Saudi mengeluarkan imbauan khusus agar publik tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi terkait situasi keamanan.
Bagi PPIU dan jemaah di Indonesia, langkah praktis yang dapat dilakukan adalah membangun kebiasaan mengecek kabar keamanan Arab Saudi lewat kanal resmi seperti SPA atau pernyataan otoritas Saudi, serta berkoordinasi dengan maskapai dan perwakilan Indonesia di Arab Saudi sebelum memutuskan perubahan jadwal keberangkatan.
Perkembangan yang perlu terus dipantau ke depan adalah status keamanan di sekitar bandara Riyadh, pernyataan resmi lanjutan dari pemerintah Arab Saudi mengenai situasi dengan Houthi, serta kemungkinan penyesuaian operasional penerbangan yang dapat memengaruhi perjalanan jemaah umrah dari Indonesia.
Sumber: Arab News




