Berita

Kanwil Kemenhaj Kalsel Jajaki Potensi Produk Lokal Masuk Ekosistem Haji Kalsel

Kanwil Kemenhaj Kalsel Jajaki Potensi Produk Lokal Masuk Ekosistem Haji Kalsel

Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Kalimantan Selatan mulai menjajaki potensi produk lokal untuk masuk dalam ekosistem ekonomi haji dan umrah. Langkah ini masih berada pada tahap awal berupa pemetaan potensi UMKM, koperasi, produk unggulan, dan sumber daya manusia di daerah.

Mencari Potensi dari Daerah

Penjajakan tersebut dilakukan melalui kunjungan Kepala Bidang Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Kalsel, H. Hamnan Amin, ke Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) di Kandangan, Senin (5/10/2026).

Dalam pertemuan itu, Kanwil Kemenhaj Kalsel dan Disnakerkop-UKM HSS membahas peluang menghubungkan potensi ekonomi lokal dengan ekosistem haji dan umrah.

Hamnan menyebut ekosistem tersebut tidak hanya berkaitan dengan pelayanan jemaah di Tanah Suci. Menurutnya, kebutuhan jemaah juga berpotensi menciptakan aktivitas ekonomi bagi masyarakat di daerah.

Karena itu, Kanwil Kemenhaj Kalsel ingin melihat lebih dulu potensi yang dimiliki HSS, termasuk produk UMKM, koperasi, produk unggulan, dan sumber daya manusianya.

Bukan Sekadar Pemetaan Produk

Tahap berikutnya yang dibayangkan bukan sekadar menginventarisasi produk. Kanwil Kemenhaj Kalsel menyebut sejumlah aspek yang perlu diperkuat agar pelaku usaha memiliki peluang lebih besar, mulai dari legalitas usaha, sertifikasi, kualitas produk, kemasan, pemasaran hingga kapasitas pelaku usaha.

Hamnan menegaskan pihaknya tidak mengambil alih pembinaan UMKM yang menjadi kewenangan pemerintah daerah. Kanwil Kemenhaj Kalsel lebih melihat peluang dan kebutuhan dalam ekosistem haji dan umrah, sementara pemerintah daerah memiliki data serta binaan pelaku usaha.

Dengan demikian, rencana tersebut belum merupakan pembukaan jalur pemasaran atau pengadaan produk UMKM untuk kebutuhan haji dan umrah. Untuk saat ini, prosesnya masih berupa penjajakan dan pemetaan potensi yang kemudian diharapkan dapat ditindaklanjuti dengan program konkret.

Bagi Disnakerkop-UKM HSS, penjajakan ini membuka kemungkinan melihat UMKM dan koperasi tidak hanya sebagai pelaku ekonomi lokal, tetapi sebagai bagian dari rantai ekonomi yang lebih luas.

Gagasan tersebut sejalan dengan arah pengembangan ekosistem ekonomi haji dan umrah yang mencakup pengembangan aktivitas ekonomi di sekitar penyelenggaraan haji dan umrah.

Sumber: Kemenhaj Kalimantan Selatan

Bagikan