Saudi Update

Kedutaan AS Wajibkan Izin Khusus bagi Staf ke Bandara Riyadh, Jeddah, dan Dammam

Kedutaan AS Wajibkan Izin Khusus bagi Staf ke Bandara Riyadh, Jeddah, dan Dammam

Kedutaan Besar Amerika Serikat di Arab Saudi meminta pegawai pemerintah AS memperoleh izin khusus sebelum menggunakan sejumlah bandara di Kerajaan tersebut. Pembatasan itu berlaku untuk King Khalid International Airport (KKIA) di Riyadh, serta bandara di Jeddah dan Dammam. Dilansir Arab News pada 11 Oktober 2026, kebijakan tersebut disampaikan setelah serangan terhadap KKIA pada 10 Oktober.

Dalam pemberitahuan keamanan yang dikutip Arab News, Kedutaan AS menyatakan mengetahui adanya serangan terhadap KKIA pada 10 Oktober dan sangat menyarankan warga AS menghindari bandara tersebut beserta area sekitarnya. Kedutaan juga mengingatkan kemungkinan pembatalan penerbangan, penutupan wilayah udara, dan gangguan perjalanan lainnya. Warga AS disarankan memeriksa status penerbangan langsung kepada maskapai dan pihak bandara.

Selain peringatan khusus untuk KKIA, Kedutaan AS meminta warganya meningkatkan kewaspadaan saat menggunakan bandara-bandara utama di Arab Saudi.

Serangan terhadap bandara Riyadh dan Dammam berlanjut

Situasi keamanan memburuk setelah serangan terhadap KKIA pada 10 Oktober. Menurut laporan Associated Press (AP), serangan tersebut menewaskan 12 orang dan melukai lebih dari 300 orang. Otoritas Arab Saudi kemudian melaporkan serangan lanjutan terhadap terminal penumpang KKIA pada Minggu, 11 Oktober, yang menewaskan seorang warga negara Pakistan dan melukai 11 orang lainnya.

Saudi Press Agency (SPA), mengutip General Authority of Civil Aviation (GACA), juga melaporkan bahwa KKIA kembali menjadi sasaran serangan pada 11 Oktober. Otoritas menyatakan penilaian kerusakan dan pemeriksaan keselamatan fasilitas bandara sedang dilakukan bersama pihak terkait.

Pada malam hari yang sama, GACA mengonfirmasi bahwa King Fahd International Airport di Dammam juga menjadi sasaran serangan. Otoritas menyatakan pemeriksaan keselamatan dan penilaian kerusakan sedang berlangsung.

Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa insiden tidak terbatas pada serangan terhadap KKIA pada 10 Oktober. Namun, laporan mengenai masing-masing insiden perlu dibedakan agar angka korban dan dampak kerusakan tidak tercampur.

Pembatasan perjalanan bagi pegawai pemerintah AS

Selain pembatasan penggunaan bandara, Arab News melaporkan bahwa pegawai pemerintah AS di Arab Saudi dilarang melakukan perjalanan dalam radius 20 mil dari perbatasan Yaman karena risiko keamanan.

Pegawai pemerintah AS juga diwajibkan memperoleh izin khusus untuk bepergian ke Provinsi Jizan, Asir, dan Najran, serta ke kota Qatif, Yanbu, dan Taif.

Pembatasan tersebut berkaitan dengan kebijakan keamanan bagi pegawai pemerintah AS. Informasi yang tersedia tidak menunjukkan bahwa ketentuan yang sama otomatis berlaku bagi seluruh warga negara asing atau penumpang komersial.

Apa artinya bagi travel dan jemaah Indonesia?

Pemberitahuan Kedutaan AS yang diberitakan Arab News tidak secara khusus membahas dampaknya terhadap penerbangan haji dan umrah Indonesia. Karena itu, belum dapat disimpulkan bahwa seluruh perjalanan jemaah Indonesia terdampak langsung oleh kebijakan tersebut.

Meski demikian, serangan terhadap bandara di Riyadh dan Dammam menambah risiko yang perlu diperhitungkan oleh penyelenggara perjalanan dan penumpang yang menggunakan jalur penerbangan di Arab Saudi.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan penyelenggara dan jemaah meliputi:

  • Memeriksa status penerbangan: Konfirmasikan jadwal keberangkatan dan kedatangan langsung kepada maskapai sebelum menuju bandara.
  • Memantau informasi resmi: Ikuti pemberitahuan dari maskapai, pengelola bandara, dan otoritas penerbangan terkait perubahan operasional.
  • Menyiapkan komunikasi dengan jemaah: Travel perlu menyampaikan perubahan jadwal atau rute berdasarkan informasi yang telah dikonfirmasi.
  • Menyiapkan rencana kontingensi: Penyelenggara perlu berkoordinasi dengan maskapai dan mitra perjalanan jika terjadi pembatalan atau pengalihan penerbangan.

Langkah-langkah tersebut merupakan rekomendasi kehati-hatian berdasarkan situasi keamanan yang dilaporkan, bukan ketentuan khusus yang diumumkan oleh Kedutaan AS untuk penyelenggara haji dan umrah Indonesia.

Catatan ASPHIRASI

Peringatan Kedutaan AS mengenai penggunaan bandara di Arab Saudi muncul di tengah rangkaian serangan yang menyasar fasilitas penerbangan sipil. Pada 11 Oktober, otoritas Saudi juga mengonfirmasi serangan terhadap King Khalid International Airport di Riyadh dan King Fahd International Airport di Dammam.

Bagi penyelenggara perjalanan haji dan umrah, perkembangan tersebut menjadi alasan untuk meningkatkan pemantauan terhadap informasi penerbangan dan memastikan jemaah menerima pemberitahuan yang terverifikasi. Namun, dampak terhadap rute perjalanan Indonesia perlu dinilai berdasarkan informasi dari maskapai dan otoritas terkait, bukan semata-mata dari peringatan keamanan yang ditujukan kepada pegawai pemerintah AS dan warga negaranya.

Informasi yang perlu diperbarui meliputi status operasional bandara, perubahan jadwal penerbangan, serta pengumuman resmi mengenai pembatasan perjalanan. Selama situasi masih berkembang, setiap pembaruan perlu mencantumkan tanggal dan sumber informasi agar pembaca dapat membedakan kondisi terbaru dari laporan sebelumnya.

Sumber: Arab News

Bagikan