Saudi Update

Koalisi: Houthi Serang Bandara King Khalid Riyadh 20 Kali Sejak 1 Oktober 2026

Koalisi: Houthi Serang Bandara King Khalid Riyadh 20 Kali Sejak 1 Oktober 2026

Koalisi untuk Mendukung Legitimasi di Yaman menyatakan kelompok Houthi telah melancarkan 20 serangan terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh sejak 1 Oktober 2026. Pernyataan itu disampaikan juru bicara koalisi, Mayor Jenderal Turki Al-Maliki, dalam konferensi pers Komando Gabungan Koalisi pada Kamis (15/10), sebagaimana dilaporkan Arab News.

Al-Maliki juga menyatakan bahwa serangan terhadap sejumlah bandara di Arab Saudi, termasuk Bandara Internasional Abha, telah menyebabkan korban jiwa dan luka-luka. Namun, terdapat perbedaan angka korban tewas dalam laporan yang tersedia. Arab News menyebut total 19 orang meninggal, sementara rincian per kejadian dalam laporan yang sama mencantumkan 13 korban tewas dalam serangan 10 Oktober. Angka agregat tersebut perlu dikonfirmasi lebih lanjut sebelum digunakan sebagai total final.

“Targeting airports endangers the lives of thousands of civilian travelers,” kata Al-Maliki, memperingatkan bahwa serangan terhadap bandara membahayakan ribuan penumpang sipil.

Koalisi juga menyatakan telah menghancurkan 127 gudang di kawasan pegunungan Yaman serta sejumlah lokasi peluncuran. Klaim mengenai operasi militer dan fasilitas yang dihancurkan tersebut berasal dari pihak koalisi dan belum dapat dianggap sebagai hasil verifikasi independen berdasarkan sumber yang ditelaah.

Dampak terhadap Penerbangan Jemaah Umrah Indonesia Belum Terverifikasi

Laporan Arab News mengenai konferensi pers koalisi tidak memberikan data yang memastikan adanya gangguan langsung terhadap penerbangan jemaah umrah Indonesia. Informasi tersebut juga tidak cukup untuk menyimpulkan bahwa seluruh rute penerbangan menuju Arab Saudi mengalami gangguan.

Untuk mengetahui dampak aktual terhadap perjalanan, penyelenggara umrah dan jemaah perlu merujuk pada pengumuman resmi otoritas penerbangan, status operasional bandara, serta pemberitahuan dari maskapai yang mengoperasikan penerbangan mereka.

Status operasional perlu diperiksa berdasarkan waktu dan bandara yang bersangkutan. Laporan tentang serangan atau penangguhan operasional pada tanggal tertentu tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa bandara masih ditutup atau penerbangan masih terganggu pada saat artikel diterbitkan.

Catatan ASPHIRASI

Angka serangan dan korban dalam laporan ini bersumber dari pernyataan koalisi yang dikutip Arab News. Perbedaan jumlah korban tewas dalam rincian per kejadian dan angka agregat perlu diklarifikasi sebelum statistik final dipublikasikan.

Hingga terdapat informasi yang dapat diverifikasi mengenai dampaknya terhadap rute penerbangan jemaah Indonesia, belum tepat untuk menyimpulkan adanya gangguan langsung terhadap keberangkatan atau kepulangan jemaah. Pembaca sebaiknya memeriksa informasi terbaru dari maskapai dan otoritas penerbangan terkait rute perjalanan masing-masing.

Sumber: Arab News

Bagikan