Saudi Update

Riyadh Tutup Sekolah Sepekan, Beralih ke Pembelajaran Jarak Jauh di Tengah Eskalasi Houthi

Riyadh Tutup Sekolah Sepekan, Beralih ke Pembelajaran Jarak Jauh di Tengah Eskalasi Houthi

Sejumlah orang tua di Riyadh menerima email dari pihak sekolah pada Minggu, 27 September 2026, yang mengumumkan secara mendadak peralihan ke pembelajaran jarak jauh selama satu pekan. Dilansir Arab News yang mengutip kantor berita AFP, isi pesan tersebut menyatakan sekolah akan tetap tutup sepanjang pekan atas instruksi otoritas Saudi.

Dua pesan terpisah yang dilihat AFP berbunyi, “Kami baru saja diberi tahu oleh otoritas Saudi bahwa sekolah harus tetap tutup sepanjang pekan.” Menurut laporan AFP, yang dikutip sejumlah media lain, tidak ada alasan resmi yang diumumkan kepada publik terkait kebijakan tersebut. Gulf News juga melaporkan bahwa pembelajaran akan dialihkan melalui platform Madrasati.

Namun, pengumuman ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan keamanan di kawasan Teluk dan serangkaian serangan Houthi dari Yaman terhadap Arab Saudi. Media internasional dan sejumlah pemerintah menggambarkan Houthi sebagai kelompok yang didukung Iran, sementara pihak Houthi memiliki narasi sendiri terkait konflik tersebut.

Pengumuman setelah pencegatan drone dan rudal

Pengumuman pengalihan pembelajaran di Riyadh datang sehari setelah Koalisi untuk Mendukung Legitimasi di Yaman, yang dipimpin Saudi, menyatakan telah mencegat dan menghancurkan dua drone serta dua rudal balistik pada Sabtu, 26 September 2026.

Menurut pernyataan juru bicara koalisi yang dimuat Saudi Press Agency, dua drone diluncurkan ke arah wilayah Riyadh, sedangkan dua rudal balistik menargetkan Khamis Mushait di Arab Saudi bagian barat daya.

Belum ada pernyataan resmi yang menghubungkan secara langsung keputusan pembelajaran jarak jauh di Riyadh dengan serangan drone dan rudal tersebut. Karena itu, keduanya perlu dipahami sebagai perkembangan yang terjadi dalam konteks keamanan regional yang sama, bukan sebagai hubungan sebab-akibat yang telah dikonfirmasi.

Serangan terbaru itu merupakan bagian dari eskalasi konflik sejak Juli 2026. Reuters melaporkan bahwa serangan Houthi terhadap Arab Saudi pada Juli mematahkan ketenangan atau gencatan senjata informal yang telah berlangsung sekitar empat tahun sejak 2022.

Dewan Keamanan PBB kecam serangan

Dewan Keamanan PBB pada 18 September 2026 mengecam serangan Houthi yang berkelanjutan terhadap Arab Saudi. Dalam pernyataan resminya, anggota DK PBB menyebut serangan tersebut mencakup serangan terhadap warga sipil dan infrastruktur sipil serta energi.

Pernyataan itu juga menyebut serangan-serangan tersebut telah menyebabkan warga sipil terluka, termasuk perempuan dan anak-anak. Saudi Press Agency pada 25 September turut melaporkan kecaman DK PBB tersebut.

Apa artinya bagi travel dan jemaah Indonesia?

Pengalihan pembelajaran di Riyadh menjadi perkembangan yang patut dipantau di tengah eskalasi serangan lintas batas dari Yaman. Namun, hingga informasi yang tersedia pada 27 September 2026, belum ditemukan pengumuman resmi yang menyatakan kebijakan sekolah tersebut berdampak langsung pada layanan penerbangan, transportasi, maupun aktivitas ibadah umrah di kota-kota lain di Arab Saudi.

Bagi penyelenggara perjalanan haji dan umrah, perkembangan ini dapat dimasukkan ke dalam pemantauan rutin atas situasi keamanan regional. Akan tetapi, belum ada indikasi dalam sumber yang ditelusuri mengenai pembatasan resmi yang secara khusus menyasar perjalanan ibadah atau jadwal penerbangan dari dan ke Arab Saudi.

Langkah yang dapat dilakukan penyelenggara travel antara lain:

  • Memantau pernyataan resmi otoritas Arab Saudi terkait status keamanan dan kebijakan operasional.
  • Menjalin komunikasi aktif dengan mitra layanan di Arab Saudi untuk memperoleh informasi terkini mengenai kondisi operasional.
  • Menyiapkan rencana kontingensi apabila situasi keamanan regional berkembang lebih lanjut.
  • Mengikuti pernyataan resmi koalisi, Saudi Press Agency, otoritas penerbangan, serta Dewan Keamanan PBB terkait konflik Yaman-Arab Saudi.

Catatan ASPHIRASI

Keputusan otoritas Saudi mengalihkan sekolah-sekolah di Riyadh ke pembelajaran jarak jauh selama sepekan menunjukkan adanya kebijakan operasional yang diumumkan secara mendadak kepada sejumlah orang tua. Namun, karena tidak ada penjelasan resmi mengenai alasan spesifik penutupan, kebijakan itu tidak dapat dipastikan sebagai respons langsung terhadap eskalasi serangan Houthi.

Di saat yang sama, pernyataan resmi koalisi Saudi mengenai pencegatan dua drone dan dua rudal balistik pada 26 September, serta kecaman Dewan Keamanan PBB terhadap serangan Houthi, menunjukkan bahwa situasi keamanan regional memang sedang meningkat.

Penyelenggara travel haji dan umrah perlu memasukkan perkembangan keamanan regional semacam ini ke dalam pemantauan rutin. Fokusnya adalah memastikan jalur komunikasi dengan otoritas, maskapai, dan mitra layanan di Arab Saudi tetap terbuka sebelum serta selama pemberangkatan jemaah.

Hal yang perlu terus dipantau ke depan adalah apakah otoritas Saudi memberikan penjelasan resmi atas kebijakan pembelajaran jarak jauh di Riyadh, perkembangan serangan Houthi berikutnya, serta kemungkinan adanya arahan operasional resmi yang memengaruhi penerbangan, transportasi, atau layanan bagi jemaah.

Sumber: Arab News

Bagikan