
Maskapai nasional Arab Saudi, Saudia, naik ke peringkat 15 dalam daftar maskapai terbaik dunia versi Skytrax World Airline Awards 2026. Sementara itu, flynas menempati posisi kedelapan dalam daftar maskapai berbiaya rendah terbaik dunia.
Hasil tersebut diumumkan dalam Skytrax World Airline Awards 2026 yang digelar di The Langham Hotel, London, pada 18 September 2026. Skytrax menyusun penghargaan berdasarkan survei pelanggan maskapai secara global yang berlangsung dari September 2025 hingga Agustus 2026.
Saudia naik dari posisi 20 pada 2024 menjadi 17 pada 2025, sebelum mencapai posisi 15 pada 2026. Dalam ajang yang sama, Saudia juga meraih penghargaan Best Airline Staff in the Middle East serta Best Cabin Crew in the Middle East.
Untuk kategori maskapai berbiaya rendah, flynas berada di posisi kedelapan dunia. Skytrax juga mempertahankan flynas sebagai Best Low-Cost Airline in the Middle East untuk tahun kesembilan berturut-turut.
Saudia raih dua penghargaan layanan di Timur Tengah
Penghargaan Best Airline Staff in the Middle East menjadi gelar kedua berturut-turut bagi Saudia. Skytrax menempatkan maskapai tersebut sebagai pemenang kategori layanan staf maskapai di Timur Tengah pada 2026. Saudia juga meraih penghargaan Best Cabin Crew in the Middle East.
Menurut Saudia, penghargaan layanan staf mencerminkan penilaian terhadap pengalaman pelanggan di berbagai titik perjalanan. Direktur Jenderal Saudia Group Ibrahim Al-Omar mengatakan penghargaan tersebut mencerminkan kontribusi tim dalam transformasi Saudia dan pengembangan pengalaman perjalanan.
Sementara itu, CEO dan Direktur Pelaksana flynas Bander Al-Mohanna mengatakan penghargaan kesembilan tersebut membawa tanggung jawab lebih besar bagi perusahaan untuk mempertahankan kepercayaan pelanggan.
Target penerbangan Saudi: 330 juta penumpang pada 2030
Hasil Skytrax tersebut muncul ketika Arab Saudi terus mengembangkan sektor penerbangannya melalui strategi nasional di bawah kerangka Vision 2030.
Saudi Press Agency (SPA) sebelumnya melaporkan bahwa strategi penerbangan Arab Saudi menargetkan kapasitas 330 juta penumpang per tahun dan konektivitas ke lebih dari 250 destinasi pada 2030. Strategi tersebut juga menargetkan peningkatan kapasitas angkutan kargo udara menjadi 4,5 juta ton.
Rencana pengembangan tersebut juga dikaitkan dengan investasi sekitar 100 miliar dolar AS dari sektor publik dan swasta. Fokusnya mencakup pengembangan infrastruktur, jaringan penerbangan, kapasitas bandara, kargo, serta pengalaman penumpang.
Menteri Transportasi dan Layanan Logistik Arab Saudi Saleh Al-Jasser turut menyampaikan ucapan selamat kepada Saudia dan flynas atas hasil Skytrax tersebut. Dalam unggahannya di X, Al-Jasser mengaitkan capaian kedua maskapai dengan perkembangan pengalaman perjalanan dan kualitas layanan di sektor transportasi udara Arab Saudi.
Apa artinya bagi travel dan jemaah Indonesia?
Saudia dan flynas merupakan dua maskapai Arab Saudi yang melayani perjalanan dari berbagai pasar internasional, termasuk perjalanan yang berkaitan dengan mobilitas jemaah menuju Arab Saudi.
Bagi penyelenggara perjalanan haji dan umrah, hasil Skytrax dapat ditempatkan sebagai salah satu informasi tambahan ketika mengevaluasi maskapai mitra. Namun, peringkat tersebut bukan satu-satunya parameter dalam memilih penerbangan.
Beberapa aspek lain tetap perlu diperiksa, antara lain:
- jadwal dan ketepatan waktu penerbangan;
- ketersediaan serta kapasitas kursi pada periode keberangkatan;
- jaringan rute dan konektivitas;
- harga serta struktur biaya penerbangan;
- ketentuan bagasi dan layanan penumpang;
- kebutuhan perjalanan dan kondisi jemaah.
Target ekspansi penerbangan Arab Saudi juga perlu dipantau penyelenggara perjalanan. Peningkatan konektivitas dan kapasitas penerbangan merupakan bagian dari target jangka panjang hingga 2030, tetapi dampaknya terhadap rute, frekuensi, atau kapasitas penerbangan tertentu dari Indonesia tetap bergantung pada keputusan operasional maskapai dan perkembangan jaringan penerbangan.
Catatan ASPHIRASI
Peringkat Saudia yang naik ke posisi 15 dunia dan posisi flynas di peringkat kedelapan maskapai low-cost dunia menjadi bagian dari perkembangan terbaru industri penerbangan Arab Saudi.
Bagi penyelenggara perjalanan haji dan umrah, penghargaan Skytrax dapat menjadi salah satu referensi dalam mengevaluasi layanan maskapai. Namun, kualitas perjalanan jemaah tetap ditentukan oleh keseluruhan layanan, termasuk jadwal, kapasitas, konektivitas, harga, serta kemampuan maskapai dan mitra perjalanan memenuhi kebutuhan operasional.
Di sisi lain, ekspansi Saudi Aviation Strategy hingga 2030 layak dipantau karena target 330 juta penumpang, lebih dari 250 destinasi, dan kapasitas kargo 4,5 juta ton menunjukkan skala pengembangan sektor penerbangan Arab Saudi dalam beberapa tahun ke depan.
Sumber: Arab News




