
Membawa anak umrah boleh dan bisa berjalan lancar, asalkan orang tua menyiapkan beberapa hal sejak awal: dokumen anak yang lengkap, memenuhi persyaratan kesehatan perjalanan, serta menyesuaikan jadwal ibadah dengan kondisi dan tenaga anak. Tanpa persiapan tersebut, perjalanan mudah berubah menjadi melelahkan bagi seluruh keluarga.
Perlu dipahami pula bahwa umrah bersama anak berbeda dengan umrah berdua. Orang tua akan lebih sering berhenti, lebih banyak mengalah soal ibadah sunah, dan harus selalu waspada di tengah keramaian. Tulisan ini merangkum hal yang perlu dicek sebelum keluarga memilih paket umrah.
Apakah Umrah Anak Sah dan Bernilai Ibadah?
Dalam fikih Islam, anak yang belum balig dapat melaksanakan ibadah umrah. Pelaksanaan umrah anak memiliki ketentuan tersendiri, termasuk mengenai ihram, niat, serta pendampingan oleh wali.
Umrah yang dilakukan anak sebelum balig tidak menggugurkan kewajiban umrah yang mungkin berlaku baginya setelah dewasa. Karena rincian tata cara ibadah anak dapat berbeda menurut penjelasan fikih yang diikuti, orang tua sebaiknya meminta panduan langsung dari pembimbing ibadah saat manasik, terutama mengenai ihram, tawaf, dan sai anak.
Enam Hal yang Perlu Disiapkan Orang Tua
- Urus paspor atas nama anak sendiri. Setiap anak, termasuk bayi, perlu memiliki dokumen perjalanan sendiri. Untuk pengajuan paspor anak Indonesia, orang tua perlu menyiapkan dokumen anak dan dokumen orang tua sesuai ketentuan imigrasi. Kondisi tertentu, seperti perceraian atau perwalian, dapat memerlukan dokumen tambahan.
- Periksa persyaratan kesehatan sebelum berangkat. Untuk musim Umrah 1447H/2026, Arab Saudi mewajibkan vaksin meningokokus bagi orang yang hendak menjalankan umrah. Indonesia juga tercantum dalam daftar negara yang mewajibkan vaksinasi polio bagi pelaku perjalanan ke Arab Saudi, termasuk tanpa membedakan usia atau status vaksinasi sebelumnya. Persyaratan dapat berubah, sehingga orang tua perlu memeriksa ketentuan terbaru dan memastikan sertifikat vaksin anak telah sesuai.
- Tanyakan kebijakan travel secara terbuka. Mintalah penjelasan tertulis mengenai harga untuk anak dan bayi, hak kursi pesawat, tempat tidur di kamar, serta makanan yang disediakan. Ketentuan tersebut dapat berbeda antara maskapai, hotel, dan penyelenggara perjalanan.
- Pilih jadwal dan hotel yang ramah anak. Jarak hotel ke masjid, ketersediaan lift, dan kondisi cuaca saat keberangkatan dapat memengaruhi seberapa lelah anak setiap hari.
- Kenalkan ibadah umrah sebelum berangkat. Ceritakan apa itu Kakbah, tawaf, dan sai dengan bahasa sederhana. Ajak anak mengikuti manasik agar lebih mengenal rangkaian ibadah dan tidak terlalu kaget dengan suasana di Tanah Suci.
- Susun rencana bila anak terpisah. Sepakati titik kumpul, pasangkan tanda pengenal berisi nama dan nomor kontak orang tua, serta simpan foto terbaru anak di ponsel. Orang tua juga dapat menanyakan kepada petugas mengenai layanan identifikasi anak yang tersedia di area ibadah.
Daftar berkas yang umum diminta travel dapat dibaca dalam artikel dokumen yang wajib disiapkan sebelum berangkat umrah.
Barang Bawaan yang Sering Terlupa
Selain pakaian, ada beberapa barang kecil yang dapat membantu selama perjalanan dan sebaiknya masuk ke tas kabin:
- Obat pribadi anak beserta catatan dosis dari dokter.
- Camilan dan botol minum yang sudah biasa dipakai anak.
- Pakaian ganti, popok, dan tisu basah secukupnya untuk penerbangan.
- Gendongan atau kereta dorong lipat, setelah memastikan aturan penggunaannya kepada maskapai, travel, atau pengelola area yang akan dikunjungi.
- Mainan kecil atau buku yang tidak berisik untuk mengisi waktu tunggu.
Atur Ritme Ibadah Mengikuti Tenaga Anak
Anak lebih cepat lelah, lapar, dan bosan dibandingkan orang dewasa. Karena itu, pilih waktu tawaf dan sai ketika anak sudah cukup tidur dan makan, serta hindari waktu yang sangat padat bila memungkinkan.
Bila ada dua orang dewasa, bergantian menjaga anak di hotel dapat menjadi pilihan ketika kondisi anak tidak memungkinkan untuk mengikuti seluruh aktivitas ibadah. Orang tua tidak harus memaksakan anak mengikuti setiap kegiatan hanya agar seluruh anggota keluarga memiliki jadwal ibadah yang sama.
Perhatikan juga tanda kelelahan atau kekurangan cairan, seperti rewel yang tidak biasa, lesu, atau jarang buang air kecil. Bila anak demam atau tampak sakit, segera cari bantuan medis atau laporkan kepada petugas travel.
Catatan ASPHIRASI
ASPHIRASI memandang umrah keluarga sebagai kesempatan baik untuk mengenalkan ibadah kepada anak sejak dini. Namun, keputusan membawa anak sebaiknya diambil dengan pertimbangan yang jernih, bukan hanya karena paket keluarga terlihat menarik di iklan.
Kami mendorong anggota untuk menjelaskan secara jujur apa saja yang termasuk dan tidak termasuk dalam harga anak, termasuk soal kursi pesawat dan tempat tidur, serta mencantumkannya dalam perjanjian tertulis. Travel juga perlu mendata usia dan kebutuhan anak sejak pendaftaran agar pembimbing dan petugas lapangan dapat menyesuaikan pendampingan.
Bagi orang tua, jangan ragu bertanya dan meminta jawaban tertulis sebelum membayar uang muka. Keterangan yang jelas sejak awal dapat membantu keluarga memahami layanan yang dibeli dan mengurangi risiko kesalahpahaman selama perjalanan.
Catatan Mengenai Kemutakhiran Data
Ketentuan visa, kesehatan, vaksinasi, layanan di masjid, serta persyaratan perjalanan dapat berubah mengikuti kebijakan pemerintah Indonesia dan Arab Saudi. Kebijakan harga dan fasilitas anak juga dapat berbeda pada tiap maskapai, hotel, dan travel.
Untuk keberangkatan pada musim Umrah 1448H, orang tua sebaiknya memeriksa ketentuan terbaru melalui kanal resmi pemerintah dan penyelenggara perjalanan berizin sebelum mendaftarkan anak. Persyaratan yang berlaku saat pengajuan visa dan keberangkatan harus menjadi acuan utama.




