Saudi Update

WN Pakistan Tewas dalam Serangan Proyektil Baru di Bandara Riyadh

WN Pakistan Tewas dalam Serangan Proyektil Baru di Bandara Riyadh

Otoritas Penerbangan Sipil Umum Arab Saudi atau General Authority of Civil Aviation (GACA) melaporkan sebuah proyektil menghantam Bandara Internasional King Khalid di Riyadh pada Minggu, menewaskan satu orang dan melukai 11 orang lainnya. Dilansir Al Jazeera pada 12 Oktober 2026, GACA mengidentifikasi korban tewas sebagai warga negara Pakistan yang tinggal di Arab Saudi. Para korban luka dirujuk ke sejumlah rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

Serangan Minggu terjadi sehari setelah rudal yang ditembakkan kelompok Houthi menghantam bandara yang sama, menewaskan 12 orang dan melukai lebih dari 300 orang, menurut koalisi pimpinan Arab Saudi yang memerangi kelompok Houthi yang didukung Iran di Yaman. Dalam insiden Minggu, koalisi melaporkan sebuah proyektil tak dikenal menghantam Terminal 4 dan memicu kebakaran.

Kedutaan Besar India di Arab Saudi menyatakan satu warga negaranya meninggal dunia pada Minggu akibat luka yang dideritanya dalam serangan Sabtu. Dengan demikian, jumlah korban tewas dalam serangan Sabtu bertambah menjadi 13 orang, terpisah dari satu korban tewas dalam serangan Minggu.

GACA menyatakan proses asesmen kerusakan dan inspeksi keselamatan fasilitas bandara masih berlangsung setelah serangan Minggu.

Bandara Riyadh diserang empat kali dalam lima hari terakhir

Bandara Internasional King Khalid telah menjadi sasaran serangan sebanyak empat kali dalam lima hari terakhir. Serangan pada Kamis menewaskan sedikitnya tiga warga negara Arab Saudi, termasuk seorang pilot, menurut GACA.

Bandara tersebut dilaporkan ditutup sejak serangan Sabtu. Insiden itu disebut sebagai serangan paling mematikan di Arab Saudi sejak perang Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran dimulai pada akhir Februari. Kelompok Houthi mengklaim bertanggung jawab atas serangkaian serangan sebelum insiden Minggu.

Serangan berulang tersebut menambah kekhawatiran mengenai keselamatan penerbangan sipil di Arab Saudi. Setelah insiden Minggu, otoritas masih melakukan pemeriksaan keselamatan dan menilai kerusakan fasilitas bandara.

Bandara Dammam juga menjadi sasaran serangan

Ancaman terhadap infrastruktur penerbangan Arab Saudi tidak hanya terjadi di Riyadh. Menurut laporan resmi Saudi Press Agency (SPA) pada 11 Oktober 2026, GACA mengumumkan bahwa Bandara Internasional King Fahd di Dammam juga menjadi sasaran serangan pada Minggu malam.

GACA menyatakan asesmen kerusakan dan inspeksi keselamatan fasilitas bandara sedang berlangsung bersama otoritas terkait. Pengumuman tersebut tidak merinci jumlah korban ataupun tingkat kerusakan akibat insiden di Dammam.

Reuters juga melaporkan kesaksian seseorang yang berada di dalam pesawat yang sedang bergerak di bandara Dammam. Menurut saksi tersebut, sekitar pukul 20.30 waktu setempat atau 17.30 GMT pada Minggu, sebuah proyektil menghantam area tarmac di samping sejumlah pesawat yang terparkir dan memicu kebakaran.

Saksi itu mengatakan pesawat yang ditumpanginya kembali ke gerbang keberangkatan. Penumpang kemudian turun dan diminta meninggalkan area tersebut.

Laporan mengenai insiden di Dammam memperluas perhatian terhadap keamanan infrastruktur penerbangan sipil Arab Saudi. Namun, keterangan yang tersedia belum cukup untuk menyimpulkan bahwa seluruh bandara di negara tersebut mengalami gangguan operasional dengan tingkat yang sama.

Eskalasi di Yaman memicu kekhawatiran keterlibatan militer AS dan gangguan jalur pelayaran

Rangkaian serangan terhadap bandara memperburuk eskalasi konflik di Yaman dan berisiko menarik keterlibatan militer Amerika Serikat. Presiden AS Donald Trump menyatakan sedang mempertimbangkan apakah negaranya akan bergabung dalam pertempuran melawan Houthi.

Menurut laporan Al Jazeera, eskalasi tersebut juga menimbulkan kekhawatiran mengenai pasokan dan harga minyak dunia serta keselamatan pelayaran komersial melalui Selat Bab al-Mandeb di lepas pantai Yaman. Selat ini merupakan jalur pelayaran strategis yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden dan menjadi bagian penting dari perdagangan internasional.

Trump sebelumnya menyatakan berniat berbicara dengan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman, yang menurut laporan tersebut sedang mencari bantuan untuk menghadapi Houthi. Namun, hingga Minggu, belum ada tanda bahwa percakapan yang disebut Trump itu telah terlaksana.

Ada kekhawatiran bahwa keterlibatan militer AS dapat mendorong Houthi menghentikan pelayaran melalui Bab al-Mandeb dan semakin membatasi arus minyak dari kawasan Teluk. Al Jazeera juga melaporkan bahwa kelompok tersebut telah menguasai sejumlah wilayah strategis di sepanjang selat itu pada bulan sebelumnya, sementara koalisi pimpinan Arab Saudi mendukung pasukan pemerintah Yaman yang diakui secara internasional dalam upaya merebut kembali wilayah tersebut.

Kemungkinan gangguan pelayaran dan dampaknya terhadap pasokan energi masih merupakan risiko yang perlu dicermati, bukan bukti bahwa seluruh jalur tersebut telah ditutup akibat serangan bandara.

Apa artinya bagi travel dan jemaah umrah Indonesia?

Bandara King Khalid di Riyadh bukan pintu masuk utama bagi jemaah umrah Indonesia, yang umumnya menggunakan bandara di Jeddah atau Madinah. Meski demikian, serangan berulang di Riyadh dan laporan serangan terhadap Bandara King Fahd di Dammam menunjukkan bahwa perkembangan keamanan di Arab Saudi perlu dipantau oleh penyelenggara perjalanan dan jemaah.

Dampak langsung terhadap jadwal penerbangan umrah Indonesia tidak dapat disimpulkan hanya dari laporan serangan di Riyadh dan Dammam. Penyelenggara perjalanan perlu memeriksa informasi operasional terbaru dari maskapai dan otoritas terkait sebelum menyampaikan kepastian kepada jemaah.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan penyelenggara dan jemaah meliputi:

  • Memantau pengumuman terbaru dari Kementerian Haji dan Umrah RI (Kemenhaj), KBRI, dan maskapai mengenai rute serta jadwal penerbangan.
  • Memeriksa status operasional bandara dan penerbangan yang digunakan sebelum keberangkatan, termasuk kemungkinan penundaan, pembatalan, atau pengalihan rute.
  • Menyiapkan jalur komunikasi darurat bagi jemaah yang sedang transit atau berada di wilayah terdampak apabila terjadi perubahan jadwal perjalanan.

Catatan ASPHIRASI

Rangkaian serangan terhadap Bandara King Khalid di Riyadh dalam lima hari terakhir, termasuk serangan Minggu yang menewaskan seorang warga Pakistan dan melukai 11 orang, menunjukkan meningkatnya ancaman terhadap infrastruktur penerbangan sipil Arab Saudi. Laporan mengenai serangan terhadap Bandara King Fahd di Dammam pada Minggu malam juga memperluas perhatian terhadap keamanan fasilitas penerbangan di negara tersebut.

Meski Riyadh bukan jalur utama bagi sebagian besar penerbangan umrah dari Indonesia, insiden berulang di bandara Saudi berpotensi memengaruhi perencanaan perjalanan dan menimbulkan ketidakpastian operasional. Besarnya dampak terhadap penerbangan jemaah Indonesia tetap bergantung pada perkembangan keamanan, keputusan otoritas, serta kebijakan masing-masing maskapai.

Penyelenggara travel haji dan umrah di Indonesia perlu memastikan jalur komunikasi dengan maskapai dan otoritas terkait tetap terbuka. Rencana kontingensi untuk menghadapi kemungkinan perubahan rute atau penundaan penerbangan juga perlu disiapkan. Informasi kepada jemaah sebaiknya disampaikan secara transparan berdasarkan perkembangan yang terkonfirmasi agar tidak menimbulkan kepanikan yang tidak perlu.

Perkembangan yang perlu dipantau selanjutnya meliputi kemungkinan keterlibatan militer AS dalam konflik Yaman, dampaknya terhadap pelayaran di Selat Bab al-Mandeb, serta pengumuman resmi mengenai status operasional bandara dan penerbangan Saudi. Informasi terbaru dari Kemenhaj, KBRI, dan maskapai juga diperlukan untuk menilai apakah situasi tersebut berdampak langsung terhadap perjalanan umrah dari Indonesia.

Sumber: Al Jazeera

Bagikan