Berita

6 Maskapai Utama dan 3.450 Jemaah Umrah Terdampak

6 Maskapai Utama dan 3.450 Jemaah Umrah Terdampak

Pembaruan 8 September 2026: Bandara Soekarno-Hatta sudah kembali melayani penerbangan sejak Selasa (8/9/2026) pukul 00.30 WIB. Laporan di bawah ini ditulis saat bandara masih ditutup. Perkembangan terbaru bagi jemaah umrah dapat dibaca pada Bandara Soetta kembali dibuka, bagaimana nasib penerbangan umrah yang tertahan.

Jakarta – Penutupan sementara Bandara Internasional Soekarno-Hatta kembali diperpanjang. Bandara di Tangerang, Banten, tersebut kini dijadwalkan tetap ditutup hingga pukul 24.00 WIB pada Senin, 7 September 2026, menyusul gangguan operasional akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan perpanjangan dilakukan untuk memberikan waktu kepada pengelola bandara membersihkan runway, taxiway, dan apron dari debu abu vulkanik serta memberi kesempatan kepada maskapai menyiapkan pesawat.

Menurut pemantauan BMKG yang dikutip Dudy, sebaran abu vulkanik teramati pada ketinggian 15.000 kaki pada Senin siang dan bergerak ke arah barat daya. Sementara itu, Volcanic Ash Advisory Center memperkirakan sebaran abu masih dapat terjadi hingga sekitar pukul 06.10 WIB pada Selasa, 8 September.

Puluhan Penerbangan Umrah Masuk Daftar Terdampak

Gangguan tersebut turut memengaruhi rencana penerbangan umrah melalui Soekarno-Hatta. Kementerian Haji dan Umrah mencatat terdapat 55 rencana penerbangan internasional dan umrah pada Senin, 7 September, dengan sekitar 13.549 pergerakan penumpang.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.450 merupakan jemaah umrah. Rinciannya:

  • 28 penerbangan keberangkatan, dengan 1.859 jemaah umrah.
  • 27 penerbangan kedatangan, dengan 1.591 jemaah umrah.
  • Sejumlah penerbangan berstatus HOLD menurut data yang disampaikan Kemenhaj.
"Namun, akibat paparan abu vulkanik, sebagian besar jadwal penerbangan dengan maskapai utama seperti Saudia Airlines, Qatar Airways, Malaysia Airlines, Scoot, Emirates, dan Oman Air, tercatat dalam status tertahan atau HOLD," terang Puji Raharjo, Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah dalam keterangannya di Jakarta, Senin (7/9/2026).

Angka 3.450 tersebut merupakan jemaah yang tercatat dalam rencana penerbangan pada 7 September, sehingga tidak seluruhnya dapat disebut sebagai jemaah yang sudah berada atau tertahan di Bandara Soekarno-Hatta.

Operasional Umrah Turun Tajam pada 6 September

Gangguan penerbangan sudah terlihat sehari sebelumnya. Pada Minggu, 6 September, operasional penerbangan umrah melalui Soekarno-Hatta hanya mencatat dua penerbangan keberangkatan dan tidak ada penerbangan kedatangan.

Jumlah penumpang yang tercatat dalam dua penerbangan tersebut mencapai 749 orang, termasuk 449 jemaah umrah.

Penurunan tersebut terjadi setelah sebelumnya aktivitas penerbangan umrah melalui Soekarno-Hatta berlangsung dengan volume jauh lebih tinggi.

Lebih dari 180 Ribu Jemaah Umrah Melalui Soetta sejak Juli

Data Kemenhaj menunjukkan skala aktivitas penerbangan umrah melalui Soekarno-Hatta sebelum gangguan abu vulkanik cukup besar.

Dalam periode 1 Juli hingga 6 September 2026, tercatat:

  • 1.538 penerbangan umrah, terdiri dari 758 keberangkatan dan 780 kedatangan.
  • 486.629 total pergerakan penumpang.
  • 180.726 jemaah umrah, atau sekitar 37,14 persen dari keseluruhan lalu lintas penumpang internasional dalam data tersebut.
  • Kepadatan jemaah tertinggi mencapai 4.542 orang pada 15 Juli 2026.
  • Frekuensi penerbangan umrah tertinggi mencapai 39 penerbangan dalam sehari pada 7 Agustus 2026.

Dengan aktivitas sebesar itu, perpanjangan penutupan Soekarno-Hatta berdampak langsung terhadap jadwal perjalanan umrah yang menggunakan bandara tersebut.

PPIU Diminta Menahan Keberangkatan Jemaah

Di tengah penutupan yang belum berakhir, Kemenhaj meminta penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU) tidak mengarahkan jemaah menuju bandara sebelum ada pemberitahuan pembukaan kembali ruang udara.

Kemenhaj juga menyampaikan sejumlah langkah yang diminta dilakukan PPIU terhadap jemaah yang terdampak, antara lain:

  • Memberikan informasi mengenai perubahan jadwal kepada jemaah dan keluarga.
  • Memfasilitasi kebutuhan akomodasi dan konsumsi bagi jemaah yang tertahan.
  • Menyesuaikan jadwal penerbangan atau menggunakan rute alternatif apabila tersedia.
  • Memastikan perubahan jadwal tidak menambah beban biaya kepada jemaah, sesuai pengaturan yang disampaikan Kemenhaj.

Sementara itu, operasional Bandara Soekarno-Hatta masih menunggu keputusan lebih lanjut setelah masa penutupan hingga pukul 24.00 WIB berakhir. Perkiraan sebaran abu vulkanik yang masih berlangsung hingga Selasa pagi juga membuat waktu normalisasi penerbangan belum dapat dipastikan.

Catatan ASPHIRASI: Angka Rencana Bukan Angka Jemaah Tertahan

Angka jemaah dalam rencana penerbangan adalah angka rencana, bukan jumlah orang yang sedang menunggu di terminal. ASPHIRASI meminta anggota tidak menyalin angka itu ke pengumuman internal seolah semua jemaah tertahan di bandara. Kepanikan jemaah kerap lahir dari angka yang dipinjam tanpa penjelasan.

Status tertahan pada jadwal maskapai juga bukan pembatalan. Bagi penyelenggara, yang lebih berguna justru pekerjaan yang bisa dikerjakan tanpa menunggu kepastian: memastikan daftar jemaah per penerbangan, siapa yang sudah dalam perjalanan ke bandara, dan siapa yang masih di rumah. Data itu menentukan siapa yang perlu dihubungi lebih dulu.

Kepada jemaah, asosiasi mengingatkan agar keputusan berangkat ke bandara diambil setelah ada kabar dari travel, bukan dari pesan berantai. Kepada anggota, biaya akomodasi dan konsumsi jemaah yang tertahan melekat pada tanggung jawab layanan, bukan pos yang bisa didorong kepada jemaah. Catat setiap pengeluaran dan sampaikan sejak awal agar tidak menjadi sengketa setelah keadaan pulih.

Sumber: Kemenhaj RI

Bagikan