
Jakarta – Penutupan sementara Bandara Internasional Soekarno-Hatta kembali diperpanjang. Bandara di Tangerang, Banten, tersebut kini dijadwalkan tetap ditutup hingga pukul 24.00 WIB pada Senin, 7 September 2026, menyusul gangguan operasional akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan perpanjangan dilakukan untuk memberikan waktu kepada pengelola bandara membersihkan runway, taxiway, dan apron dari debu abu vulkanik serta memberi kesempatan kepada maskapai menyiapkan pesawat.
Menurut pemantauan BMKG yang dikutip Dudy, sebaran abu vulkanik teramati pada ketinggian 15.000 kaki pada Senin siang dan bergerak ke arah barat daya. Sementara itu, Volcanic Ash Advisory Center memperkirakan sebaran abu masih dapat terjadi hingga sekitar pukul 06.10 WIB pada Selasa, 8 September.
Puluhan Penerbangan Umrah Masuk Daftar Terdampak
Gangguan tersebut turut memengaruhi rencana penerbangan umrah melalui Soekarno-Hatta. Kementerian Haji dan Umrah mencatat terdapat 55 rencana penerbangan internasional dan umrah pada Senin, 7 September, dengan sekitar 13.549 pergerakan penumpang.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.450 merupakan jemaah umrah. Rinciannya:
- 28 penerbangan keberangkatan, dengan 1.859 jemaah umrah.
- 27 penerbangan kedatangan, dengan 1.591 jemaah umrah.
- Sejumlah penerbangan berstatus HOLD menurut data yang disampaikan Kemenhaj.
"Namun, akibat paparan abu vulkanik, sebagian besar jadwal penerbangan dengan maskapai utama seperti Saudia Airlines, Qatar Airways, Malaysia Airlines, Scoot, Emirates, dan Oman Air, tercatat dalam status tertahan atau HOLD," terang Puji Raharjo, Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah dalam keterangannya di Jakarta, Senin (7/9/2026).
Angka 3.450 tersebut merupakan jemaah yang tercatat dalam rencana penerbangan pada 7 September, sehingga tidak seluruhnya dapat disebut sebagai jemaah yang sudah berada atau tertahan di Bandara Soekarno-Hatta.
Operasional Umrah Turun Tajam pada 6 September
Gangguan penerbangan sudah terlihat sehari sebelumnya. Pada Minggu, 6 September, operasional penerbangan umrah melalui Soekarno-Hatta hanya mencatat dua penerbangan keberangkatan dan tidak ada penerbangan kedatangan.
Jumlah penumpang yang tercatat dalam dua penerbangan tersebut mencapai 749 orang, termasuk 449 jemaah umrah.
Penurunan tersebut terjadi setelah sebelumnya aktivitas penerbangan umrah melalui Soekarno-Hatta berlangsung dengan volume jauh lebih tinggi.
Lebih dari 180 Ribu Jemaah Umrah Melalui Soetta sejak Juli
Data Kemenhaj menunjukkan skala aktivitas penerbangan umrah melalui Soekarno-Hatta sebelum gangguan abu vulkanik cukup besar.
Dalam periode 1 Juli hingga 6 September 2026, tercatat:
- 1.538 penerbangan umrah, terdiri dari 758 keberangkatan dan 780 kedatangan.
- 486.629 total pergerakan penumpang.
- 180.726 jemaah umrah, atau sekitar 37,14 persen dari keseluruhan lalu lintas penumpang internasional dalam data tersebut.
- Kepadatan jemaah tertinggi mencapai 4.542 orang pada 15 Juli 2026.
- Frekuensi penerbangan umrah tertinggi mencapai 39 penerbangan dalam sehari pada 7 Agustus 2026.
Dengan aktivitas sebesar itu, perpanjangan penutupan Soekarno-Hatta berdampak langsung terhadap jadwal perjalanan umrah yang menggunakan bandara tersebut.
PPIU Diminta Menahan Keberangkatan Jemaah
Di tengah penutupan yang belum berakhir, Kemenhaj meminta penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU) tidak mengarahkan jemaah menuju bandara sebelum ada pemberitahuan pembukaan kembali ruang udara.
Kemenhaj juga menyampaikan sejumlah langkah yang diminta dilakukan PPIU terhadap jemaah yang terdampak, antara lain:
- Memberikan informasi mengenai perubahan jadwal kepada jemaah dan keluarga.
- Memfasilitasi kebutuhan akomodasi dan konsumsi bagi jemaah yang tertahan.
- Menyesuaikan jadwal penerbangan atau menggunakan rute alternatif apabila tersedia.
- Memastikan perubahan jadwal tidak menambah beban biaya kepada jemaah, sesuai pengaturan yang disampaikan Kemenhaj.
Sementara itu, operasional Bandara Soekarno-Hatta masih menunggu keputusan lebih lanjut setelah masa penutupan hingga pukul 24.00 WIB berakhir. Perkiraan sebaran abu vulkanik yang masih berlangsung hingga Selasa pagi juga membuat waktu normalisasi penerbangan belum dapat dipastikan.
Sumber: Kemenhaj RI




