Regulasi

7 Hal yang Wajib Dicek Travel Sebelum Memilih Hotel Umrah dan Transportasi di Arab Saudi

7 Hal yang Wajib Dicek Travel Sebelum Memilih Hotel Umrah dan Transportasi di Arab Saudi

Memilih hotel umrah dan transportasi di Arab Saudi tidak cukup dengan membandingkan harga. Travel perlu memastikan tiga hal sekaligus: mitra tersebut beroperasi secara sah menurut ketentuan Arab Saudi, layanannya sesuai dengan yang dijanjikan kepada jemaah, dan kontraknya memberi jalan keluar bila terjadi masalah.

Ketiganya penting karena hotel dan bus adalah layanan yang dirasakan jemaah setiap hari selama di Tanah Suci. Jarak hotel yang ternyata lebih jauh dari informasi yang ditawarkan, kamar yang diisi melebihi kesepakatan, atau bus yang terlambat menjemput akan langsung menjadi keluhan. Jemaah pada akhirnya akan meminta penjelasan dan penyelesaian kepada travel yang menjual paket tersebut, meskipun masalahnya bersumber dari mitra di Saudi.

Apa saja yang perlu dicek dari sebuah hotel umrah?

Label bintang saja tidak menggambarkan kondisi sebenarnya. Hotel dengan kelas yang sama bisa sangat berbeda dalam hal jarak, kepadatan kamar, dan kelancaran penggunaan lift pada jam salat. Karena itu, pemeriksaan sebaiknya menyentuh hal yang benar-benar dialami jemaah.

  • Legalitas: pastikan hotel atau fasilitas akomodasi memiliki izin dan klasifikasi yang dipersyaratkan otoritas Arab Saudi serta dapat digunakan untuk layanan jemaah melalui jalur yang sah.
  • Jarak nyata: hitung jarak berjalan kaki dari hotel ke area masjid, bukan sekadar jarak garis lurus di peta. Perhatikan pula tanjakan, penyeberangan, dan kondisi rute yang akan dilalui jemaah.
  • Kapasitas kamar: pastikan jumlah tempat tidur per kamar sesuai dengan paket yang dijual, baik kamar berdua, bertiga, maupun berempat, serta tidak melebihi kapasitas yang diperbolehkan.
  • Fasilitas pendukung: periksa jumlah lift, ruang makan, akses kursi roda, dan ketersediaan menu yang sesuai dengan kebutuhan jemaah Indonesia.
  • Kepastian ketersediaan: tanyakan apakah kamar sudah dialokasikan untuk rombongan atau masih bergantung pada ketersediaan menjelang kedatangan.

Transportasi darat tidak boleh jadi urusan belakangan

Perjalanan dari bandara ke hotel, perpindahan antara Makkah dan Madinah, serta ziarah kota memakan waktu berjam-jam. Kendaraan yang tidak layak atau pengemudi yang kelelahan adalah risiko keselamatan, bukan sekadar soal kenyamanan.

Pastikan operator transportasi yang digunakan berizin dan memenuhi persyaratan layanan umrah, armadanya memenuhi ketentuan yang berlaku, serta pengaturan perjalanan memperhatikan keselamatan dan waktu istirahat. Bila paket menggunakan kereta cepat antarkota, pastikan tiket sudah dipesan untuk tanggal perjalanan, bukan baru direncanakan.

Langkah menyeleksi mitra sebelum tanda tangan kontrak

  1. Minta dokumen perizinan dan identitas usaha mitra, lalu lakukan verifikasi melalui kanal resmi atau pihak yang berwenang di Arab Saudi.
  2. Lakukan survei langsung atau minta dokumentasi terbaru berupa video kamar, lobi, dan rute berjalan ke masjid.
  3. Minta rujukan dari travel lain yang pernah memakai mitra tersebut pada musim ramai, bukan hanya musim sepi.
  4. Tuangkan semua janji ke dalam kontrak tertulis: nama hotel, tipe kamar, tanggal masuk dan keluar, jenis kendaraan, serta jadwal layanan.
  5. Sepakati klausul pengganti. Bila hotel atau bus tidak tersedia, mitra wajib menyediakan pengganti yang setara atau lebih baik sesuai kesepakatan kontrak, termasuk mekanisme kompensasi bila disepakati.
  6. Atur termin pembayaran yang wajar dan simpan seluruh bukti transfer serta konfirmasi pemesanan.
  7. Siapkan mitra cadangan dan kontak darurat di Makkah serta Madinah sebelum rombongan berangkat.

Waspadai harga yang terlalu murah

Tarif hotel di sekitar dua masjid suci dapat berubah mengikuti musim dan tingkat permintaan. Tawaran yang jauh di bawah harga pasar pada periode ramai patut diperiksa lebih lanjut. Bisa saja kamar belum benar-benar tersedia, spesifikasi yang ditawarkan berbeda, atau lokasinya tidak sesuai dengan informasi awal.

Membeli lewat perantara berlapis juga dapat menyulitkan penagihan bila layanan gagal.

Apa pun pilihan mitranya, layanan yang diterima jemaah tetap harus diberikan sesuai standar layanan yang berlaku dan dengan ketentuan dalam perjanjian tertulis antara PPIU dan jemaah.

Catatan ASPHIRASI

Bagi ASPHIRASI, mitra di Arab Saudi adalah perpanjangan tangan travel. Jemaah tidak mengenal nama perusahaan penyedia kamar atau operator bus. Yang mereka kenal adalah travel tempat mereka mendaftar. Karena itu, tanggung jawab atas mutu layanan tidak bisa begitu saja dialihkan kepada mitra ketika terjadi masalah.

Asosiasi mendorong anggota untuk tidak menjual paket dengan nama hotel yang belum terkontrak. Bila hotel masih bersifat rencana, sampaikan secara terbuka kepada jemaah bahwa hotel dapat berubah dengan kelas dan jarak yang setara. Keterbukaan seperti ini lebih melindungi travel daripada brosur yang terlalu berani.

ASPHIRASI juga memandang berbagi pengalaman antaranggota sebagai cara yang efektif untuk menyaring mitra. Travel yang pernah dirugikan oleh penyedia tertentu sebaiknya menyampaikannya di forum asosiasi, agar anggota lain tidak mengulang kerugian yang sama dan jemaah tidak ikut menanggung akibatnya.

Catatan mengenai kemutakhiran data

Ketentuan perizinan hotel, persyaratan layanan akomodasi dan transportasi, serta mekanisme pencatatan layanan dalam sistem elektronik Arab Saudi dapat berubah dari musim ke musim. Sebelum menandatangani kontrak, konfirmasikan persyaratan yang berlaku kepada Kementerian Haji dan Umrah, pihak resmi yang menangani layanan terkait, atau mitra yang berwenang di Arab Saudi.

Bagikan