Regulasi

Haji Tanpa Antre Rp300 Juta? Kemenhaj Jambi Ingatkan Warga Waspada

Haji Tanpa Antre Rp300 Juta? Kemenhaj Jambi Ingatkan Warga Waspada

JAMBI — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Jambi, H. Wahyudi Abdul Wahab, memperingatkan masyarakat agar waspada terhadap tawaran berangkat haji tanpa masa tunggu. Calon jemaah juga diminta memastikan status travel umrah sebelum melakukan pembayaran.

Wahyudi mengatakan masyarakat perlu berhati-hati terhadap pihak yang menawarkan keberangkatan haji secara instan dengan iming-iming dapat langsung berangkat setelah membayar sejumlah uang.

Ia menegaskan, keberangkatan haji tidak dapat dilakukan dengan cara melompati prosedur yang berlaku.

"Kalau Bapak/Ibu sekalian, yang namanya haji itu tidak bisa melompat-lompat. 'Pak, kami tuh ada nawari kami naik haji besok daftar langsung berangkat.' Tidak ada sejarahnya. 'Tapi kami bayar 300 juta.' Tidak ada!," kata Wahyudi dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H bersama majelis BKMT di Masjid Al Mabrur, Kota Jambi, Selasa (8/9/2026).

Menurut Wahyudi, masyarakat juga perlu memahami risiko apabila mengikuti tawaran keberangkatan haji yang tidak sesuai prosedur.

"Kalau pun dia berangkat, paling-paling sampai ke Jeddah. Mau masuk Arafah, Muzdalifah, dan Mina dikawal, dijaga, tidak boleh masuk, dan dia akan dikembalikan lagi," ujarnya.

Masyarakat Diminta Verifikasi Travel

Selain mengingatkan soal tawaran haji tanpa antre, Wahyudi meminta masyarakat lebih teliti dalam memilih biro perjalanan umrah.

Ia mengatakan, dalam beberapa waktu terakhir terdapat sejumlah kasus penipuan travel umrah di Jambi. Kasus tersebut antara lain berkaitan dengan calon jemaah yang gagal berangkat umrah pada Ramadan dan kasus gagal keberangkatan lainnya.

"Sekarang ini ada tiga peristiwa di Jambi terkait penipuan travel umrah. Pertama, ada yang ketipu mau umrah selama Ramadan pun gagal. Yang kedua, ada mau umrah beberapa orang gagal lagi. Dan terakhir juga mau umrah gagal lagi karena ketipu salah pilih travel umrah," kata Wahyudi.

Karena itu, ia mengingatkan masyarakat untuk memilih travel umrah yang terdaftar dan melakukan konfirmasi apabila masih meragukan status biro perjalanan yang akan digunakan.

"Pilih travel umrah yang terdaftar. Kalau ragu, Ibu-Ibu, tanyo, boleh tanyo di Kementerian Haji Kota Jambi. Kalau memang ragu lagi, pergi ke kantor kami Kanwil di Asrama Haji," ujarnya.

Wahyudi juga mempersilakan masyarakat melakukan konfirmasi langsung kepada Kanwil Kemenhaj Provinsi Jambi sebelum menggunakan jasa travel.

Ia kembali mengingatkan masyarakat yang mendapatkan tawaran haji, termasuk melalui jalur haji khusus, agar melakukan pengecekan terlebih dahulu.

"Maka sekali lagi, kalau ragu Ibu-Ibu mau berangkat haji lewat Haji Khusus, ragu, tanya dengan kami. Tanya dengan Kementerian Haji, Insya Allah kita akan bantu Bapak/Ibu sekalian supaya jangan sampai mau haji uangnya lah habis terlantar, mau umrah uangnya lah habis terlantar," pungkas Wahyudi.

Catatan ASPHIRASI: Tawaran Haji Instan Merugikan Semua Pihak

Peringatan dari Kanwil Kemenhaj Jambi sejalan dengan sikap ASPHIRASI: tidak ada jalan pintas untuk berhaji di luar prosedur resmi. Tawaran berangkat tanpa antre dengan membayar sejumlah uang besar patut dicurigai sejak awal, apa pun kemasan pemasarannya.

Kasus penipuan umrah yang disebut dalam peringatan tersebut merugikan jemaah secara langsung, tetapi juga merusak kepercayaan publik terhadap travel yang bekerja tertib. Karena itu, kami mendorong anggota aktif membantu masyarakat memeriksa status izin travel, termasuk travel lain di luar dirinya.

Kepada masyarakat, kami menyarankan agar setiap tawaran haji khusus maupun umrah dicek dahulu melalui kanal resmi pemerintah sebelum ada pembayaran. Bertanya ke kantor Kemenhaj setempat atau kepada asosiasi resmi adalah langkah sederhana yang dapat mencegah kerugian besar.

Sumber: Kemenhaj Jambi

Bagikan