Saudi Update

Harga Minyak Dunia Naik Dipicu Serangan Kapal di Selat Hormuz

Harga Minyak Dunia Naik Dipicu Serangan Kapal di Selat Hormuz

Harga minyak dunia naik pada Kamis, 8 Oktober 2026, di tengah kekhawatiran pasokan dari Timur Tengah dan gangguan produksi di Amerika Serikat. Menurut laporan Reuters yang diterbitkan Arab News, harga Brent crude futures naik US$2,28 atau 2,28 persen menjadi US$102,28 per barel pada pukul 07.27 waktu Arab Saudi. Sementara itu, West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat naik US$1,66 atau 1,88 persen menjadi US$89,94 per barel.

Angka tersebut merupakan harga pada pagi 8 Oktober, bukan harga terbaru saat artikel ini diterbitkan pada 9 Oktober. Dalam laporan penutupan perdagangan pada Kamis, Reuters mencatat harga Brent berada di US$104,28 per barel dan WTI di US$91,49 per barel.

Kenaikan harga terjadi di tengah kekhawatiran pasokan minyak dari Timur Tengah yang berlanjut seiring meningkatnya serangan terhadap kapal di Teluk dan Selat Hormuz. Produksi minyak Amerika Serikat juga terpangkas akibat badai yang mengancam fasilitas produksi lepas pantai.

Pada Rabu, harga minyak sempat melemah setelah Badan Energi Internasional (International Energy Agency/IEA) menyepakati percepatan pelepasan cadangan minyak dan memprioritaskan pasokan solar, sebagai bagian dari rencana yang telah diluncurkan sejak Maret. Kebijakan tersebut berlangsung di tengah upaya pemerintah menangani lonjakan harga bahan bakar dan gangguan pasokan akibat konflik yang melibatkan Iran.

Serangan terhadap kapal tanker di Selat Hormuz mencapai titik tertinggi sejak konflik dengan Iran dimulai

Selat Hormuz merupakan jalur strategis yang sebelum konflik menangani arus minyak dan bahan bakar setara sekitar 20 persen dari konsumsi global. Konflik antara Amerika Serikat-Israel dan Iran telah berlangsung selama delapan bulan. Menurut laporan Reuters, serangan terhadap kapal tanker yang melintasi kawasan tersebut pada pekan sebelumnya mencapai jumlah tertinggi sejak konflik dimulai, meskipun ekspor dari negara-negara produsen Teluk juga meningkat.

Serangan terbaru terjadi terhadap sebuah kapal tanker di utara Qatar yang dihantam sejumlah proyektil dan menimbulkan korban, menurut laporan UK Maritime Trade Operations pada Rabu.

Saul Kavonic, kepala energi di MST Marquee, menilai frekuensi serangan Iran terhadap kapal telah mencapai titik tertinggi sejak perang dimulai dan berpotensi meningkat. Ia juga menyoroti keterbatasan arus produk minyak, tingginya biaya logistik, dan risiko eskalasi sebagai faktor yang menopang harga.

Cadangan minyak dan bahan bakar AS menyusut di tengah upaya penambahan pasokan

Daniel Hynes, analis ANZ, menilai pelepasan cadangan minyak oleh IEA kemungkinan merupakan bagian dari rencana yang telah disusun sejak awal konflik Timur Tengah, bukan penarikan tambahan di luar rencana tersebut. Pelepasan cadangan strategis dapat menambah pasokan untuk sementara, tetapi tidak menciptakan kapasitas produksi baru.

Data persediaan dari Badan Informasi Energi Amerika Serikat (Energy Information Administration/EIA) menunjukkan cadangan minyak mentah turun 3,2 juta barel menjadi 424,1 juta barel pada pekan yang berakhir 2 Oktober. Penurunan tersebut lebih besar daripada perkiraan analis dalam jajak pendapat Reuters, yakni 1,7 juta barel.

Persediaan bahan bakar distilat, termasuk diesel dan avtur, turun 42 ribu barel menjadi 105,14 juta barel. Jumlah tersebut berada jauh di bawah tingkat yang lazim tercatat pada periode yang sama dalam lima tahun terakhir.

Harga minyak juga mendapat tekanan tambahan dari pemangkasan produksi akibat badai yang bergerak menuju wilayah produksi lepas pantai Amerika Serikat, salah satu produsen minyak terbesar dunia. Menurut laporan Reuters, Shell dan Chevron pada Rabu mengumumkan penghentian sementara operasi lepas pantai mereka di Teluk Meksiko karena ancaman Badai Isaias.

Reuters juga melaporkan bahwa produsen minyak dan gas di Teluk Meksiko AS telah menghentikan sekitar 25,08 persen produksi minyak dan 16,37 persen produksi gas alam pada Rabu akibat badai tersebut.

Apa artinya bagi travel dan jemaah umrah-haji Indonesia?

Kenaikan harga minyak mentah berpotensi menambah tekanan terhadap biaya bahan bakar penerbangan. Avtur termasuk dalam kelompok bahan bakar distilat, tetapi pergerakan harga minyak mentah tidak otomatis menghasilkan perubahan harga avtur dalam besaran yang sama.

Data persediaan EIA menunjukkan kondisi pasokan produk minyak di Amerika Serikat, tetapi tidak secara langsung membuktikan bahwa harga avtur untuk penerbangan umrah dan haji Indonesia telah meningkat. Dampak terhadap biaya operasional maskapai dan harga tiket masih perlu ditelusuri melalui perkembangan harga avtur, kebijakan maskapai, dan mekanisme penetapan tarif penerbangan.

Pelaku industri perjalanan umrah dan haji dapat mencermati beberapa indikator berikut:

  • Harga minyak global: memantau pergerakan Brent dan WTI sebagai indikator kondisi pasar minyak mentah.
  • Keamanan pelayaran: mengikuti perkembangan serangan di Teluk dan Selat Hormuz yang dapat mengganggu arus pasokan energi dan meningkatkan biaya logistik.
  • Kebijakan cadangan minyak: mencermati langkah lanjutan IEA untuk menilai bagaimana tambahan pasokan dapat memengaruhi pasar energi.
  • Biaya penerbangan: memantau perkembangan harga avtur dan kebijakan maskapai sebelum menyimpulkan adanya perubahan biaya tiket atau fuel surcharge.

Catatan ASPHIRASI

Kenaikan harga minyak di tengah serangan terhadap kapal dan gangguan produksi menambah ketidakpastian pada pasokan energi global. Bagi industri penerbangan yang melayani perjalanan umrah dan haji, perkembangan tersebut menjadi salah satu faktor eksternal yang perlu dicermati dalam perencanaan biaya operasional.

Namun, kenaikan harga minyak mentah saja belum cukup untuk memastikan kenaikan tarif penerbangan atau biaya perjalanan jemaah. Penyelenggara perjalanan umrah dan haji perlu membedakan indikator tekanan pasar energi dari perubahan biaya yang benar-benar diberlakukan maskapai.

Perkembangan yang perlu dipantau selanjutnya mencakup intensitas serangan terhadap kapal di Selat Hormuz, kebijakan pelepasan cadangan minyak oleh IEA, serta laporan persediaan minyak dan bahan bakar distilat dari EIA.

Sumber: Arab News

Bagikan