Saudi Update

Harga Minyak Naik Lebih dari 2 Persen Usai Serangan Houthi ke Arab Saudi

Harga Minyak Naik Lebih dari 2 Persen Usai Serangan Houthi ke Arab Saudi

Harga minyak dunia melonjak lebih dari 2 persen pada Senin, 14 September 2026, di tengah gangguan pada jalur pasokan minyak Arab Saudi, serangan baru kelompok Houthi di selatan kerajaan, serta insiden terhadap kapal di kawasan Teluk. Rangkaian perkembangan tersebut memperkuat kekhawatiran pasar terhadap pasokan minyak global, menurut laporan Reuters.

Kontrak berjangka minyak mentah Brent naik US$2,90 atau 2,77 persen menjadi US$107,51 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik US$2,27 atau 2,27 persen menjadi US$102,32 per barel.

Harga sempat naik lebih dari 3 persen pada awal perdagangan sebelum sebagian kenaikan tersebut berkurang.

Serangan Houthi dan kerusakan di Jazan

Media pemerintah Arab Saudi pada Minggu merilis rekaman kerusakan di sejumlah bangunan dan sebuah masjid di Provinsi Jazan, Arab Saudi bagian selatan. Kerusakan tersebut disebut berkaitan dengan serangan yang dilancarkan kelompok Houthi.

Kelompok Houthi juga mengklaim telah menyerang pangkalan militer Saudi di Khamis Mushait, Provinsi Asir, yang berbatasan dengan Jazan.

Serangan di Jazan menambah ketegangan di tengah gangguan pada infrastruktur dan jalur pelayaran yang menjadi perhatian pasar minyak.

Pipa East-West Saudi ditutup

Kekhawatiran pasokan juga menguat setelah pipa East-West milik Arab Saudi ditutup pada Jumat, 11 September, menyusul serangan drone sehari sebelumnya.

Menurut laporan Reuters, pihak Saudi menyebut serangan tersebut berasal dari Irak. Pipa East-West merupakan jalur penting yang memungkinkan Arab Saudi mengalihkan sebagian minyak untuk ekspor melalui terminal di Yanbu di Laut Merah tanpa melewati Selat Hormuz.

Penutupan pipa tersebut berpotensi mengganggu hingga sekitar 4 persen pasokan minyak global. Reuters juga melaporkan, berdasarkan sumber industri, persediaan minyak di Yanbu diperkirakan hanya cukup untuk mendukung ekspor sekitar lima hingga tujuh hari apabila pipa tidak segera kembali beroperasi.

Ketegangan meluas ke jalur pelayaran

Di kawasan Laut Merah, kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran dilaporkan mencapai Pulau Perim pada Jumat. Pulau tersebut berada di kawasan strategis dekat Selat Bab al-Mandab, salah satu jalur pelayaran penting antara Laut Merah dan Teluk Aden.

Dalam beberapa bulan terakhir, jalur tersebut menangani sekitar 4–5 persen pasokan minyak global, menurut laporan Reuters.

Sementara itu, UK Maritime Trade Operations (UKMTO), badan yang berafiliasi dengan Angkatan Laut Inggris, melaporkan sebuah kapal di Selat Hormuz terkena proyektil dan mengalami kebakaran. Awak kapal kemudian dievakuasi.

Iran menyebut satu orang tewas dan empat awak terluka dalam insiden terhadap sebuah kapal niaga Iran di lepas pantainya.

Rangkaian gangguan tersebut meningkatkan kekhawatiran pasar bahwa konflik dan gangguan jalur pelayaran dapat semakin membatasi aliran minyak.

Harga minyak naik 8 persen dalam sepekan

Harga minyak telah naik sekitar 8 persen dalam sepekan dan Brent kembali menembus US$100 per barel untuk pertama kalinya sejak Juli.

Analis pasar IG Tony Sycamore mengatakan harga minyak berisiko terus bergerak menuju US$119,48 per barel, level tertinggi pada awal Maret, apabila pembicaraan di Oman tidak menghasilkan langkah operasional atau pipa East-West tidak segera kembali beroperasi.

Perkembangan diplomatik juga mengalami hambatan. Menteri Luar Negeri Oman Badr Albusaidi mengumumkan melalui X bahwa pertemuan yang dijadwalkan pada Senin antara negara-negara Teluk dan Iran untuk membahas Selat Hormuz ditunda.

Reuters melaporkan belum ada pembicaraan damai lanjutan dalam konflik tersebut sejak kesepakatan sementara pada Juni runtuh beberapa pekan setelah dicapai.

Konflik AS, Israel, dan Iran kini memasuki bulan ketujuh.

Apa artinya bagi perjalanan umrah dan haji Indonesia?

Kenaikan harga minyak dapat meningkatkan tekanan terhadap biaya bahan bakar penerbangan. Namun, dampaknya terhadap harga tiket atau paket perjalanan umrah dan haji tidak dapat ditentukan hanya dari kenaikan harga minyak dalam satu hari.

Besarnya dampak juga bergantung pada perkembangan harga bahan bakar penerbangan, kebijakan maskapai, kondisi penerbangan, serta berapa lama gangguan pasokan berlangsung.

Laporan yang menjadi dasar tulisan ini menyebut serangan di Provinsi Jazan serta insiden keamanan di jalur pelayaran Teluk dan Selat Hormuz. Tidak ada laporan dalam sumber tersebut mengenai serangan di Makkah atau Madinah.

Bagi penyelenggara perjalanan dan jemaah, perkembangan yang perlu dipantau antara lain:

  1. Pengumuman maskapai, terutama jika terjadi perubahan jadwal penerbangan atau penyesuaian komponen biaya.
  2. Situasi keamanan di Jazan serta jalur pelayaran Hormuz dan Bab al-Mandab, terutama jika gangguan meluas atau berlangsung lebih lama.
  3. Perkembangan operasional pipa East-West, karena pemulihan jalur tersebut menjadi salah satu faktor yang diperhatikan pasar minyak.
  4. Perkembangan pembicaraan mengenai Selat Hormuz, setelah pertemuan yang dijadwalkan di Oman ditunda.

Catatan ASPHIRASI

Lonjakan harga minyak dunia pada Senin dipicu rentetan gangguan pasokan: penutupan pipa East-West Arab Saudi, serangan Houthi di selatan kerajaan, dan ketegangan di jalur pelayaran Teluk. Itu menjadi sinyal bahwa biaya operasional penerbangan *berpotensi* terpengaruh. Namun, besaran dampaknya terhadap tarif umrah dan haji dari Indonesia belum tergambar dalam data yang tersedia saat ini.

Penyelenggara perjalanan disarankan memantau pengumuman resmi maskapai dan otoritas terkait soal kemungkinan penyesuaian biaya, lalu menyampaikan informasi secara transparan kepada calon jemaah jika ada perubahan jadwal atau harga.

Tiga hal yang perlu terus dipantau: hasil pembicaraan lanjutan di Oman mengenai Selat Hormuz yang sempat tertunda; proses pemulihan pipa East-West; serta situasi keamanan di Provinsi Jazan dan jalur pelayaran internasional di sekitarnya. Serangan yang dilaporkan tidak terjadi di Makkah atau Madinah, tetapi logistik jemaah tetap bergantung pada kestabilan kawasan dan harga avtur..

Sumber: Arab News

Bagikan