
Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kanwil Kemenhaj) Provinsi Bali mulai melibatkan perbankan syariah dalam upaya membangun ekosistem ekonomi haji dan umrah di daerah tersebut.
Langkah awal itu dilakukan melalui pertemuan dengan Bank Syariah Indonesia (BSI) Kantor Cabang Renon dan Bank Muamalat Kantor Cabang Denpasar pada Senin, 21 September 2026.
Namun, bentuk kerja sama yang disiapkan saat ini bukan berupa peluncuran produk pembiayaan atau fasilitas perbankan baru. Keterlibatan perbankan diarahkan antara lain pada pelaksanaan El-Hajj Bali Festival 2026 dan penguatan literasi keuangan syariah.
Dari Tri Sukses Haji ke Ekosistem Ekonomi
Plt. Kepala Kanwil Kemenhaj Bali Muhammad Nasihuddin mengatakan, pihaknya mendapat amanah untuk mewujudkan tiga sasaran yang disebut sebagai tri sukses haji.
Ketiganya mencakup sukses ritual, sukses ekosistem ekonomi haji, serta sukses peradaban dan keadaban.
Dalam konteks ekonomi, Nasihuddin mengatakan Kanwil Kemenhaj Bali mendorong pemanfaatan potensi ekonomi yang dapat dibawa melalui sektor haji dan umrah.
Salah satu target yang disebut adalah agar produk lokal Bali dapat menembus pasar Arab Saudi untuk mendukung penyelenggaraan ibadah haji dan umrah.
“Kami diamanahi tugas tri sukses haji — sukses ritual, sukses ekosistem ekonomi haji, serta sukses peradaban dan keadaban,” ujar Nasihuddin.
Ia menyampaikan hal tersebut saat melakukan silaturahmi dengan perbankan di Bali pada 21 September 2026.
UMKM, Perbankan, dan Masyarakat Didorong Bertemu
Untuk mendukung target tersebut, Kanwil Kemenhaj Bali mendorong pertemuan antara pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), perbankan, serta masyarakat.
Pertemuan antarpihak itu diarahkan untuk membangun sinergi yang dapat menopang pengembangan produk lokal dengan orientasi pasar global.
Salah satu wadah yang disiapkan adalah El-Hajj Bali Festival 2026. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 11 Oktober 2026.
Dalam festival itu, Kanwil Kemenhaj Bali juga akan menghadirkan literasi keuangan syariah. Nasihuddin mengajak sektor perbankan untuk berpartisipasi sebagai mitra pelaksana kegiatan.
Ajakan tersebut mendapat respons dari BSI Kantor Cabang Renon dan Bank Muamalat Kantor Cabang Denpasar.
Kedua perbankan menyatakan kesediaannya untuk berpartisipasi sebagai mitra pelaksana El-Hajj Bali Festival 2026 sekaligus mendukung program literasi keuangan syariah dalam kegiatan tersebut.
Apa Bentuk Ekosistem Ekonomi Haji yang Dibangun?
Dari langkah yang diumumkan Kanwil Kemenhaj Bali, bentuk awal ekosistem tersebut terlihat pada upaya mempertemukan beberapa unsur sekaligus, yakni UMKM, perbankan, masyarakat, dan sektor haji dan umrah.
Perbankan dalam tahap ini dilibatkan melalui kegiatan festival dan literasi keuangan syariah. Sementara itu, UMKM diarahkan untuk mengembangkan produk lokal yang memiliki orientasi pasar lebih luas.
Adapun target jangka lebih jauh yang disampaikan Nasihuddin adalah masuknya produk lokal Bali ke pasar Arab Saudi untuk mendukung kebutuhan penyelenggaraan haji dan umrah.
Target tersebut masih merupakan arah yang disampaikan Kanwil Kemenhaj Bali. Pengumuman 21 September 2026 belum menyebut adanya kontrak pengadaan, fasilitas pembiayaan khusus, atau kesepakatan distribusi produk Bali ke Arab Saudi.
Dengan demikian, perkembangan yang sudah konkret saat ini adalah pelibatan BSI dan Bank Muamalat sebagai mitra pelaksana El-Hajj Bali Festival 2026 serta dukungan terhadap literasi keuangan syariah.
Sementara itu, bagaimana produk UMKM Bali nantinya dapat benar-benar masuk ke pasar Arab Saudi menjadi tahap lanjutan dari gagasan ekosistem ekonomi haji yang sedang didorong Kanwil Kemenhaj Bali.
Perbankan Masuk dalam Agenda Ekonomi Haji
Kanwil Kemenhaj Bali berharap keterlibatan perbankan syariah dapat memperkuat ekosistem ekonomi haji dan umrah dari Bali sekaligus meningkatkan literasi keuangan syariah bagi masyarakat dan pelaku UMKM.
Bagi Kanwil Kemenhaj Bali, keterlibatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjalankan salah satu sasaran tri sukses haji, yakni sukses ekosistem ekonomi haji.
Untuk saat ini, langkah tersebut masih berada pada tahap membangun jejaring antara pemangku kepentingan dan menyiapkan ruang pertemuan melalui El-Hajj Bali Festival 2026. Hasil ekonominya, termasuk sejauh mana produk lokal Bali dapat masuk ke pasar Arab Saudi, akan bergantung pada tindak lanjut setelah kolaborasi tersebut berjalan.
Catatan ASPHIRASI: Ekosistem Ekonomi Haji dari Daerah
ASPHIRASI melihat gagasan ekosistem ekonomi haji sebagai peluang yang layak dikawal, selama pelaku usaha lokal benar-benar mendapat ruang. Mempertemukan UMKM, perbankan, dan masyarakat adalah langkah awal yang wajar, tetapi manfaatnya baru terasa bila ada jalur yang jelas dari pertemuan menuju transaksi.
Perlu dicatat bahwa pengumuman ini belum menyebut kontrak pengadaan, fasilitas pembiayaan khusus, maupun kesepakatan distribusi produk ke Arab Saudi. Pelaku UMKM sebaiknya menakar harapan sesuai tahap yang sudah konkret, yakni kemitraan dalam festival dan program literasi keuangan syariah.
Penyelenggara perjalanan umrah dan haji khusus di daerah juga bisa menjadi mata rantai dalam ekosistem ini, karena bersentuhan langsung dengan kebutuhan jemaah. Kami berharap tindak lanjutnya melibatkan asosiasi penyelenggara, sehingga rancangan ekosistem tidak hanya disusun dari sisi pemerintah dan perbankan.
Sumber: Kemenhaj Bali




