
Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi, melalui keterangan yang dikutip Saudi Press Agency (SPA) dan diberitakan Arab News pada Kamis (1/10/2026), menyatakan telah memberikan bantuan kepada seluruh penumpang dan awak pesawat Flydubai yang melakukan pendaratan darurat di Tabuk. Pesawat dengan nomor penerbangan FZ1073 tersebut sedang dalam perjalanan dari Dubai menuju Bandara Ben Gurion, Israel, ketika insiden terjadi.
Menurut keterangan Kementerian Dalam Negeri Saudi, pesawat mendarat dengan selamat di Bandara Internasional Pangeran Sultan bin Abdulaziz, Tabuk, pada pukul 09.45 waktu setempat. Pesawat tersebut membawa 174 penumpang dan delapan awak, yang menurut kementerian seluruhnya mendapatkan perawatan yang diperlukan setelah pendaratan.
Kementerian Dalam Negeri Saudi menyebut investigasi awal dilakukan oleh otoritas terkait di Arab Saudi dengan melibatkan tim keamanan dari Uni Emirat Arab. Hasil awal tersebut menunjukkan adanya penyerangan terhadap kapten oleh kopilot yang menyebabkan keduanya mengalami luka.
Sejumlah laporan media sebelumnya memuat keterangan pejabat Israel mengenai dugaan upaya menjatuhkan pesawat setelah kopilot menyerang kapten. Reuters melaporkan bahwa motif insiden tersebut masih dalam penyelidikan. Sementara itu, GCAA Uni Emirat Arab menyatakan penyelidikan masih dilakukan untuk menentukan penyebab dan keadaan insiden, termasuk aspek operasional dan keamanan.
Pesawat mendarat aman pukul 09.45, penumpang dan awak mendapat bantuan
Menurut Kementerian Dalam Negeri Saudi, FZ1073 mendarat dengan selamat di Tabuk pada pukul 09.45. Kementerian menyatakan 174 penumpang dan delapan awak mendapatkan perawatan yang diperlukan setelah pesawat berada di darat.
Keterangan terpisah dari Cluster2 Airports, operator bandara, menyebut pusat pengendalian lalu lintas udara menerima panggilan darurat dari FZ1073 pada pukul 08.44 dan kemudian mengerahkan bantuan sebelum pesawat mendarat pada pukul 09.45. Operator bandara juga menyatakan kapten dan kopilot mengalami luka dan dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
Kedua pilot menuju Abu Dhabi setelah mendapat izin medis
Kementerian Dalam Negeri Saudi menyatakan kapten dan kopilot dibawa ke rumah sakit berdasarkan penilaian kondisi kesehatan mereka. Setelah kondisi keduanya membaik dan mendapat izin dari tim medis, keduanya meninggalkan Arab Saudi menuju Abu Dhabi pada Kamis (1/10), dengan didampingi tim keamanan Uni Emirat Arab.
Sementara itu, menurut keterangan kementerian, awak penerbangan lainnya kembali ke Dubai menggunakan pesawat Flydubai yang berbeda.
Penumpang melanjutkan perjalanan pukul 17.40 dengan pesawat pengganti
Menurut Kementerian Dalam Negeri Saudi, seluruh penumpang melanjutkan perjalanan pada pukul 17.40 menggunakan pesawat pengganti Flydubai.
Laporan Reuters menyebut para penumpang kemudian tiba di Bandara Ben Gurion menggunakan pesawat pengganti, lebih dari 10 jam setelah insiden tersebut.
Kapten pesawat, Smit Machchhar, sebelumnya disebut oleh sejumlah pejabat dan media sebagai pihak yang berupaya mempertahankan kendali pesawat setelah terjadi insiden di kokpit. Reuters melaporkan bahwa penumpang dan awak kemudian memasuki kokpit dan membantu mengendalikan situasi, sementara dua pilot Flydubai lain yang berada di dalam pesawat membantu proses pendaratan di Tabuk.
Namun, rincian mengenai motif dan rangkaian lengkap insiden tersebut masih menjadi bagian dari penyelidikan. GCAA Uni Emirat Arab secara resmi meminta publik tidak menyebarkan informasi tidak resmi atau mendahului hasil investigasi.
Apa artinya bagi travel dan jemaah Indonesia?
FZ1073 merupakan penerbangan dari Dubai menuju Bandara Ben Gurion, bukan penerbangan haji atau umrah. Tidak ada keterangan dalam sumber resmi yang diperiksa mengenai keterlibatan jemaah Indonesia dalam penerbangan tersebut.
Bagi industri perjalanan, relevansi insiden ini lebih berada pada aspek penanganan gangguan penerbangan. Dalam kasus ini, otoritas Saudi memberikan izin pendaratan darurat, menangani penumpang dan awak, menyediakan perawatan medis bagi dua pilot yang terluka, serta berkoordinasi dengan tim keamanan Uni Emirat Arab dalam investigasi awal. Seluruh langkah tersebut merupakan keterangan dari otoritas Saudi, bukan kesimpulan independen mengenai kapasitas keseluruhan sistem penerbangan Saudi.
Bagi penyelenggara perjalanan yang menggunakan penerbangan menuju Arab Saudi, hal yang dapat dipantau adalah bagaimana maskapai dan otoritas terkait menangani pengalihan penerbangan, komunikasi kepada penumpang, serta pengaturan perjalanan lanjutan ketika terjadi keadaan darurat.
Kapasitas Bandara Tabuk dalam menangani insiden ini juga tidak dengan sendirinya menjadi ukuran untuk menilai seluruh bandara Saudi. Namun, penanganan FZ1073 memberikan contoh konkret mengenai koordinasi antara bandara, maskapai, layanan medis, dan otoritas keamanan ketika sebuah penerbangan harus dialihkan.
Catatan ASPHIRASI
Insiden FZ1073 memperlihatkan penanganan pendaratan darurat yang melibatkan penumpang dan awak dalam jumlah besar serta koordinasi antara otoritas Saudi dan Uni Emirat Arab.
Menurut Kementerian Dalam Negeri Saudi, seluruh 174 penumpang dan delapan awak mendapatkan perawatan yang diperlukan setelah pesawat mendarat di Tabuk. Seluruh penumpang kemudian melanjutkan perjalanan menggunakan pesawat pengganti pada pukul 17.40, sementara kedua pilot yang terluka menjalani perawatan sebelum akhirnya meninggalkan Arab Saudi menuju Abu Dhabi pada 1 Oktober.
Yang masih perlu dipantau adalah hasil investigasi mengenai rangkaian lengkap insiden di dalam kokpit. Keterangan awal Kementerian Dalam Negeri Saudi menyebut adanya penyerangan terhadap kapten oleh kopilot, tetapi otoritas penerbangan Uni Emirat Arab masih menyatakan penyelidikan berlangsung untuk menentukan penyebab dan keadaan insiden. Karena itu, rincian mengenai motif dan dugaan upaya menjatuhkan pesawat sebaiknya tetap ditempatkan sebagai keterangan atau dugaan dari pihak yang menyampaikannya, bukan sebagai kesimpulan akhir investigasi.
Sumber: Arab News




