Saudi Update

Dari Miqat hingga Rawdah, Saudi Perluas Panduan Digital untuk Jemaah Umrah

Dari Miqat hingga Rawdah, Saudi Perluas Panduan Digital untuk Jemaah Umrah

Saudi Arabia memperkuat dukungan informasi bagi jemaah dan pengunjung selama perjalanan Umrah melalui panduan digital yang mencakup berbagai kebutuhan, mulai dari persiapan sebelum berangkat, lokasi miqat, akses transportasi hingga layanan di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

Kementerian Haji dan Umrah Saudi menerbitkan “Umrah Guide for Domestic Pilgrims” melalui kampanye “Coming for Umrah”, bekerja sama dengan General Authority for the Care of the Affairs of the Grand Mosque and the Prophet’s Mosque serta Royal Commission for Makkah and the Holy Sites.

Panduan tersebut dirancang sebagai referensi interaktif yang menghubungkan informasi perjalanan dengan lokasi dan layanan yang dibutuhkan jemaah. Isinya mencakup perjalanan dari tahap persiapan hingga pelaksanaan dan kunjungan di Makkah serta Madinah.

Panduan dimulai sebelum jemaah berangkat

Pada tahap persiapan, panduan mengingatkan jemaah untuk memastikan kebutuhan perjalanan telah lengkap. Jemaah juga diarahkan menerbitkan izin Umrah melalui aplikasi Nusuk, memastikan kendaraan siap apabila bepergian melalui jalur darat, serta memeriksa pemesanan dan jadwal penerbangan bagi yang menggunakan pesawat.

Panduan turut memuat informasi mengenai pakaian ihram, perlengkapan pribadi dan kebutuhan kesehatan yang dapat disiapkan sebelum perjalanan.

Setelah itu, jemaah dapat menggunakan bagian khusus mengenai miqat untuk mengetahui lokasi tempat memulai ihram berdasarkan asal perjalanan. Panduan mencantumkan sejumlah miqat, termasuk Dhul-Hulayfah (Abyar Ali), Al-Sayl Al-Kabeer (Qarn Al-Manazil), Yalamlam, Al-Juhfah dan Wadi Muharram.

Informasi tidak berhenti di ritual

Salah satu bagian yang lebih praktis adalah pemetaan fasilitas di Masjidil Haram.

Panduan menunjukkan lokasi sejumlah pintu dan fasilitas, termasuk eskalator, lift, tempat wudu, titik distribusi kursi roda, pusat pertolongan pertama, titik akses bagi penyandang kebutuhan khusus, serta lokasi layanan bagi orang yang kehilangan anggota rombongan.

Informasi transportasi juga disatukan dalam panduan. Jemaah dapat melihat lokasi parkir dan stasiun serta pilihan transportasi seperti taksi, aplikasi ride-hailing, Haramain High-Speed Railway dan bus Makkah. Panduan juga mengingatkan bahwa periode Ramadan, terutama 10 malam terakhir, mengalami peningkatan kepadatan sehingga pemesanan lebih awal dianjurkan.

Pendekatan semacam ini juga terlihat dalam layanan elektronik lain yang diperkenalkan otoritas Saudi. Pada Juli 2026, sebuah layanan memungkinkan pengunjung Masjidil Haram memantau kepadatan area Tawaf dan Sa'i secara langsung, lengkap dengan indikator yang diperbarui secara berkala untuk membantu memilih jalur yang lebih rendah kepadatannya.

Dari Masjidil Haram ke Masjid Nabawi

Panduan kemudian membawa jemaah ke Madinah dengan informasi mengenai pilihan transportasi, layanan di Masjid Nabawi dan kunjungan ke Rawdah Sharifah.

Pemesanan kunjungan ke Rawdah disebut dilakukan secara eksklusif melalui aplikasi Nusuk, dengan jemaah diminta mengikuti waktu yang tercantum dalam izin. Panduan juga mengingatkan mengenai meningkatnya permintaan selama 10 malam terakhir Ramadan.

Di Masjid Nabawi, informasi layanan juga disertai dengan petunjuk mengenai layanan pendukung dan lokasi fasilitas. Panduan mengarahkan pengguna untuk memperoleh informasi layanan Masjid Nabawi melalui kanal digital yang tersedia.

Hal ini melengkapi perkembangan layanan di Masjid Nabawi yang dilaporkan Saudi Press Agency, termasuk penguatan layanan aksesibilitas dan dukungan bagi pengunjung dengan kebutuhan berbeda.

Jemaah juga diarahkan ke destinasi di luar masjid

Panduan tidak hanya berisi informasi mengenai pelaksanaan ibadah.

Di Makkah, jemaah diperkenalkan dengan sejumlah lokasi pengayaan dan sejarah, seperti Clock Tower Museum, International Museum of the Prophet's Biography, Holy Quran Museum, Revelation Exhibition, Architecture of the Two Holy Mosques Exhibition dan Hira Cultural District. Jam kunjungan dapat diperiksa melalui aplikasi Nusuk.

Di Madinah, panduan mencantumkan sejumlah lokasi seperti Masjid Quba, Masjid Qiblatain, Creation Story Museum, Dar Al-Madinah Museum, Prophet’s Mosque Architecture Exhibition dan International Museum of the Prophet's Biography. Informasi jam kunjungan juga diarahkan melalui Nusuk.

Dengan demikian, informasi dalam panduan mencakup perjalanan yang lebih luas daripada sekadar pelaksanaan ritual—mulai dari mobilitas, akses fasilitas, pengaturan kunjungan hingga destinasi sejarah dan budaya.

Layanan jemaah semakin terhubung secara digital

Rangkaian informasi tersebut menunjukkan bahwa layanan digital menjadi salah satu bagian dari cara Saudi Arabia membantu jemaah menavigasi perjalanan Umrah.

Namun, perkembangan ini bukan berarti seluruh layanan di lapangan telah digantikan oleh aplikasi. Panduan justru menggabungkan informasi digital dengan fasilitas fisik, seperti pintu masuk, lift, kursi roda, pusat pertolongan pertama, transportasi dan titik layanan di kawasan masjid.

Bagi jemaah, pendekatan tersebut berarti informasi mengenai apa yang harus dilakukan dan bagaimana mencapai lokasi yang dibutuhkan semakin ditempatkan dalam satu rangkaian perjalanan.

Panduan Umrah ini juga menunjukkan keterlibatan beberapa lembaga Saudi dalam satu sistem informasi, sementara layanan digital lain seperti pemantauan kepadatan Tawaf dan Sa'i menambahkan informasi kondisi lapangan secara langsung.

Perkembangannya bukan sekadar pada tersedianya informasi baru, melainkan pada upaya menghubungkan informasi tersebut dengan pergerakan jemaah di ruang fisik—dari miqat, menuju masjid, selama menjalankan ritual, hingga perjalanan ke Madinah.

Bagi penyelenggara layanan Umrah dan jemaah internasional, perkembangan ini menjadi bagian penting untuk dipantau karena pengalaman perjalanan semakin bergantung pada kemampuan jemaah mengakses informasi digital sekaligus memahami layanan yang tersedia di lapangan.

Catatan ASPHIRASI: Panduan Umrah Jemaah Domestik

Kementerian Haji dan Umrah Saudi menerbitkan panduan Umrah yang mencakup persiapan sebelum berangkat, lokasi miqat, transportasi, hingga layanan di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Perlu dicatat, panduan itu berjudul Umrah Guide for Domestic Pilgrims, artinya disusun untuk jemaah domestik. Isinya berguna sebagai rujukan, tetapi tidak otomatis menggambarkan alur yang dilalui jemaah asal Indonesia.

ASPHIRASI meminta anggota tidak menyalin panduan itu mentah-mentah ke dalam buku manasik atau materi promosi. Bagian yang paling perlu disaring adalah instruksi yang berkaitan dengan cara datang, misalnya kesiapan kendaraan bagi yang bepergian lewat jalur darat, karena tidak relevan bagi jemaah yang tiba dengan pesawat. Yang tetap relevan adalah informasi lokasi fasilitas, pilihan transportasi, dan ketentuan pemesanan.

Susun versi ringkas berbahasa Indonesia yang memuat miqat sesuai jalur keberangkatan rombongan, di antaranya Dhul-Hulayfah (Abyar Ali), Al-Sayl Al-Kabeer (Qarn Al-Manazil), Yalamlam, Al-Juhfah, dan Wadi Muharram. Karena pemesanan kunjungan ke Rawdah disebut dilakukan secara eksklusif melalui aplikasi Nusuk dan jemaah diminta mengikuti waktu yang tercantum dalam izin, tunjuk petugas yang menangani akun jemaah sejak sebelum berangkat. Ingatkan pula bahwa panduan menyebut permintaan meningkat pada 10 malam terakhir Ramadan, sehingga pemesanan perlu dilakukan lebih awal.

Sumber: Kemenhaj Arab Saudi