Saudi Update

Saudi Ungkap Jam Padat Masjidil Haram, Jemaah Dapat Atur Waktu Kedatangan

Saudi Ungkap Jam Padat Masjidil Haram, Jemaah Dapat Atur Waktu Kedatangan

Otoritas Saudi mengingatkan jemaah umrah untuk merencanakan kunjungan ke Masjidil Haram dengan mempertimbangkan tingkat kepadatan jemaah.

Informasi mengenai pembagian waktu berdasarkan tingkat kepadatan tersebut dilaporkan media Saudi Al-Madina pada Kamis (13/8/2026), yang mengutip Otoritas Umum Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

Periode dengan kepadatan tinggi berada pada pukul 17.00–21.00. Sementara itu, kepadatan rendah tercatat pada pukul 22.00–04.00 dan 09.00–16.00.

Adapun periode 05.00–08.00 dikategorikan sebagai waktu dengan kepadatan sedang.

Jemaah Bisa Cek Kepadatan Secara Digital

Selain memberikan pembagian periode kepadatan, otoritas Saudi menyediakan layanan digital untuk membantu jemaah memantau kondisi di area Masjidil Haram.

Layanan tersebut memungkinkan pengunjung melihat tingkat kepadatan di area Mataf, tempat pelaksanaan tawaf, dan Mas'a, tempat pelaksanaan sai. Informasi kepadatan ditampilkan melalui indikator sehingga jemaah dapat mempertimbangkan waktu dan rute sebelum menjalankan ibadah.

Layanan pemantauan kepadatan ini tersedia melalui platform resmi pengelola Dua Masjid Suci. Otoritas sebelumnya menjelaskan bahwa layanan tersebut ditujukan untuk membantu distribusi pergerakan jemaah dan mengurangi kepadatan di area-area tertentu. (SPA)

Dengan demikian, pembagian waktu kepadatan tidak perlu dipahami sebagai jadwal tetap untuk pelaksanaan umrah. Kondisi aktual di dalam Masjidil Haram dapat dipantau melalui layanan kepadatan yang disediakan otoritas.

Jam Padat dan Rendah di Masjidil Haram

Berdasarkan informasi yang disampaikan otoritas Saudi, pembagian periode kepadatan adalah:

  • Kepadatan rendah: 22.00–04.00
  • Kepadatan rendah: 09.00–16.00
  • Kepadatan sedang: 05.00–08.00
  • Kepadatan tinggi: 17.00–21.00

Pembagian tersebut dapat menjadi informasi awal bagi jemaah dalam menyusun waktu kunjungan. Namun, kondisi kepadatan dapat berbeda menurut lokasi dan waktu sehingga jemaah tetap dapat menggunakan layanan pemantauan digital untuk melihat situasi di area Mataf dan Mas'a.

Otoritas Saudi dalam layanan resminya menyediakan informasi tingkat kepadatan untuk membantu pengunjung memilih waktu dan rute yang sesuai ketika melakukan tawaf dan sai. (Al Haramain)

Bagi jemaah umrah, informasi ini terutama berguna untuk menghindari periode yang dikategorikan sebagai kepadatan tinggi. Sementara itu, pemantauan kondisi secara langsung dapat digunakan sebagai pelengkap ketika menentukan waktu pelaksanaan ibadah.

Saudi dalam beberapa tahun terakhir juga mengembangkan penggunaan teknologi untuk mengelola pergerakan jemaah di Masjidil Haram. Sistem pemantauan kepadatan digunakan untuk memberikan data kondisi kerumunan secara langsung dan membantu pengelola mengatur arus pengunjung.

Catatan ASPHIRASI: Jam Padat Masjidil Haram

Otoritas Saudi memerinci pembagian waktu berdasarkan tingkat kepadatan di Masjidil Haram: kepadatan tinggi pada pukul 17.00 sampai 21.00, kepadatan sedang pada pukul 05.00 sampai 08.00, serta kepadatan rendah pada pukul 22.00 sampai 04.00 dan pukul 09.00 sampai 16.00. Bagi rombongan Indonesia, informasi ini menyentuh hal yang paling sering menjadi keluhan jemaah, yaitu jam keberangkatan dari hotel. Jam kepadatan rendah terbagi dua, satu pada tengah malam sampai dini hari dan satu lagi pada rentang siang, sehingga masih ada pilihan di luar jam tidur jemaah.

ASPHIRASI menilai pembagian jam itu sebaiknya diperlakukan sebagai bahan pertimbangan, bukan jadwal baku. Laporannya sendiri menyebut kondisi kepadatan dapat berbeda menurut lokasi dan waktu, sehingga jadwal yang dikunci sejak di Tanah Air justru bisa merugikan. Menggeser seluruh agenda rombongan ke jam paling sepi juga berisiko memangkas waktu istirahat jemaah lansia, dan itu harga yang belum tentu sepadan.

Siapkan dua pilihan waktu tawaf dan sai untuk tiap rombongan, lalu tentukan salah satunya setelah memeriksa layanan pemantauan kepadatan area Mataf dan Mas'a yang disediakan otoritas. Jelaskan sejak manasik bahwa jam keberangkatan dari hotel dapat berubah mengikuti kondisi lapangan, agar perubahan tidak dibaca jemaah sebagai kelalaian travel. Untuk jemaah lansia, dahulukan kecukupan istirahat sebelum mengejar jam yang paling sepi.

Sumber: Al-Madina, 13 Agustus 2026; Saudi Press Agency (SPA), 17 Juli 2026.