
Pusat Meteorologi Nasional Arab Saudi (National Center for Meteorology/NCM), sebagaimana diberitakan Arab News pada 10 Oktober 2026, memperingatkan potensi hujan sedang hingga lebat di sejumlah kegubernuran di wilayah Makkah pada Sabtu hingga Rabu. Hujan tersebut berpotensi memicu banjir bandang (flash flood), hujan es, serta hembusan angin turun (downdraft) yang dapat mengangkat debu dan pasir.
Sementara itu, bagian lain di wilayah Makkah diperkirakan mengalami hujan ringan hingga sedang. NCM juga memperkirakan hujan dengan intensitas berbeda di wilayah administratif Madinah dan sejumlah wilayah lain di Arab Saudi.
Risiko Banjir Bandang dan Hujan Es Mengancam Sejumlah Wilayah
NCM memperingatkan potensi hujan sedang hingga lebat di wilayah administratif Jazan, Asir, Baha, Tabuk, Jouf, Najran, dan Perbatasan Utara. Hujan tersebut berpotensi disertai banjir bandang, hujan es, serta angin kencang yang menerbangkan debu dan pasir.
Untuk wilayah Madinah, NCM memperkirakan hujan ringan hingga sedang pada Minggu hingga Selasa. Kondisi tersebut berpotensi disertai angin kencang, jarak pandang terbatas, hujan es, dan badai petir.
Periode dan intensitas hujan dapat berbeda di setiap wilayah. Prakiraan tersebut merupakan informasi yang diterbitkan pada 10 Oktober 2026, sehingga perkembangan cuaca terbaru tetap perlu dipantau melalui kanal resmi otoritas Arab Saudi.
Pertahanan Sipil Imbau Warga Waspada dan Jauhi Lembah
Direktorat Jenderal Pertahanan Sipil Arab Saudi (Civil Defense) mengimbau masyarakat agar berhati-hati, tetap berada di tempat yang aman, serta menghindari lembah dan kawasan rawan banjir. Masyarakat juga diminta tidak berenang di air yang meluap akibat hujan.
Pertahanan Sipil meminta masyarakat mengikuti instruksi resmi yang disampaikan melalui media dan media sosial. Imbauan tersebut disampaikan menyusul potensi badai petir yang diperkirakan melanda sebagian besar wilayah Arab Saudi hingga Rabu.
Apa Artinya bagi Travel dan Jemaah Umrah Indonesia?
Pemberitaan Arab News berfokus pada peringatan cuaca dan imbauan keselamatan. Artikel tersebut tidak menyebut adanya larangan ibadah atau penutupan akses ke lokasi ibadah.
Meski demikian, travel dan jemaah umrah yang berada atau akan berangkat ke Arab Saudi selama periode peringatan perlu mencermati perkembangan cuaca. Hujan lebat, banjir bandang, angin kencang, dan terbatasnya jarak pandang berpotensi memengaruhi aktivitas di luar ruangan, terutama di kawasan yang rawan banjir.
Sejumlah langkah yang dapat dilakukan penyelenggara perjalanan dan jemaah antara lain:
- Memantau pembaruan cuaca melalui kanal resmi NCM dan Civil Defense.
- Menghindari lembah, kawasan rawan banjir, dan air yang meluap selama kondisi cuaca buruk.
- Menyiapkan perlengkapan yang sesuai untuk menghadapi hujan dan angin.
- Berkoordinasi dengan muassasah atau mitra lokal apabila kondisi cuaca berpotensi memengaruhi transportasi maupun jadwal kegiatan ziarah.
Langkah-langkah tersebut merupakan rekomendasi praktis untuk mengantisipasi risiko cuaca, bukan larangan atau instruksi khusus yang dinyatakan dalam pemberitaan sumber.
Catatan ASPHIRASI
Peringatan NCM dan Civil Defense menyoroti potensi hujan sedang hingga lebat, banjir bandang, hujan es, dan angin yang mengangkat debu di wilayah Makkah serta sejumlah wilayah administratif lain di Arab Saudi. Untuk Madinah, prakiraan yang diberitakan menyebut hujan ringan hingga sedang pada Minggu hingga Selasa, disertai potensi angin kencang, jarak pandang terbatas, hujan es, dan badai petir.
Bagi penyelenggara perjalanan umrah, informasi ini dapat menjadi dasar untuk meningkatkan kewaspadaan dan menyampaikan pembaruan cuaca kepada jemaah sebelum keberangkatan maupun selama berada di Arab Saudi. Travel juga dapat berkoordinasi dengan muassasah atau mitra lokal untuk meninjau kembali rencana kegiatan di luar ruangan apabila kondisi cuaca memburuk.
Perlu diperhatikan bahwa periode Sabtu hingga Rabu merupakan rentang prakiraan yang diberitakan pada 10 Oktober 2026, bukan jaminan bahwa kondisi cuaca akan berlangsung sama sepanjang periode tersebut. Perkembangan selanjutnya, termasuk kemungkinan perpanjangan peringatan dan pembaruan kondisi jalan, transportasi darat, atau akses ke lokasi yang biasa dikunjungi jemaah umrah, perlu dipantau melalui pengumuman resmi otoritas Arab Saudi.
Sumber: Arab News




