Saudi Update

Hujan Lebat dan Potensi Banjir Bandang Berlanjut di Sejumlah Wilayah Arab Saudi

Hujan Lebat dan Potensi Banjir Bandang Berlanjut di Sejumlah Wilayah Arab Saudi

Hujan lebat bukan hanya persoalan cuaca ketika berpotensi memicu banjir bandang, mengurangi jarak pandang, dan membahayakan perjalanan darat. Di Arab Saudi, peringatan cuaca yang mencakup sejumlah wilayah Makkah dan Madinah menjadi informasi penting bagi masyarakat serta penyelenggara perjalanan umrah yang perlu memantau kondisi di lapangan.

National Center for Meteorology (NCM) memperkirakan hujan sedang hingga lebat masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Arab Saudi. Prakiraan yang diterbitkan Saudi Press Agency (SPA) pada Minggu, 25 Oktober 2026, menyebut potensi banjir bandang, hujan es, angin kencang, dan kabut di beberapa lokasi.

Dalam laporan terpisah pada tanggal yang sama, Direktorat Jenderal Pertahanan Sipil Arab Saudi mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan karena hujan disertai badai petir diperkirakan berlanjut di sebagian besar wilayah Kerajaan hingga Jumat mendatang.

Peringatan Merah Berlaku di Sejumlah Wilayah Makkah

Sistem peringatan dini NCM mencatat status siaga merah untuk hujan lebat di sejumlah governorat di wilayah administratif Makkah, Asir, Jazan, dan Al-Baha pada Senin, 26 Oktober 2026. Peringatan oranye juga berlaku di beberapa lokasi lainnya.

Di wilayah Makkah, peringatan tersebut tidak berarti seluruh kawasan menghadapi kondisi yang sama. NCM mencantumkan lokasi terdampak secara spesifik, termasuk Taif dan sejumlah governorat lainnya. Pada saat yang sama, beberapa lokasi di wilayah Makkah masuk kategori peringatan oranye untuk hujan sedang.

Status peringatan dapat berubah mengikuti perkembangan cuaca. Karena itu, informasi mengenai tingkat siaga perlu dibaca bersama lokasi dan masa berlaku yang tercantum dalam sistem resmi NCM.

Prakiraan SPA pada 25 Oktober juga mencakup bagian dari wilayah berikut:

  • Jazan dan Asir.
  • Al-Baha dan Makkah.
  • Madinah dan Qassim.
  • Hail dan Tabuk.
  • Al-Jouf dan Perbatasan Utara.
  • Sebagian wilayah Timur.

NCM memperingatkan bahwa hujan dapat disertai hujan es, angin kencang yang mengangkat debu, serta kabut yang berpotensi mengurangi jarak pandang di sejumlah area.

Hujan di Al-Jouf Mengisi Lembah dan Aliran Air

Peringatan terbaru tersebut menyusul hujan yang mengguyur sebagian wilayah Al-Jouf pada Jumat malam. Laporan SPA pada Sabtu, menyebut hujan membuat tanah jenuh air serta mengisi lembah dan aliran air.

Kondisi ini relevan dengan peringatan mengenai banjir bandang, terutama di daerah yang dilalui aliran air atau memiliki kawasan lembah. Pertahanan Sipil Arab Saudi mengingatkan masyarakat untuk tetap berada di tempat aman, menjauhi lembah dan lokasi yang berpotensi menampung aliran banjir, serta tidak berenang di air banjir.

Masyarakat juga diminta mengikuti instruksi keselamatan yang disampaikan melalui saluran resmi. Imbauan tersebut menjadi penting ketika hujan lebat dan angin kencang dapat memengaruhi kondisi perjalanan di wilayah terdampak.

NCM Proyeksikan Curah Hujan di Atas Normal pada Oktober dan November

Risiko hujan pada akhir Oktober sejalan dengan prakiraan iklim NCM untuk periode Oktober hingga Desember 2026. Dalam pengumuman pada 4 Oktober, NCM memperkirakan curah hujan di atas normal di sebagian besar wilayah Arab Saudi selama Oktober dan di sebagian besar wilayah Kerajaan selama November.

Untuk Oktober, peluang curah hujan di atas normal diperkirakan mencapai 80%. NCM memproyeksikan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, bahkan sangat lebat di sejumlah wilayah, termasuk Tabuk, Madinah, Al-Baha, Asir, Al-Jouf, Hail, Qassim, Perbatasan Utara, sebagian Riyadh, dan bagian barat Najran.

Hujan berintensitas sangat lebat juga diperkirakan berpotensi terjadi di wilayah Makkah, Jazan, dan sebagian wilayah Timur, menurut prakiraan tersebut.

Pada November, NCM memperkirakan peluang curah hujan di atas normal mencapai 75% di sebagian besar wilayah yang diprakirakan terdampak. Namun, prakiraan musiman ini merupakan gambaran probabilistik, bukan kepastian bahwa setiap wilayah akan mengalami hujan lebat sepanjang periode tersebut.

Hal yang Perlu Diperhatikan Penyelenggara Umrah

Peringatan cuaca Arab Saudi tidak dengan sendirinya menunjukkan bahwa perjalanan umrah atau operasional penerbangan Indonesia telah terganggu. Meski demikian, potensi banjir bandang, angin kencang, dan jarak pandang rendah merupakan faktor keselamatan yang perlu diperhitungkan dalam perencanaan perjalanan.

Bagi penyelenggara perjalanan dan jemaah yang berada di Arab Saudi, beberapa langkah yang relevan meliputi:

  • Memeriksa peringatan berdasarkan lokasi. Pantau pembaruan NCM untuk wilayah tujuan dan governorat yang dilalui rombongan, terutama ketika perjalanan darat melintasi kawasan yang berpotensi terdampak hujan lebat.
  • Mengantisipasi perubahan rencana perjalanan. Koordinasikan jadwal dan rute dengan pengemudi serta pihak operasional setempat jika kondisi cuaca berisiko memengaruhi keselamatan perjalanan.
  • Mengikuti instruksi otoritas setempat. Patuhi arahan NCM dan Pertahanan Sipil, terutama larangan mendekati lembah, aliran banjir, atau lokasi yang dinyatakan berbahaya.
  • Menyampaikan informasi kepada jemaah. Pastikan perubahan jadwal atau arahan keselamatan dikomunikasikan dengan jelas jika kondisi lapangan mengharuskan penyesuaian.

Catatan ASPHIRASI

Prakiraan NCM menunjukkan bahwa potensi hujan di atas normal masih menjadi perhatian di sejumlah wilayah Arab Saudi selama Oktober dan November 2026. Namun, dampak terhadap perjalanan tidak dapat disimpulkan hanya dari prakiraan musiman atau peringatan cuaca di suatu wilayah.

Bagi penyelenggara umrah, pemantauan cuaca perlu dilakukan berdasarkan lokasi dan waktu perjalanan, bukan semata-mata berdasarkan informasi umum mengenai kondisi Arab Saudi. Peringatan merah di suatu governorat tidak otomatis berarti seluruh wilayah Makkah atau semua jalur perjalanan terdampak.

Informasi mengenai gangguan perjalanan, penutupan jalan, atau perubahan operasional penerbangan harus dikonfirmasi melalui sumber resmi yang relevan sebelum dinyatakan sebagai kejadian. Hingga informasi tersebut tersedia, fokus utama bagi jemaah dan penyelenggara adalah mengikuti peringatan cuaca terbaru dan mengutamakan keselamatan di lapangan.

Sumber: SPA

Bagikan