
RUA AlHaram AlMakki Co. dan Rua Al Madinah Holding, dua perusahaan di bawah Public Investment Fund (PIF) Arab Saudi, menandatangani dua perjanjian kerja sama strategis dengan Perbadanan Tabung Amanah Islam Brunei (TAIB).
Menurut pengumuman resmi RUA AlHaram AlMakki dan Rua Al Madinah, penandatanganan berlangsung di Brunei Darussalam dan membuka peluang kerja sama investasi serta pengembangan antara Arab Saudi dan Brunei Darussalam di Makkah dan Madinah.
Perjanjian ditandatangani oleh CEO RUA AlHaram AlMakki Bambang Kajairi, CEO Rua Al Madinah Ahmed Aljuhani, dan Permanent Secretary III Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Brunei yang juga Managing Director TAIB, Hasnah Binti Haji Ibrahim. Penandatanganan disaksikan oleh Kepala Divisi Investasi Real Estat Lokal PIF Saad Abdulaziz AlKroud, Kepala Manajemen Portofolio Pantai Barat PIF yang juga Ketua Dewan Rua Al Madinah Naif Al Hamdan, serta Menteri Urusan Agama dan Penasihat TAIB Pengiran Dato Seri Setia Haji Mohammad Tashim bin Pengiran Haji Hassan.
Kedua perjanjian tersebut mempertemukan institusi dari Arab Saudi dan Brunei Darussalam sekaligus membuka jalur kerja sama investasi dan pengembangan di Makkah dan Madinah. RUA AlHaram AlMakki dan Rua Al Madinah menyebut kerja sama itu mencerminkan kepentingan bersama dalam investasi yang dapat meningkatkan pengalaman jemaah dan pengunjung serta mendukung pengembangan jangka panjang kedua kota.
Investasi bersama TAIB di King Salman Gate bernilai indikatif SAR9,7 miliar
Berdasarkan perjanjian pertama, RUA AlHaram AlMakki dan TAIB akan menjajaki investasi usaha patungan di dalam kawasan King Salman Gate, Makkah.
Perjanjian tersebut mencakup pengembangan properti untuk keperluan hospitality dan hunian, dengan indikasi Gross Development Value (GDV) sekitar 9,7 miliar riyal Saudi atau sekitar 2,58 miliar dolar AS. Nilai tersebut masih bergantung pada proses uji tuntas, persetujuan, pengaturan pembiayaan, dan perjanjian definitif.
Sebagai perusahaan PIF dan pengembang utama King Salman Gate, RUA AlHaram AlMakki menyatakan tengah membuka jalur bagi institusi internasional untuk berinvestasi, sembari tetap memegang tanggung jawab atas visi dan pelaksanaan pengembangan kawasan tersebut.
Perjanjian ini menempatkan TAIB sebagai mitra internasional strategis dalam King Salman Gate. Namun, kerja sama tersebut belum berarti investasi senilai SAR9,7 miliar telah direalisasikan. Nilai tersebut merupakan GDV indikatif dari pengembangan yang dijajaki.
Rua Al Madinah dan TAIB perluas kerja sama ke Makkah, Madinah, dan Brunei
Melalui perjanjian kedua, RUA AlHaram AlMakki, Rua Al Madinah, dan TAIB sepakat menjajaki kerja sama investasi dan pengembangan yang mencakup Makkah, Madinah, dan Brunei Darussalam.
Perjanjian ini menghubungkan peluang investasi dan pengembangan di Makkah dan Madinah dengan modal serta keahlian dari Brunei, sekaligus membuka peluang investasi timbal balik.
Rua Al Madinah tengah menjalankan sejumlah inisiatif pengembangan dan investasi real estat di Madinah, dengan fokus pada perencanaan kota modern, hospitality, pengembangan komersial, dan infrastruktur.
Proyek unggulannya, Rua Al Madinah Project, dirancang sebagai destinasi hospitality dan komersial terintegrasi yang akan berkontribusi pada peningkatan kapasitas dan pengalaman pengunjung di Madinah, sejalan dengan Saudi Vision 2030.
Apa artinya bagi travel dan jemaah Indonesia?
Kerja sama TAIB dengan RUA AlHaram AlMakki dan Rua Al Madinah menunjukkan adanya keterlibatan institusi internasional dalam peluang investasi dan pengembangan di Makkah dan Madinah. Bagi penyelenggara perjalanan haji dan umrah Indonesia, perkembangan ini dapat menjadi salah satu hal yang perlu dipantau dalam perencanaan layanan akomodasi dan hospitality di masa mendatang.
- Nilai SAR9,7 miliar di King Salman Gate masih merupakan GDV indikatif dan bergantung pada due diligence, persetujuan, pengaturan pembiayaan, serta perjanjian definitif.
- Potensi penambahan dan pengembangan fasilitas hospitality dapat memengaruhi pilihan akomodasi bagi jemaah pada masa mendatang, tetapi pengumuman kerja sama ini belum mencantumkan jadwal penyelesaian maupun kapasitas akomodasi yang akan tersedia.
- Travel Indonesia dapat memantau perkembangan King Salman Gate dan Rua Al Madinah Project, termasuk jenis fasilitas, jadwal pengembangan, serta peluang kerja sama dengan penyedia hospitality ketika proyek memasuki tahap operasional.
Catatan ASPHIRASI
Kerja sama investasi antara RUA AlHaram AlMakki, Rua Al Madinah, dan TAIB memperluas keterlibatan institusi internasional dalam peluang pengembangan di Makkah dan Madinah. Salah satu kerja sama tersebut mencakup penjajakan usaha patungan di King Salman Gate dengan indikasi Gross Development Value sekitar SAR9,7 miliar.
Bagi penyelenggara perjalanan haji dan umrah di Indonesia, perkembangan King Salman Gate dan Rua Al Madinah Project dapat dipantau dari sisi jadwal pengembangan, jenis akomodasi, serta fasilitas hospitality yang nantinya tersedia. Informasi tersebut baru akan lebih relevan untuk perencanaan operasional travel setelah proyek dan kerja sama memasuki tahap yang lebih definitif.
Untuk saat ini, status kerja sama dengan TAIB masih mencakup penjajakan investasi dan pengembangan. Realisasi investasi, pengaturan pembiayaan, serta pelaksanaan proyek tetap bergantung pada proses lanjutan sebagaimana disebutkan dalam pengumuman resmi.
Sumber: Arab News




