
Pengembang properti Arab Saudi RUA AlHaram AlMakki dan perusahaan asal Malaysia, MRCB International, menandatangani kesepakatan kerja sama untuk menjajaki pengembangan proyek campuran (mixed-use) berorientasi transportasi di kawasan King Salman Gate, Makkah. Dilansir Arab News, kesepakatan ini diteken pada Senin (28/9/2026) di Kuala Lumpur dengan nilai pengembangan kotor (Gross Development Value/GDV) indikatif sekitar SR21 miliar atau setara sekitar $5,5 miliar.
Penandatanganan dilakukan oleh CEO RUA Bambang Kajairi dan Group Managing Director MRCB Dato' Imran Salim. Turut hadir dan menyaksikan penandatanganan tersebut Gubernur Public Investment Fund (PIF) Yasir Al-Rumayyan bersama sejumlah pejabat senior dari kedua perusahaan.
RUA merupakan perusahaan PIF yang memimpin pengembangan King Salman Gate, sebuah kawasan pembangunan besar di Makkah. Proyek yang dijajaki bersama MRCB ini akan menjadi bagian dari kawasan tersebut.
Kajian mencakup terminal bus hingga hunian dan ritel
Menurut RUA, kolaborasi ini akan mengkaji pengembangan terminal bus umum yang dipadukan dengan komponen hunian, komersial, ritel, dan fasilitas campuran lainnya. Tujuannya adalah meningkatkan konektivitas dan kemudahan akses transportasi bagi jemaah dan pengunjung Makkah, sekaligus mengintegrasikan mobilitas dengan akomodasi dan layanan lain.
MRCB menyatakan akan membawa pengalamannya dalam pengembangan berbasis transit (transit-oriented development) dan pembangunan hub transportasi terintegrasi ke dalam proyek ini. Portofolio perusahaan tersebut mencakup KL Sentral, yang disebut RUA sebagai hub transportasi terintegrasi terbesar di Malaysia.
Nilai $5,5 miliar masih indikatif dan menunggu sejumlah proses
RUA menegaskan bahwa angka SR21 miliar tersebut bersifat indikatif dan masih bergantung pada proses due diligence, persetujuan regulator, skema pembiayaan, penahapan proyek, serta penandatanganan perjanjian definitif.
RUA menyebut kolaborasi ini ditujukan untuk menjajaki kerangka pengembangan, pendanaan, dan pelaksanaan proyek. Dengan demikian, kesepakatan yang diteken saat ini belum merupakan perjanjian definitif pembangunan proyek.
Kolaborasi ini juga dimaksudkan untuk menjajaki kerangka bagi pengembangan, pendanaan, dan pelaksanaan proyek, sejalan dengan upaya RUA menarik investasi dan keahlian pengembangan internasional ke King Salman Gate.
Apa artinya bagi travel dan jemaah Indonesia?
DATA yang dirilis belum menyebutkan dampak langsung terhadap jemaah atau industri travel haji dan umrah Indonesia. Namun mengingat proyek ini berpotensi menambah kapasitas terminal bus, hunian, dan fasilitas ritel di Makkah dalam jangka panjang, sejumlah hal berikut perlu dicermati oleh pelaku industri.
- Perkembangan status proyek dari tahap penjajakan menuju perjanjian definitif, mengingat nilai dan lingkup proyek masih dapat berubah.
- Potensi peluang kerja sama dengan pengembang atau operator transportasi yang terlibat, khususnya terkait pengelolaan mobilitas jemaah.
- Kemungkinan pengaruh terhadap tarif akomodasi dan layanan di sekitar King Salman Gate apabila proyek berlanjut ke tahap pembangunan.
Catatan ASPHIRASI
Kesepakatan antara RUA AlHaram AlMakki dan MRCB International menunjukkan adanya minat investasi lanjutan pada infrastruktur transportasi dan hunian di kawasan King Salman Gate, Makkah, dengan nilai indikatif $5,5 miliar. Meski demikian, proyek ini masih berada pada tahap eksplorasi awal dan belum menjadi komitmen pembangunan yang pasti.
Penyelenggara perjalanan umrah dan haji di Indonesia disarankan untuk memantau perkembangan proyek ini secara berkala melalui sumber resmi, tanpa perlu menyesuaikan rencana operasional dalam waktu dekat, mengingat sifatnya yang masih indikatif dan bergantung pada berbagai persetujuan lanjutan.
Ke depan, perkembangan yang perlu dipantau meliputi hasil due diligence, kejelasan skema pembiayaan dan penahapan proyek, serta kemungkinan penandatanganan perjanjian definitif antara RUA dan MRCB terkait pengembangan terminal bus dan fasilitas campuran di King Salman Gate.
Sumber: Arab News




